Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-BANDUNG

Sering dijumpai “kekeliruan” dalam karya ilmiah, yaitu teori tidak dipakai dalam analisis. Hal ini umum terjadi pada skripsi.

Demikian seperti diungkapkan Dr. Lina Meilinawati, M. Hum., Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, saat melakukan penelitian ke sejumlah karya ilmiah (Arief Maulana, 26/05/2021, Unpad).

Menurut Pedoman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, skripsi harus mencantumkan teori yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan utama dalam melakukan pembahasan. Permasalahan utama dalam Pedoman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebut lacuna.

Sejauh ini, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berusaha mengarahkan agar proposal skripsi mencantumkan teori. Teori utama pasti merupakan teori/ilmu bidang studi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta biasanya mengarahkan integrasi interkoneksi sebagai payung teori. Teori ini yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan utama di bagian pembahasan.

Meminjam Pedoman Universitas Gadjah Mada (UGM), teori yang digunakan (dalam penelitian) merupakan objek formal, sedangkan permasalahan utama (yang akan dibahas oleh teori tersebut) adalah objek materialnya.

Kelas Menulis FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung menemukan terkadang ada skripsi yang menggunakan dua teori. Misalnya, “Kebahagiaan dalam al-Qur’an menurut Psikologi.” Jika meminjam pedoman UGM, maka objek formal penelitian ini adalah teori/ilmu al-Qur’an atau Tafsir, yang akan dipertajam oleh teori psikologi dalam membahas (menganalisis) kebahagiaan (dalam al-Qur’an) sebagai objek materialnya.

Demikianlah upaya mengatasi apa yang dipandang sebagai “kekeliruan” dalam penulisan karya ilmiah.

Bandung, 06 Juli 2022
Wahyudin Darmalaksana, Kelas Menulis FU UIN UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Dr. Dedah Jubaedah, M.Si: Konsistensi dalam Dedikasi, Inklusivitas, dan Perjuangan Kesetaraan

    Prof. Dr. Dedah Jubaedah, M.Si: Konsistensi dalam Dedikasi, Inklusivitas, dan Perjuangan Kesetaraan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

      “Dalam bidang Sosiologi Hukum, kehadiran Prof. Dedah Jubaedah, M.Si sangat krusial. Keahliannya akan menjembatani aspek hukum formal dengan realitas sosial, terutama dalam isu kesetaraan gender, memberikan perspektif yang lebih adil dan empatik dalam penegakan hukum di Indonesia.” Prof. Dr. Dedah Jubaedah, M.Si. adalah bukti nyata bahwa ketekunan yang dibalut dengan kerendahan hati akan membuahkan […]

  • Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

    Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri presiden, kerap muncul penilaian yang reduktif: biaya, protokoler, dan angka-angka anggaran. Padahal, membaca kebijakan luar negeri hanya dari neraca pengeluaran adalah cara pandang yang terlalu sederhana.   Negara bukan sekadar entitas administratif, melainkan organisme politik yang hidup dari relasi, kepercayaan, dan posisi strategis dalam […]

  • Pertautan Holistik

    Pertautan Holistik

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, di tengah konflik geopolitik yang mengancam masa depan umat manusia, bangsa-bangsa perlu kembali belajar ilmu kebijaksanaan: ilmu saling mengasihi dan memberi, bukan saling memusuhi dan merampas. Sadarilah, masa depan Barat terbit di Timur. Banyak kebijaksanaan yang kini dicari dunia—keselarasan dengan alam, keseimbangan batin, kesadaran spiritual—telah lama berakar dalam tradisi Timur. Ketika peradaban […]

  • Top! Mahasiswa UGM Juara 1 Desain Kendaraan Listrik di Ajang Formula-E Jakarta

    Top! Mahasiswa UGM Juara 1 Desain Kendaraan Listrik di Ajang Formula-E Jakarta

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Ajang Formula-E Jakarta yang digelar pada awal bulan Juni 2022 ini turut menjadi tempat unjuk kemampuan oleh mahasiswa UGM. Diketahui, selain mengadakan Grand Prix Formula-E, lembaga penyelenggara Formula-E Jakarta, Jakpro, turut mengadakan kompetesi desain kendaraan listrik untuk tingkat mahasiswa sebagai acara penyerta. Melalui kompetisi ini, tim mahasiswa UGM pun menunjukkan bahwa mereka mempunyai desain kendaraan listrik […]

  • 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat. Apa Aja

    6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat. Apa Aja

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini.   1. Membersihkan dan Menghias Rumah   Menjelang […]

  • Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BOGOR Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian. Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, […]

expand_less