Sabtu, 31 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » WIRAUSAHA » 3 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

3 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
  • comment 0 komentar

KANAL31.COM

Kisah inspiratif pengusaha sukses di Indonesia bisa menjadi pelajaran dalam berbisnis. Terutama bagi kamu yang baru merintis usaha.

Tidak pernah ada jalan mulus bagi seorang pebisnis hingga ia menjadi sukses. Pasti ada pasang-surut dan jatuh bangun dalam membangun bisnis.

Kegigihan, ketekunan, dan selalu mencari solusi merupakan nilai yang harus ada pada pebisnis. Hal-hal itulah yang ada dalam deretan pengusaha sukses di Indonesia.

Siapa saja mereka? Dalam artikel ini akan dibahas satu per satu kisah inspiratif mereka.

Siapa tahu, kisahnya ada yang bisa menjadi motivasimu untuk merintis atau mengembangkan bisnis yang sudah dijalani.

Pengusaha Sukses di Indonesia
Ada banyak pengusaha sukses di Indonesia, tetapi tidak semuanya memiliki kisah inspiratif yang dapat memberi kita motivasi.

Berikut 3 daftar sejumlah pengusaha sukses di Indonesia yang dapat kamu resapi kisahnya, pelajari, hingga dijadikan panutan dalam mengembangkan bisnis, seperti dilansir SIRCLO

1. Sudono Salim

Nama Sudono mungkin tidak dikenal oleh banyak orang. Namun kamu tentunya tidak asing dengan BCA, Indofood, dan Bogasari.

Semua perusahaan itu didirikan oleh Sudono Salim. Lelaki bernama asli Leim Sioe Liong ini, awalnya merupakan imigran asal Tiongkok yang merantau ke Indonesia.

Sudono lahir di keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Hidupnya sangat miskin, hingga membuatnya harus putus sekolah pada usia 15 tahun karena masalah keuangan.

Pada usia 20-an, Sudono merantau ke Indonesia menyusul kakaknya. Awalnya ia bekerja menjadi buruh pabrik, kemudian mulai menjalankan bisnisnya sendiri.

Bisnis pertamanya yaitu perdagangan minyak kacang dan pemasok cengkeh untuk perusahaan rokok di Kudus dan Semarang.

Bisnisnya berkembang hingga pada 1945, ia menjadi pemasok obat-obatan untuk tentara Revolusi Nasional Indonesia.

Pada akhir 1950-an, Sudono pindah ke Jakarta dan bisnisnya lebih berkembang lagi. Bersama sejumlah pebisnis lainnya, ia bekerja sama membangun bisnis yang kini kita kenal.

Berturut-turut pada 1960 ia mendirikan Bank Central Asia (BCA), pada 1970 mendirikan PT Bogasari, dan pada 1975 mendirikan PT Indocement Tunggal Perkasa.

Dari situ, bisnisnya berkembang ke ranah lain, seperti Indofood, Indomobil, Indomaret, Indomilk, dan Indosiar.

Pengusaha sukses di Indonesia ini menyerahkan manajemen perusahaan kepada putra bungsunya pada 1992. Ia meninggal pada 10 Juni 2012.

2. Chairul Tanjung
Pengusaha sukses di Indonesia lainnya, yaitu Chairul Tanjung atau CT. Jika kamu sering menonton di saluran televisi Trans TV dan Trans7, keduanya merupakan milik CT.

Perusahaannya, CT Corp, membawahi sejumlah anak perusahaan. Grup ini memiliki anak usaha Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

Perjalanan CT hingga bisa ke titik suksesnya tidak mudah. Ia lahir dari keluarga menengah ke bawah, yang mana ayahnya berprofesi sebagai wartawan pada masa Orde Lama.

Saat kuliah, potensi CT dalam berbisnis mulai tumbuh.

Didorong oleh kebutuhan membiayai kuliah, CT mulai berdagang buku, buka jasa fotokopi, hingga pembuatan kaus.

Usahanya tidak selalu berhasil, tak jarang ia harus menghadapi kebangkrutan. Mulai dai mendirikan toko kedokteran dan laboratorium, usaha kontraktor, hingga usaha rotan.

Namun, dari pengalamannya menghadapi berbagai kegagalan, CT akhirnya menemukan titik terang. Ia kini menjadi salah satu konglomerat Indonesia dengan CT Group miliknya.

3. Ciputra

Pendiri Ciputra Group ini memiliki nama asli Tjie Tjin Hoan. Ia merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia yang menguasai beberapa bisnis properti.

Masa kecilnya tidak bisa dibilang bahagia. Ketika berusia 12 tahun, ayahnya meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena dianggap sebagai mata-mata Belanda.

Ia pun terlambat masuk sekolah karena Indonesa saat itu masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda dan Jepang. Namun, ia berhasil masuk ITB di jurusan arsitektur.

Perjalanannya sebagai pebisnis dimulai di bangku kuliah. Bersama kedua teman kuliahnya, Ismail Sofyan dan Budi Brasali, Ciputra mendirikan PT Daya Cipta pada 1957.

Pada 1960, Ciputra lulus dari ITB dan pindah ke Jakarta. Bisnisnya mulai berkembang di Ibu Kota.

Banyak proyek yang ditanganinya, mulai dari pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen, Taman Impian Jaya Ancol, hingga Bintaro Jaya.

Selain Grup Jaya, Ciputra mengembangkan jaringan perusahaannya yang lain, yaitu Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra.

Ciputra tidak selalu fokus pada bidang properti.

Pada usianya yang ke-75, ia mengembangkan bidang pendidikan dan mendirikan Universitas Ciputra. Universitas ini menitikberatkan pendidikannya pada kewirausahaan.

Ciputra meninggal dunia di di Singapura pada 27 November 2019. Ia menutup usianya pada 88 tahun.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIAMIS, kanal31.com – Ironis, biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang seharusnya hanya Rp.5 juta, tetapi peserta yang dinyatakan lulus seleksi malah diminta bayar Rp.6 juta. Hal itu diketahui setelah beberapa orang peserta PPG asal Kabupaten Ciamis yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku ke reporter kanal31.com membayar Rp.6 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sumber terpercaya yang dihimpun […]

  • Pelatihan, Penulisan Artikel Ilmiah Standar dan Cara Bergabung

    Pelatihan, Penulisan Artikel Ilmiah Standar dan Cara Bergabung

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Pegiat Kelas Menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Selama ini kami bergerak di bidang pelatihan penulisan artikel ilmiah standar. Disebut standar mengingat secara umum artikel ilmiah memiliki pola yang baku. Karena polanya yang baku ini sehingga dipastikan pelatihan penulisan artikel ilmiah berlangsung efektif. Kami telah berusaha mencari model pelatihan yang […]

  • Mahasiswa Baru Akuntansi Syariah UIN Bandung Wajib Kenali, Pahami, dan Siap Berprofesi

    Mahasiswa Baru Akuntansi Syariah UIN Bandung Wajib Kenali, Pahami, dan Siap Berprofesi

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Studium Generale yang bertempat di Aula Lt. 2 Gedung FEBI, Jumat (4/10/2024). Acara yang bertajuk “Implementasi Akuntansi Syariah dalam Praktik Bisnis Pegadaian: Tantangan dan Peluang” ini menghadirkan Anton Budiono, S.E., (Pimpinan Cabang Pegadaian Cabang Pungkur) dan Dela […]

  • Diskusi Film “Hijrah Digital” Ajak Mahasiswa UIN Bandung Refleksi Literasi dan Peran AI dalam Keberagamaan

    Diskusi Film “Hijrah Digital” Ajak Mahasiswa UIN Bandung Refleksi Literasi dan Peran AI dalam Keberagamaan

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa diskusi film Hijrah Digital yang berlangsung di Aula Selatan Pascasarjana, Kamis, (15/5/2025) Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan UIN Bandung dan merupakan bagian dari program PKM S2 SAA yang […]

  • Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Kota Bandung memang telah diakui sebagai kota kreatif. Beragam kreativitas muncul dari warganya. Termasuk soal bahan dasar kulit. Hampir semua orang telah mengenal sepatu kulit yang berasal dari kulit buaya, biawak, atau kulit ular.   Mengutip dari laman Bandung, dengan kreativitas di Kota Bandung ada sepatu kulit yang berasal dari ceker ayam, produk dari sepatu […]

  • Selamat! Jurnal Lektur Keagamaan Kini Terindeks Scopus

    Selamat! Jurnal Lektur Keagamaan Kini Terindeks Scopus

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan publikasi ilmiah keagamaan. Jurnal Lektur Keagamaan (JLKa) yang terbit sejak 2003 di bawah naungan Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, terindeks di Scopus pada 17 Juli 2025. Kabar ini disampaikan Editor in Chief JLKa, Mulyawan Safwandy Nugraha. Dosen […]

expand_less