Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR, kanal31.com — Tadi siang saya bikin quote, kalau ente merasa telur ayam naik, bertelur sendiri. Warga Koptagul mendidih. Sekarang quote baru, “Kalau merasa hukum tak bisa lagi adil, bikin hukum sendiri.” Quote ngaco jangan disitasi ya!

 

Kalau Piala Dunia nanti pukul 04.00 pagi mempertemukan Prancis melawan Inggris untuk berebut posisi ketiga, hukum Indonesia sudah lebih dulu memainkan laga perebutan logika. Bedanya, di sepak bola cuma ada satu wasit. Di republik ini, wasitnya banyak, aturannya berubah-ubah, sementara publik disuruh jadi VAR yang layarnya sering mati sendiri.

 

Babak pertama dibuka Hotman Paris Hutapea. Dengan percaya diri ia memastikan kliennya, Febrie Adriansyah, tidak pernah menerima uang Rp50 miliar dari Tan Kian. Nol. Kosong. Bahkan lebih kosong dari dompet setelah bayar cicilan. Lalu Hotman melepaskan tendangan salto yang bikin stadion hening. “Kalau Tan Kian pemberi suap, kenapa dia tidak jadi tersangka?” Pertanyaan itu melayang tinggi, mungkin masih mengorbit bersama jawaban yang belum menemukan landasan.

 

Hotman juga mengingatkan perkara Asabri sudah berjalan jauh sebelum Febrie menjabat. Ibarat pemain baru masuk menit ke-89, tetapi begitu laga selesai malah dituduh mencetak gol bunuh diri. Sebagai penutup serangan, Hotman menyebut kliennya ikut mengembalikan uang negara hingga Rp430 triliun. Angka sebesar itu bisa bikin kalkulator minta cuti. Namun, katanya, perlakuannya malah seperti maling ayam. Republik ini memang penuh kejutan.

 

Masuk babak kedua, giliran Don Ritto. Kalau Febrie masih bisa menikmati kopi di kafe de’Clan yang menurut Hotman bukan miliknya, Don Ritto justru langsung mendapat kartu merah menuju Rutan C7 Kejaksaan Agung. Kuasa hukumnya, Handika Honggowongso, mengaku syok karena proses serah terima berjalan normal, tahu-tahu kliennya langsung ditahan.

 

Tim Don juga membantah cerita uang 5 juta dolar Singapura yang disebut berasal dari Fery Boboho. Mereka menyebut saksi Norman sudah membantah, tujuh pegawai money changer tidak mengakui transaksi itu, bahkan Fery Boboho disebut belum pernah diperiksa secara resmi. Waduh, ini bukan lagi drama hukum. Ini sinetron mirip Iran vs Amerika, kapan berhenti perang.

 

Lalu masuk babak paling absurd, perebutan aset. Hotman mengatakan rumah Sentul dan kafe de’Clan bukan milik Febrie, melainkan dikelola Don Ritto sejak 2022. Di sisi lain, Don mengaku uang ratusan miliar dan emas batangan 74 kilogram yang ditemukan di rumah Sentul memang miliknya untuk operasional yayasan dakwah dan pendidikan yang membina sekitar 700 santri Papua dan Maluku.

 

Publik langsung melongo. Tujuh puluh empat kilogram emas? Itu bukan cadangan yayasan, itu sudah seperti gudang logam mulia yang nyasar ke ruang tamu. Rumah Sentul pun berubah menjadi bola pertandingan. Ditendang ke kubu sini, disundul ke kubu sana. Semua mengaku benar. Sementara rakyat cuma jadi penonton yang bingung siapa sebenarnya pemilik gawang.

 

Di tengah kekacauan itu, saya jadi teringat ucapan Presiden Prabowo yang sempat viral, “Kalau beras mahal, tanam sendiri.” Semoga jangan sampai lahir versi satirenya, kalau hukum makin tidak jelas, bikin hukum sendiri. Ups. Kalau bingung siapa tersangka, tentukan sendiri. Kalau bingung siapa pemilik aset, klaim sendiri. Jangan sampai republik ini berubah menjadi minimarket hukum swalayan. Ambil pasal di rak kiri, pilih penyidik di lorong tengah, lalu bayar putusan di kasir.

 

Akhirnya, kalau Prancis dan Inggris nanti masih berebut posisi ketiga dengan aturan FIFA yang jelas, liga hukum republik ini justru lebih seru. Semua berebut bola, tetapi gawangnya pindah setiap lima menit. Yang paling kasihan cuma satu, logika. Sejak peluit pertama berbunyi, dia sudah ditandu keluar lapangan. Gayang ini mirip amplop di kasus Raja Juli vs Bupati Kuansing, tidak tahu apa isinya.

 

“Pusing saya, Bang. Hukum kok gini amat sih bila berhadapan dengan petinggi hukum.”

 

“Tenang, wak. Targetnya tercapai, Febrie sudah diamputasi. Soal gimana nanti, akan dilupakan begitu saja. Bagus seruput Koptagul, wak!”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat menggelar Orasi Ilmiah dan Dialog Publik bertajuk “Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan: Kolaborasi Sipil untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Krisis Lingkungan”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, diikuti oleh 60 peserta luring di Aula PKBI Jawa Barat, […]

  • Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —   Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”? Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.   Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.   1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” […]

  • Wamenag Beberkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan

    Wamenag Beberkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i memaparkan inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) saat menerima kunjungan Menteri Besar Kelantan Malaysia, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud, di Kantor Pusat Kemenag RI.   “Kami memiliki mushaf Al-Qur’an yang belum ada di dunia, yakni Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas […]

  • Benchmarking ke UIN Walisongo, UIN Bandung Siapkan Akreditasi Internasional ACQUIN Prodi Akuntansi Syariah 

    Benchmarking ke UIN Walisongo, UIN Bandung Siapkan Akreditasi Internasional ACQUIN Prodi Akuntansi Syariah 

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 1Komentar

    SEMARANG, kanal31.com — Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke Prodi Akuntansi Syariah UIN Walisongo Semarang, Rabu (22/7/2026).   Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung dalam mengikuti proses akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute).   […]

  • Lebih dari Sekadar Mengajar, Dekan FEBI UIN Bandung Dorong Dosen Wujudkan Mimpi Mahasiswa

    Lebih dari Sekadar Mengajar, Dekan FEBI UIN Bandung Dorong Dosen Wujudkan Mimpi Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Sebagai langkah strategis mematangkan persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bandung menggelar Rapat Dosen, Rabu (19/08/2026). Pertemuan ini berfokus pada peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi melalui profesionalisme pendidik, tata kelola terintegrasi, dan pembentukan karakter mahasiswa. Dekan FEBI UIN Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, […]

  • Keren! York College of Pennsylvania Berikan Dean’s List ke Santi Agustin, Peserta MOSMA Kemenag 2023

    Keren! York College of Pennsylvania Berikan Dean’s List ke Santi Agustin, Peserta MOSMA Kemenag 2023

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) terbukti memberi ruang bagi para mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) untuk unjuk prestasi di kampus luar negeri. Prestasi itu antara lain diraih Santi Agustin, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Setelah menjalani kuliah lebih kurang enam bulan, dia meraih Dean’s List untuk semester […]

expand_less