Minggu, 12 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » INSPIRASI » Uu Nurul Huda Terpilih sebagai Ketua Umum PPSIH-PTKIN Periode 2025–2027

Uu Nurul Huda Terpilih sebagai Ketua Umum PPSIH-PTKIN Periode 2025–2027

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Dr. H. Uu Nurul Huda, S.Ag., SH., MH. atas terpilihnya sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Program Studi Ilmu Hukum (PPSIH) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia untuk periode 2025–2027.

Pemilihan ini berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV PPSIH-PTKIN 2025 yang diselenggarakan di Yogyakarta. Kepercayaan ini menjadi bukti atas dedikasi dan kontribusi Dr. Uu Nurul Huda dalam pengembangan pendidikan hukum di lingkungan PTKIN.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas amanah baru yang diterima Dr. Uu Nurul Huda. Dengan berharap, kepemimpinan yang baru ini dapat membawa kemajuan signifikan bagi penguatan mutu, kolaborasi, dan inovasi dalam penyelenggaraan Program Studi Ilmu Hukum di PTKIN seluruh Indonesia.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mampu menjadi pendorong hadirnya berbagai terobosan strategis untuk kemajuan dunia pendidikan hukum di Indonesia,” tegasnya.

Dengan terpilihnya Dr. Uu Nurul Huda sebagai Ketua Umum PPSIH-PTKIN, UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kader-kader akademik terbaik untuk berkiprah di tingkat nasional.

Sebagai informasi, PPPSIH-PTKIN se-Indonesia resmi menetapkan Dr. Uu Nurul Huda dari UIN Bandung sebagai Ketua PPPSIH-PTKIN periode 2025–2028 dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 yang digelar pada 20 November 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pemilihan ketua baru ini menjadi bagian dari rangkaian Munas yang bertujuan memperkuat arah pengembangan Prodi Ilmu Hukum PTKIN menuju akreditasi unggul dan pengakuan internasional.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan Seminar Nasional bertema “Pengembangan Ilmu Hukum Menuju Terakreditasi Unggul dan Internasional” yang menghadirkan empat narasumber: Fitria, Ph.D., Prof. Hariyanto, Dr. Muhammad Darwis, dan Dr. Novita Dewi Masyithoh. Seminar ini dihadiri para pengelola Prodi Ilmu Hukum dari berbagai PTKIN se-Indonesia, termasuk perwakilan dari UIN Suska Riau, UIN Alauddin Makassar, UIN Bandung, UIN Walisongo, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga, UIN Mataram, UIN Surakarta, UIN Saizu Purwokerto, UIN Ar-Raniry Aceh, dan UIN Sumatera Utara.

Dekan FSH UIN Sunan Kalijaga, Prof. Ali Sodikin, menyambut penyelenggaraan Munas dan seminar ini sebagai momentum memperkuat soliditas prodi ilmu hukum PTKIN. Ia menyinggung upaya Forum Dekan yang tengah memperjuangkan pencabutan moratorium pembukaan Prodi Ilmu Hukum, sekaligus menegaskan bahwa Prodi Ilmu Hukum FSH UIN Sunan Kalijaga—yang berdiri sejak 2010—terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan, penguatan prestasi mahasiswa, serta perluasan jejaring kerja sama internasional.

Ketua PPPSIH-PTKIN sebelumnya, Dr. Ach. Tahir, mengapresiasi kehadiran peserta baik luring maupun daring. Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya PPPSIH-PTKIN telah menggelar berbagai kegiatan nasional dan forum diskusi rutin via Zoom. Munas ke-4 sendiri diadakan di dua lokasi—FSH UIN Sunan Kalijaga dan Hotel Platinum—dengan harapan menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan Prodi Ilmu Hukum PTKIN.

Dalam sesi materi, Prof. Hariyanto memaparkan strategi mencapai akreditasi unggul melalui pemahaman regulasi terbaru, termasuk Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 dan pedoman BAN-PT dalam IAPS 5.0. Ia menyoroti masa transisi akreditasi yang mewajibkan seluruh prodi menggunakan instrumen baru per 31 Desember 2025, serta pergeseran penilaian dari kepatuhan administratif menuju kinerja tridarma. Hal ini diperkuat oleh paparan Dr. Muhammad Darwis dan Dr. Novita yang menekankan pentingnya tata kelola terukur, kurikulum selaras CPL, budaya riset kuat, dan dokumentasi luaran yang rapi.

 

Fitria menambahkan perspektif akreditasi internasional standar ACQUIN, menyoroti perlunya Self Evaluation Report yang ringkas dan konsisten, kurikulum-rps yang terstandar ECTS, serta kesiapan Assessment Live melalui dosen, mahasiswa, dan alumni yang fasih berbahasa Inggris. Ia mengingatkan agar lampiran dokumen disusun selektif dan terstruktur agar memudahkan asesor.

 

Selepas seminar, agenda Munas berlanjut di Hotel Platinum. Sidang dimulai dengan laporan pertanggungjawaban pengurus yang diterima secara aklamasi, lalu dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART. Forum sempat menghangat saat menyoroti nomenklatur organisasi—antara “asosiasi” atau “perkumpulan”—serta usulan penghapusan kata “penyelenggara”. Sejumlah peserta mengingatkan nilai historis istilah tersebut, sehingga pembahasan diputuskan berlanjut dalam rapat kerja berikutnya.

 

Puncak acara adalah pemilihan ketua umum PPPSIH-PTKIN periode 2025–2028. Para ketua prodi sepakat bermusyawarah di luar sidang untuk menjaring nama secara mufakat. Hasil musyawarah menetapkan Dr. Uu Nurul Huda sebagai Ketua PPPSIH-PTKIN periode 2025–2028, yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi dan mendorong Prodi Ilmu Hukum PTKIN mencapai akreditasi unggul dan pengakuan internasional.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, SH., MM., turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Dr. Uu Nurul Huda. Dengan pengalaman akademik dan rekam jejak kepemimpinan yang kuat, Dr. Uu diharapkan mampu membawa organisasi semakin progresif dalam menjawab tantangan hukum modern dan kebutuhan dunia akademik yang memberi kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan hukum di lingkungan PTKIN.

Saat ini, Dr. H. Uu Nurul Huda menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Terpilihnya ini menjadi catatan penting bagi kiprah akademisi UIN Bandung di tingkat nasional.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UIN Bandung Ajak Lulusan Menjadi Sosok yang Cerdas Spiritual Tangguh Digital

    Rektor UIN Bandung Ajak Lulusan Menjadi Sosok yang Cerdas Spiritual Tangguh Digital

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar prosesi wisuda ke-106 dengan khidmat, Sabtu (14/02/2026). Dalam pidato orasi ilmiahnya, Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar menyampaikan pesan mendalam bagi para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri dengan gelar yang baru saja diraih. Menurutnya, wisuda bukanlah titik akhir dari proses pencarian ilmu, […]

  • Solusi Macet, Awal 2025 Kab. Bandung Bangun Flyover Bojongsoang-Baleendah

    Solusi Macet, Awal 2025 Kab. Bandung Bangun Flyover Bojongsoang-Baleendah

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, kanal31.com– Di awal tahun 2025, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan di sejumlah wilayah. Di antaranya membangun jembatan layang (flyover) Bojongsoang-Baleendah dan perbaikan jembatan Dayeuhkolot. Hal itu diungkapkan Bupati Bandung –akrab disapa Kang DS—saat hadir di tengah-tengah Giat Semarak Malam Pergantian Tahun 2024 ke Tahun Baru 2025, Dayeuhkolot, […]

  • Santri Muda Nusantara Layangkan 5 Tuntutan soal Narasi Pelecehan Kiai dan Lirboyo di TV Swasta

    Santri Muda Nusantara Layangkan 5 Tuntutan soal Narasi Pelecehan Kiai dan Lirboyo di TV Swasta

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ketua Santri Muda Nusantara (SAMUDRA), Ibrahim Nur A., atau akrab disapa daeng Ibe’ menyampaikan kecaman keras terhadap salah satu televisi swasta nasional yang menayangkan narasi berbau pelecehan terhadap Kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Dalam pernyataannya, Ibrahim menilai bahwa tayangan tersebut tidak hanya melukai hati para santri, tetapi juga merendahkan martabat para Kiai yang […]

  • Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengingatkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bukan sekadar menang atau kalahnya pasangan calon dan partai politik. Namun, Pemilu 2024 harus lebih menekankan pembelajaran positif bagi masyarakat. “Kita sudah punya pengalaman lima kali pemilu, namun yang belum kita belajar adalah bagaimana agar pemilu serentak […]

  • Jelang Idulfitri: Tradisi Zakat dan 5 Tempat Terpercaya di Bandung untuk Menunaikannya

    Jelang Idulfitri: Tradisi Zakat dan 5 Tempat Terpercaya di Bandung untuk Menunaikannya

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana religius yang khas di Kota Bandung. Selain dipenuhi kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Ramadhan, dan ngabuburit di berbagai sudut kota, masyarakat juga bersiap menunaikan zakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Muslim di Bandung yang dikenal religius sekaligus memiliki kepedulian […]

  • Nadiem akan Sekolah Tinggi 

    Nadiem akan Sekolah Tinggi 

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Dimana mendapatkan keadilan? Memang, kita empati, betapa sakitnya Nadiem Makarim, bukan dari politisi/partai politik, melainkan profesional yang berusaha menjadi menteri visioner tapi malah dapat derita besar di ujungnya, divonis 10 tahun penjara, denda 1 miliar dan uangganti 809,5 miliar.   Tapi, bila renungan dihidupkan, jangan-jangan, bisa jadi itu sebuah “keadilan” terutama dalam konteks […]

expand_less