Breaking News:
Beranda » HUMANIORA » Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-BANDUNG

Suweg (Morphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian. Tanaman ini pernah populer bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, khususnya pada era 60 – 70an. Namun sekarang, keberadaan suweg tidak banyak dikenal oleh generasi setelahnya.

Dalam kajian akademis, literatur mengenai suweg juga belum banyak. Padahal, jika dibarengi dengan penelitian komprehensif, suweg berpotensi bersaing dengan umbi porang. Hal ini mendorong Dosen Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Dr. Asep Zainal Mutaqin, M.T., melakukan penelitian mengenai suweg. Melalui penelitian disertasinya pada Program Doktor Ilmu Lingkungan, Asep mencoba meneliti suweg berdasarkan kajian etnoekologi.

Kajian ini bertujuan menemukan potensi suweg berdasarkan pengetahuan lokal dari masyarakat. Mengambil lokasi studi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk dan Citanduy, Asep menemukan fenomena menarik. Banyak responden, terutama dari generasi milenial, yang tidak mengetahui suweg. “Padahal tanamannya banyak tumbuh di halaman rumahnya,” kata Asep.

Asep menjelaskan, masyarakat berusia 50 tahun ke atas masih mengenal suweg. Namun, berbeda dengan kelompok usia 20 tahunan. Meskipun suweg tumbuh subur di lingkungan rumahnya, mereka cenderung tidak mengetahui mengenai umbi-umbian ini.

Suweg memang merupakan tanaman umbi yang tidak dikategorikan punah. Keberadaan suweg, terutama di lokasi penelitiannya, masih banyak. Tanaman ini tidak hanya tumbuh di daerah rimbun (hieum), tetapi juga mampu tumbuh di daerah terbuka (negrak).

Hasil penelitian Asep menunjukkan perbedaan perawakan morfologi antara suweg yang tumbuh di kawasan rimbun dengan terbuka. Suweg yang tumbuh di kawasan rimbun memiliki tangkai daun yang tumbuh tinggi menjulang (jangleung). Sementara di daerah terbuka, tangkai daunnya cenderung kecil (ulanyen). Kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan paparan matahari yang diterima kedua tanaman tersebut. Pengetahuan Lokal Petani menunjukkan umbi suweg yang sudah dipanen.

Di dua DAS tersebut, Asep meneliti kebiasaan responden dalam mengonsumsi suweg. Seperti yang telah dijelaskan, suweg sempat populer sekira lima puluh tahun lalu. Pada masa itu, suweg kerap dikonsumsi masyarakat, baik sebagai makanan pokok pengganti nasi atau pelengkap makanan pokok. Dikatakan sebagai pengganti nasi karena di era tersebut, Jawa Barat sempat mengalami keterbatasan produksi padi. Seiring dengan melimpahnya produksi padi ditambah gencarnya introduksi beragam pilihan kudapan, suweg menjadi terlupakan di masa sekarang.

Asep menjelaskan, suweg juga merupakan makanan yang minim pantangan. Dikatakan demikian mengingat ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi berdasarkan pengetahuan lokal di masyarakat. “Salah satu contohnya adalah pisang mas dilarang dikonsumsi untuk komunitas penduduk tertentu, karena dianggap akan hilang kesaktian. Sementara suweg tidak ada pantangan, tabu, atau pamali,” papar Asep.

Layaknya umbi lainnya, proses pengolahan suweg di lokasi penelitian tersebut dilakukan dengan cara dikukus. Pengukusan ini menghasilkan umbi suweg yang pulen dan sedikit kenyal (cakial). Rasanya cenderung hambar (cambewek) meski ada sedikit ada rasa manis. Untuk bagian tanaman lainnya, Asep perlu melakukan kajian lanjutan mengenai potensi yang bisa dikembangkan dari bagian tersebut.

Untuk saat ini, Asep kerap memanfaatkan daun suweg untuk menjadi pakan ikan. Potensi Suweg masih satu genus dengan iles iles dan umbi porang. Di daerah yang Asep kaji, porang merupakan spesies introduksi. Berbeda dengan suweg yang sudah dikenal penduduk tumbuh di sekitar lingkungan tempat tinggalnnya. Banyak petani yang mendatangkan umbi porang karena saat ini tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Asep memaparkan, ada beberapa potensi yang dimiliki suweg sehingga mampu menjadi varietas unggulan jika dibudidayakan secara intensif. Secara ekologi, suweg mudah tumbuh di lahan apapun. Asep menemukan bahwa tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai ketinggian. Mulai dari di atas 1.000 mdpl hingga di bawah 500 mdpl. “Dari yang saya teliti, keberadaan suweg di lahan pekarangan penduduk tidak lepas dari intervensi manusia. Baik dengan sengaja ditanam tangkainya, ataupun tidak sengaja membuang benih lalu tumbuh,” ujarnya.

Dari kondisi ini, dipastikan bahwa suweg mampu tumbuh di lahan maupun kondisi apapun. Tanpa ada intervensi dari manusia, suweg dibuktikan mampu tumbuh sendiri. Hal ini menjadikan bahwa suweg dapat dibudidayakan dengan baik. “Dengan melihat indikator dataran saja, itu menunjukkan suweg spektrum tumbuhnya luas. Kalau dibudidayakan sangat potensial, terutama dengan adanya anomali iklim. Ia bisa potensial tumbuh dalam kondisi apapun,” papar Asep.*

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik Rifqi Ali Mubarok, Perindo Targetkan Kuasai Jabar di Pemilu 2029

    Lantik Rifqi Ali Mubarok, Perindo Targetkan Kuasai Jabar di Pemilu 2029

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Partai Perindo menegaskan posisi Jawa Barat sebagai pusat strategis perjuangan politik menuju Pemilu 2029. Dengan jumlah pemilih mencapai 35,9 juta jiwa, provinsi ini dinilai bukan sekadar target elektoral, melainkan fondasi utama dalam membangun kekuatan politik nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam pelantikan Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang digelar di Bandung, Minggu […]

  • Inilah Kalender Pelatihan di MOOC Pintar Triwulan Tiga 2024

    Inilah Kalender Pelatihan di MOOC Pintar Triwulan Tiga 2024

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Ciputat) — Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama (Kemenag) merilis kalender pelatihan daring terbaru untuk periode September hingga Desember 2024. Berbagai pelatihan telah tersedia pada platform Massive Open Online Courses (MOOC) Pintar yang bisa diakses melalui laman pintar.kemenag.go.id Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama, Mastuki, mengatakan, pelatihan yang disiapkan mencakup dua bidang utama: pendidikan […]

  • Join Joker8 Bonus Code for Explosive Wins Now

    Join Joker8 Bonus Code for Explosive Wins Now

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Ini 7 Perbedaan Kebijakan Beasiswa LPDP 2021 dengan 2022

    Ini 7 Perbedaan Kebijakan Beasiswa LPDP 2021 dengan 2022

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Bagi kamu yang sedang mencari peluang beasiswa, pendaftaran beasiswa tahap 2 LPDP akan dibuka mulai 4 Juli 2022. Beasiswa ini meliputi program beasiswa umum, afirmasi, dan targeted. Hanya saja, terdapat penyesuaian ketentuan dalam Beasiswa LPDP 2022 yang berbeda dengan tahun 2021 lalu, apa saja itu? Simak penjelasannya yang dikutip dari akun Instagram LPDP. 1. […]

  • Keren! Survei IPMB Kemenag Tercatat di Museum Rekor Indonesia

    Keren! Survei IPMB Kemenag Tercatat di Museum Rekor Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 14Komentar

    KANAL31.COM Survei Indeks Profesionalitas dan Moderasi Beragama (IPMB) yang digelar Kementerian Agama pada 27 Desember 2022 tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Kemenag tercatat sebagai kementerian/lembaga pemerintah yang pertama menggelar survei IPMB di Indonesia. Jumlah pesertanya juga sangat banyak, lebih dari 214 ribu. Survei ini digelar dengan Computer Asested Test (CAT) secara serentak dari 1.160 […]

  • Prof. Ulfiah Ingatkan Alumni, Bersyukur kepada Allah SWT dan Berbakti pada Orangtua

    Prof. Ulfiah Ingatkan Alumni, Bersyukur kepada Allah SWT dan Berbakti pada Orangtua

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, mengingatkan para alumninya agar tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT dan berhidmat kepada orangtua, atas kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan studi di Fakultas Psikologi, hingga bisa menyandang gelar sarjana. Prof. Ulfiah menyatakan hal itu saat melepas alumni (calon wisudawan), di […]

expand_less