Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » Ayo Tinjau Integrasi Seni dan Teknologi Bersama Prof. I Gede Wenten

Ayo Tinjau Integrasi Seni dan Teknologi Bersama Prof. I Gede Wenten

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
  • comment 0 komentar

SPI-BANDUNG 

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB mengadakan webinar bertajuk Dialog Seni dan Tenologi pada Rabu (20/7/2022). Pada Webinar kali ini, FSRD ITB mengundang narasumber Prof. I Gede Wenten dipandu dengan penanggap Dr. Andryanto Rikrik Kusmara. Pelaksanaan webinar berlangsung secara daring melalui platform Zoom.

Prof. I. Gede Wenten saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB. Ia juga merupakan Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riset-riset Prof. Wenten menjadi salah satu tolak ukur bagi Indonesia karena pencapaiannya yang tinggi. Beliau memiliki banyak penghargaan untuk penelitian serta inovasi-inovasi yang telat diciptakan. Prof. Wenten juga pernah bekerja sama dengan salah satu Dosen Seni Rupa ITB yakni Tisna Sanjaya, S.Sn., M.A., Ph.D., dalam proyek integrasi teknologi dan seni dalam filtrasi air sungai yang dinamakan Mata Air Ibu di Imah Budaya Cigondewah.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki motto globally respected and locally relevan, ITB sedang berusaha melebarkan perannya dalam pengabdian masyarakat. Namun, hal tersebut dilakukan dengan prinsip basis ilmiah yang kuat. Prof. Wenten mengatakan bahwa harapan ke depannya pengabdian masyarakat ITB benar-benar dimaksimalkan.

Berkaitan dengan kolaborasinya dengan Tisna Sanjaya, S.Sn., M.A., Ph.D., Prof. Wenten berkata bahwa integrasi teknologi dan seni dimulai dari bagaimana alam bisa diubah menjadi lebih seni dan memiliki nilai jual. Ia berpikir bahwa ranah Seni Rupa bersatu dengan teknologi maka akan menjadi sesuatu.

“Ditambah lagi FSRD ITB sudah berkelas dunia dengan hasil-hasil penelitiannya, apalagi jika nantinya local content-nya tinggi serta kearifan lokalnya kuat, maka hal itu akan membawa dampak semakin harum ke kancah dunia,” ujar Prof. Wenten

Sebelumnya Prof. Wenten pernah bekerja sama dengan FSRD ITB dalam Proyek IGW Emergency Ultrafilter. Alat tersebut merupakan alat filtrasi air manual menggunakan pompa tangan saja hingga air kotor dapat menjadi air yang jernih. Dari tahun ke tahun inovasi tersebut selalu berkembang menuju efisiensi yang semakin maksimal. Hal itu ditandai dengan inovasi kesekian dari teknologi tersebut berupa IGW Green Ultrafilter yang meraih gold medal Ganesha Innovation Award. Cara kerja teknologi tersebut cukup sederhana, namun cukup berdampak bagi lingkungan yaitu dengan memasukkan air kotor atau bekas banjir ke dalam alat tersebut sehingga air tersebut akan menjadi jernih kembali.

Prof. Wenten menyampaikan bahwa Blue/Ocean Economy mulai berkembang sekarang, khususnya pada sektor living marine resource. Di Indonesia, keramba digunakan untuk budidaya ikan, teknologi yang sederhana, namun dampaknya besar. Menurut Prof. Wenten, akan lebih baik dikreasikan lebih lagi dengan membuat teknologi keramba yang canggih.

“Misalnya atapnya menggunakan solar panel untuk sumber pembangkit listrik, lalu dibuat control room di bagian tengah-tengahnya, bisa juga dilengkapi dengan teknologi penjernih air agar dapat dibuat air minum. Hal itu juga masih dapat lagi dikembangkan misalnya dengan membuat seawater desalination plant sekaligus menghasilkan garam,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB itu.

Hal lain yang menjadi gagasan Prof. Wenten di bidang seni adalah Modern Tropical Coastal Civilization. Hal itu dengan mempertimbangkan carbon credit, aquaculture/ocean farming, energy/electricity, mineral/water, recreational, dan maaritime security. Gagasan ini semacam ide untuk membangun peradaban baru di pesisir pantai tropis karena selama ini kita kurang memaksimalkan pesisir kita. “Hal itu harus dipertimbangkan lagi karena Indonesia memiliki 17.000 pulau dan merupakan negara yang ada di garis equator,” ujarnya.

Selain dari sisi teknologi, Prof. Wenten mengharapkan gagasan membangun infrastruktur maritim nusantara juga dapat dipertimbangkan dari perspektif seni dan budaya.

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BUKA PELUANG DEPAK BJBS, LIRIK BSI

    BUKA PELUANG DEPAK BJBS, LIRIK BSI

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    UIN Bandung Incar Kompensasi Lebih Menguntungkan?  BANDUNG, kanal31.com – Layanan Bank Jabar Syariah (BJBS) terhadap nasabah yang terdiri atas karyawan dan dosen Universitas Islam Negeri Sunan (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung masih terkendala. Sudah lebih dari satu bulan, nasabah BJBS tidak bisa melakukan transaksi secara online melalui Mobile Banking, mengambil uang tunai di gerai Anjungan […]

  • Workshop Jurnalistik UIN Bandung, Saatnya Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

    Workshop Jurnalistik UIN Bandung, Saatnya Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Prodi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar workshop bertema “AI for Journalist” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Senin (6/10/2025). Acara ini menghadirkan narasumber Dr. H. Enjang Muhaemin, M.Ag., dosen Jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi, sekaligus Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, dan praktisi media. Workshop […]

  • Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

    Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

    • calendar_month Kam, 26 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki 55 Guru Besar (profesor). Mereka pemegang otoritas tertinggi di bidang akademik, karena perannya sebagai motor penggerak berbagai aktivitas di kampus. Mereka juga menjadi ikon universitas karena kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga performa lembaganya menjadi bergengsi dan bereputasi. Karena perannya yang istimewa, wajar kalau ada regulasi yang […]

  • Gali Potensi Non-Akademik, UIN Bandung Gandeng Campus League Cetak Mahasiswa Berkarakter

    Gali Potensi Non-Akademik, UIN Bandung Gandeng Campus League Cetak Mahasiswa Berkarakter

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperluas jejaring strategis demi mendongkrak prestasi mahasiswa di bidang non-akademik. Langkah ini ditegaskan saat Wakil Rektor III UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, MA, menerima audiensi dari manajemen Campus League di Ruang Rapat Gedung Al-Jamiah Lantai IV, Rabu (20/5/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri […]

  • Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Terpilih Dilantik 6 Februari

    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Terpilih Dilantik 6 Februari

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM – Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih dijadwalkan berlangsung pada 6 Februari 2025 di Jakarta. Demikian kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung Khoirul Anam Gumilar. Ia menyebutkan, bahwa pelantikan pada 6 Februari 2025 tersebut khusus bagi kepala daerah tak bersengketa dalam Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) di Mahkamah Konstitusi […]

  • Gus Yahya: Tidak Cukup Jadikan NU sebagai Organisasi Canggih, Tapi Kuat dan Beradab

    Gus Yahya: Tidak Cukup Jadikan NU sebagai Organisasi Canggih, Tapi Kuat dan Beradab

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa tidak cukup hanya menjadikan NU sebagai organisasi yang canggih. Sebab, hal tersebut barangkali hanya bisa dinikmati oleh elite saja. Karenanya, perlu pemikiran untuk membangun peradaban untuk masa depan. Hal demikian bisa lebih dinikmati kemaslahatannya di semua elemen masyarakat yang lebih luas. […]

expand_less