Breaking News:
Beranda » BEWARA » Prof Mahmud Resmikan Rakernas dan Pertemuan Nasional Asprodi MKS se-Indonesia

Prof Mahmud Resmikan Rakernas dan Pertemuan Nasional Asprodi MKS se-Indonesia

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-BANDUNG

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud resmikan Pertemuan Nasional dan Rakernas perdana Asosiasi Prodi Manajemen Keuangan Syariah (Asprodi MKS) se-Indonesia. Kegiatan yang diadakan di Hotel Aryaduta pada 23-25 Mei 2022 ini berlangsung dalam tiga acara yaitu workshop, seminar, dan Rakernas.

Pembukaan dihadiri oleh Dekan FEBI UIN SGD Bandung, Dudang Gojali, Wakil Dekan I FEBI UIN SGD Bandung, Deni Kamaludin Yusup, Wakil Dekan II, Abdullah Safe’I, dan Wakil Dekan III, Muhammad Zaky. Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Jurusan di lingkungan FEBI UIN SGD Bandung.

Rektor mengamini dalam sambutannya, bahwa program studi dengan rumpun ilmu ekonomi banyak peminatnya. Maka dari itu, pesannya, tugas para program studi tersebut menguatkan kurikulum agar lulusannya ke depannya berdaya saing, ditunggu oleh orang-orang bukan antri dalam melamar kerja.

“Intinya dimana kita berada, mari kita kerjakan dengan baik posisi kita, Mengenai program studi mungkin bisa diseragamkan aspek- aspek umumnya, tapi tetap instingnya harus disesuaikan dengan kearifan lokal, karena pasti tiap-tiap daerah memiliki kultur tersendiri,” papar Rektor, Mahmud (Senin, 23/05/2022).

Kemudian, Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud juga berharap pada pertemuan ini dapat membangkitkan juga termasuk mengembangkan bisnis. Selain itu, Rektor melihat MKS dapat bersinergi dengan guru agama agar kita memiliki potensi ekonomi yang kuat di samping pula bisa menyelesaikan permasalahan tentang keagamaan.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Asosiasi Prodi MKS. Saya berharap dari teman-teman MKS muncul teori Manajemen Keuangan Syariah Keluarga, Organisasi, Instansi maupun sampai perusahaan,” harapnya.

Selanjutnya, Ketua Asosiasi Prodi MKS, Mukh. Yazid Afandi yang merupakan Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pertemuan kali ini merupakan dalam rangka penegasan eksistensi Asprodi MKS se Indonesia.
Pertemuan ini merupakan strategis yang luar biasa menurut kami. Pertama,penegasan eksistensi Prodi itu menurut kami tidak didasarkan pada keinginan oleh beberapa elit, tapi oleh penerimaan masyaarakat. Prodi yang paling banyak diminati di PTKIN yaitu Prodi MKS. Setidaknya itu yang terjadi di UIN SGD Bandung dan UIN Yogyakarta,” ungkap Mukh. Yazid Afandi.

Lalu yang kedua, Papar Mukh. Yazid, masyarakat saat ini sudah terlanjur mempercayakan kepada MKS karena peminat yang banyak tersebut. Sehingga menurut saya kira harus berbenah dengan menyamakan kurikulum agar masyarakat dapat diberikan kajian ekonomi dan keuangan syariah yang baik.

Ketua Panitia Pelaksana, Dadang Husen Sobana yang juga merupakan Sekjen Asprodi MKS melaporkan dalam sambutannya bahwa pertemuan perdana ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang berasal dari Kaprodi dan Sekprodi dari 15 Perguruan Tinggi.

Dadang Husen Sobana menjelaskan bahwa Asosiasi Prodi MKS se-Indonesia dideklarasikan pendiriannya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2020, kemudian dikukuhkan pada 30 November 2021. Sehingga Rakernas dan pertemuan nasional ini dapat diselenggarakan untuk pertama kalinya dengan tuan rumah MKS UIN SGD Bandung.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi sebelum workshop kurikulum dilakukan. Materi pertama merupakan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Sutan Emir Hidayat dengan pembahasan, “Strategi Menciptakan Alumni yang Unggul dan Kompetitif di Dunia Kerja pada Rumpun Eknomi Syariah”. Materi kedua, Implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka peluang dan tantangan yang disampaikan oleh Jajang W. Mahri yang merupkan Kaprodi Imu Ekonomi dan Keuangan Islam FPEB UPI Bandung. Kemudian materi ketiga, Sosialisasi Rekomendasi Nomenklatur Prodi di Lingkungan FEBI PTKIN/PTKIS oleh Sekjen Asosiasi FEBI se Indonesia (AFEBIS) yang juga merupakan Dekan FEBI IAIN Salatiga.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! Mahasiswa UIN Bandung Sabet 2 Penghargaan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut Tahun 2023 

    Top! Mahasiswa UIN Bandung Sabet 2 Penghargaan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut Tahun 2023 

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM – (Bandung) Dede Restu, Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati, Bandung berhasil meraih 2 piala bergengsi dalam perhelatan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut 2023 yang digelar di Hotel Harmoni, Cipanas, Garut, Kamis (23/11/2023). Ia menyabet juara kategori Best Enterpreneur dan Jajaka Kameumeut. Restu mengungkapkan bahwa perjuangan dan kerja kerasnya selama […]

  • Sumber Ekonomi Melimpah, Alumni FEBI tidak Boleh Kehilangan Kreativitas

    Sumber Ekonomi Melimpah, Alumni FEBI tidak Boleh Kehilangan Kreativitas

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. mengaku tidak terlalu cemas pada alumninya menjadi pengangguran alias tidak punya kegiatan, meski Badan Pusat Statistik (BPS) merasa miris dengan maraknya pengangguran di kalangan Generasi Z, hampir mencapai angka 10 juta, hingga menjadi ancaman serius […]

  • Unmuha Gencarkan Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus

    Unmuha Gencarkan Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-ACEH. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) mengadakan workshop mengenai “Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus”. Kegiatan workshop dalam rangka memotivasi para dosen dilingkungan fakultas hukum untuk bisa produktif menulis artikel dan mempublikasikannya ke dalam Jurnal Nasional maupun Internasional yang terakreditasi. Kegiatan Workshop penulisan jurnal internasional terindeks scopus tersebut mengundang narasumber Heru Susetyo, S.H., LL.M, M.Si, […]

  • Jelang Idulfitri: Tradisi Zakat dan 5 Tempat Terpercaya di Bandung untuk Menunaikannya

    Jelang Idulfitri: Tradisi Zakat dan 5 Tempat Terpercaya di Bandung untuk Menunaikannya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana religius yang khas di Kota Bandung. Selain dipenuhi kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Ramadhan, dan ngabuburit di berbagai sudut kota, masyarakat juga bersiap menunaikan zakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Muslim di Bandung yang dikenal religius sekaligus memiliki kepedulian […]

  • Jaksa Raksa Sakola, Kolaborasi Kejari – Bandung Ajak Dunia Pendidikan Melek Hukum

    Jaksa Raksa Sakola, Kolaborasi Kejari – Bandung Ajak Dunia Pendidikan Melek Hukum

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Kejaksaan Negeri bersama Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program Jaksa Raksa Sakola sebagai inisiatif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di dunia pendidikan. Peluncuran yang berlangsung di SMPN 2 Kota Bandung ini dihadiri oleh 400 peserta secara daring dan 600 peserta secara luring. Pada kesempatan tersebut, Penjabat Wali […]

  • Pesantren dan Feodalisme 

    Pesantren dan Feodalisme 

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Di pesantren, hidup dua kultur: Takzim dan feodalisme. Takzim adalah tradisi hormat pada guru, kyai, ulama karena ilmunya, feodalisme adalah penghormatan karena status, gelar, jabatan dan keturunan. Takzim adalah bagian dari adab mencari ilmu. Feodal adalah bagian dari kultur kekuasaan kuno dimana derajat orang dibedakan berdasarkan kelas sosial.   Di banyak pesantren, keduanya […]

expand_less