Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
  • comment 0 komentar

SPI-BANDUNG

Sering dijumpai “kekeliruan” dalam karya ilmiah, yaitu teori tidak dipakai dalam analisis. Hal ini umum terjadi pada skripsi.

Demikian seperti diungkapkan Dr. Lina Meilinawati, M. Hum., Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, saat melakukan penelitian ke sejumlah karya ilmiah (Arief Maulana, 26/05/2021, Unpad).

Menurut Pedoman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, skripsi harus mencantumkan teori yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan utama dalam melakukan pembahasan. Permasalahan utama dalam Pedoman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebut lacuna.

Sejauh ini, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berusaha mengarahkan agar proposal skripsi mencantumkan teori. Teori utama pasti merupakan teori/ilmu bidang studi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta biasanya mengarahkan integrasi interkoneksi sebagai payung teori. Teori ini yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan utama di bagian pembahasan.

Meminjam Pedoman Universitas Gadjah Mada (UGM), teori yang digunakan (dalam penelitian) merupakan objek formal, sedangkan permasalahan utama (yang akan dibahas oleh teori tersebut) adalah objek materialnya.

Kelas Menulis FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung menemukan terkadang ada skripsi yang menggunakan dua teori. Misalnya, “Kebahagiaan dalam al-Qur’an menurut Psikologi.” Jika meminjam pedoman UGM, maka objek formal penelitian ini adalah teori/ilmu al-Qur’an atau Tafsir, yang akan dipertajam oleh teori psikologi dalam membahas (menganalisis) kebahagiaan (dalam al-Qur’an) sebagai objek materialnya.

Demikianlah upaya mengatasi apa yang dipandang sebagai “kekeliruan” dalam penulisan karya ilmiah.

Bandung, 06 Juli 2022
Wahyudin Darmalaksana, Kelas Menulis FU UIN UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara, Kemenag Sabet Terbaik III

    Komitmen Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara, Kemenag Sabet Terbaik III

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) Pusdiklat Tenaga Administrasi Balitbang Diklat Kemenag meraih prestasi dalam komitmen pengembangan SDM pengelola keuangan negara (PKN). Pusdiklat Kemenag meraih terbaik III pada acara yang digelar Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan ini diberikan pada gelaran Forum Koordinasi Pembelajaran Keuangan Negara. Mengusung tema Standardisasi Kompetensi SDM dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan […]

  • 5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk, tetapi juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia, Bandung memiliki berbagai macam hidangan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari makanan tradisional hingga modern. Salah satu daya tarik kuliner […]

  • Top! 40 Pesantren Miliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

    Top! 40 Pesantren Miliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31. com — Pondok pesantren ikut terlibat aktif dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini ditandai dengan berdirinya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah pesantren.   Direktur Pesantren Basnang Said mengatakan, ada 40 SPPG yang kini dikelola pesantren. “Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 40 titik pesantren yang […]

  • Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”. Krisis Identitas Personal Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. […]

  • Kelas Menulis-Sentra Publikasi Indonesia: Agendakan Konferensi Mahasiswa Lintas Kampus Dalam dan Luar Negeri

    Kelas Menulis-Sentra Publikasi Indonesia: Agendakan Konferensi Mahasiswa Lintas Kampus Dalam dan Luar Negeri

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Konferensi Mahasiswa Ke-3 Tahun 2022 kembali digelar. Konferensi ini membuka peluang presentasi artikel hasil riset kemitraan dosen dan mahasiswa lintas pendidikan tinggi. Penyelenggara menyiapkan beberapa parallel presentasi. Agenda parallel 1 berlangsung melalui Zoom Senin (30/05/2022) Pukul 09.00-11.30 WIB. Presenter masing-masing tampil 3 menit. Presenter parallel 1 Dafis Heriansyah UIN Raden Fatah Palembang, Fajar Khaswara UIN Sunan […]

  • Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi penyuluh lintas agama dalam menjaga ekosistem toleransi yang rukun hingga ke akar rumput. Hal ini ia sampaikan dalam rapat rutin bersama Pejabat dan Staf Ahli Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Menag menilai, tantangan kerukunan umat beragama di era digital semakin kompleks. Isu yang […]

expand_less