Breaking News:
Beranda » BEWARA » Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM

Sebagai negara maritim, Indonesia dapat memanfaatkan peningkatan kualitas ekonomi dengan menyerap konsep blue economy (ekonomi biru). Menurut Bank Dunia, ekonomi biru adalah pemanfaatan sumber daya laut yang berwawasan lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut. Ada berbagai sektor yang termasuk di dalamnya, seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi air, pengelolaan limbah, hingga mitigasi perubahan iklim.

Pada sektor perikanan, nelayan menjadi target utama dalam penerapan konsep ekonomi biru. Pengelolaan supply chain sumber daya laut menjadi wawasan dan pengetahuan yang perlu mereka pahami untuk mempertahankan kebermanfaatan ekosistem laut.

Melihat manfaat ekonomi biru bagi nelayan, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) melalui tim pengabdian masyarakat (pengmas) yang terdiri dari Hadining Kusumastuti, S.Sos., M.Ak, CA, CMA, CRMP; Dr. Diaz Pranita, M.M.; dan Mila Viendyasari, S.Sos., M.Si., memberikan pelatihan literasi keuangan kepada nelayan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Ketua pengmas, Hadining Kusumastuti S.Sos., M.Ak, CA, CMA, CRMP mengungkapkan bahwa pemanfaatan konsep ekonomi biru dalam pengmas ini dapat bermanfaat untuk segala aspek sampai pada pemerataan ekonomi perikanan nasional.

Program pengmas yang dilaksanakan mengedepankan konsep ekonomi biru. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan laut, ekonomi biru juga dapat membuka peluang investasi, lapangan pekerjaan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional karena distribusi pertumbuhan ekonomi perikanan cenderung ke wilayah Timur Indonesia, sehingga turut meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah. Tim tersebut berharap kegiatan pengmas ini dapat membangun kesadaran pemangku kepentingan yang ada di Kepulauan Seribu untuk segera mendorong perbaikan pariwisata sesegera mungkin.

Persoalan keuangan yang kerap mendera keluarga nelayan juga memerlukan perhatian agar ekonomi biru dapat berjalan optimal. Itu sebabnya, pelatihan literasi keuangan terhadap keluarga nelayan di Pulau Tidung juga diberikan sebagai bagian dari solusi.

Ketika nelayan sudah melek keuangan mereka dapat menghitung dengan cermat potensi pendapatan dari melaut dan pos pengeluaran apa saja sesuai prioritas. Literasi keuangan diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga pulau lainnya untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang baik. Hal ini turut menjadi penentu kestabilan ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu, khususnya Pulau Tidung, sehingga ketika konsep ekonomi biru telah berjalan dengan baik, masyarakat sudah siap menikmati hasilnya dan juga berdampak pula dengan budaya pariwisata yang lebih tertata.

Untuk membangun ekonomi biru itu, survei dan observasi bersama dengan dinas-dinas terkait di beberapa pulau Kepulauan Seribu telah dilakukan. Temuan penting yang perlu segera diperbaiki untuk menunjang ekonomi biru adalah kebersihan laut dan kebersihan lingkungan penginapan. Sampah masih terlihat menggunung dan berserakan, serta kualitas air bersih belum merata, sehingga para pemangku kepentingan dan juga masyarakat harus bekerja sama untuk menuntaskan masalah tersebut.

Kegiatan pengmas yang dilaksanakan Vokasi UI ini didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI. Dari kegiatan ini akan dikembangkan dan diintegrasikan penelitian berjudul “Literasi Keuangan Keluarga Nelayan Sebagai Bagian Pengembangan Ekonomi Biru di Kepulauan Seribu”.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E, Ph.D., mendukung terlaksananya kegiatan pengmas ini. “Pemanfaatan konsep ekonomi biru dapat menjadi angin segar yang akan membangkitkan pariwisata, serta mengubah pola pikir masyarakat agar dapat mengelola pariwisata dengan lebih baik dan bertanggung jawab. Saya harap program ini dapat terus berlanjut, sehingga menjadi tolok ukur bagi sektor industri perairan di daerah lainnya demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” kata Padang menjelaskan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa! IAIN Kendari Pecahkan Rekor Tercepat Tuntas Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa

    Luar Biasa! IAIN Kendari Pecahkan Rekor Tercepat Tuntas Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KENDARI Mahasiswa tengah didorong untuk melakukan penguatan skills dalam penulisan akademik. Sebab, penulisan akademik merupakan ruh utama mercusuar pendidikan tinggi. Sebagai bentuk komitmen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari untuk penguatan skills akademik mahasiswa maka digelar acara bertajuk Seminar Nasional dan Pendampingan Kelas Menulis. Acara tersebut bertujuan untuk membentuk Kelas Menulis, pelatihan penulisan […]

  • Rektor Berharap Prodi Akuntansi Syariah Terakreditasi Unggul

    Rektor Berharap Prodi Akuntansi Syariah Terakreditasi Unggul

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menegaskan bahwa proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tidak sebatas kewajiban, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memacu diri dan meraih berbagai peluang dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Rektor menegaskan hal itu pada saat membuka acara Asesmen Lapangan […]

  • UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025). Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa […]

  • Menanti Fajar Kesetaraan di Kampus Hijau: Akankah UIN Bandung Dipimpin Rektor Perempuan?

    Menanti Fajar Kesetaraan di Kampus Hijau: Akankah UIN Bandung Dipimpin Rektor Perempuan?

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      Oleh: Nanang Sungkawa* Riuh tepuk tangan dan tawa renyah seketika memecah keheningan Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa siang (09/06/2026). Di atas podium, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melontarkan sebuah kalimat yang bukan sekadar seloroh, melainkan sebuah sinyalemen politik yang sarat makna. “Sudah sembilan perempuan yang menjabat […]

  • UIN Bandung Gelar Talkshow Moderasi Masyarakat Digital: Bersama Membangun Peradaban

    UIN Bandung Gelar Talkshow Moderasi Masyarakat Digital: Bersama Membangun Peradaban

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dengan semangat membangun ruang digital yang sehat dan inklusif, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Talkshow Moderasi Masyarakat Digital bertajuk “Bersama Membangun Peradaban”, yang berlangsung di Aula FSH Lantai 4, Rabu (26/11/2025) Acara ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai bidang, yaitu Wakil Dekan I FSH Dr. H. […]

  • Jejak Skeptisisme dalam Epistemologi Modern

    Jejak Skeptisisme dalam Epistemologi Modern

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ada masa ketika pengetahuan diyakini sebagai cermin yang jernih, yang memantulkan dunia sebagaimana adanya. Manusia merasa berada di posisi istimewa dalam semesta sebagai makhluk rasional yang mampu menyingkap hakikat realitas melalui kekuatan akalnya. Di bawah terang pencerahan, keyakinan ini menjadi hampir seperti iman baru, bahwa segala sesuatu yang dapat dipahami dengan jelas […]

expand_less