Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Tips Menulis di Jurnal Internasional Scopus Ala Bang Idham

Tips Menulis di Jurnal Internasional Scopus Ala Bang Idham

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Kamis, 11 Agt 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JAKARTA

Prestasi membanggakan ditorehkan Idhamsyah Eka Putra, seorang dosen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI). Pria yang akrab disapa bang Idham, ini memperoleh penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Insan Indonesia yang Mempublikasikan Tulisan di Jurnal Terindeks Scopus Secara Berturut-turut dan Terlama, yaitu selama 10 tahun, dari 2013-2022.

Tak main-main, tercatat sampai 31 Juni 2022, total publikasi ilmiah terindeks scopus yang ditelurkan Bang Idham mencapai 31 karya ilmiah. Tentu saja, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sivitas Akademika UPI/YAI, dan bisa jadi juga menjadi kebanggaan bagi komunitas keilmuan di Indonesia, terutama dalam disiplin ilmu psikologi. Atas pencapaian ini, Fakultas Psikologi UPI/YAI mengadakan acara SIRAM (Sharing Ilmiah BaReng bAng IdhaM), yang berlangsung secara hibrida, di Auditorium Hj Darlina Julius, Fakultas Psikologi UPI/YAI.

Selain menghadirkan Bang Idham, ada pula nara sumber lainnya, Eko A Meinarno, juga dosen di Fakultas Psikologi UPI/YAI. Acara berupa talk show yang dipandu host RR Baiduri NW, dan dimoderatori Selviana ini, dikemas untuk memberi wawasan dan inspirasi bagi para dosen dan mahasiswa dalam berdiskusi santai seputar dunia riset dan publikasi.

Acara dibuka dengan ucapan selamat dan sukses dari Ketua YAI, yaitu Prof Yudi Yulius, dan sambutan sekaligus pemberian penghargaan oleh Wakil Rektor (Warek) Prof Ismuhadjar. Sebagai sambutan penutup disampaikan Dekan Fakultas Psikologi UPI/YAI, I Nyoman Surna. Dalam sambutannya, masing-masing pihak menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang telah diraih oleh Idhamsyah Eka Putra. “Prestasi ini sebuah kebanggaan dan dapat mengangkat nama besar Universitas Persada Indonesia YAI, khususnya Fakultas Psikologi di kancah riset dan publikasi dunia,” kata Prof Ismuhadjar.

Dalam kesempatan itu, Idhamsyah Eka Putra atau bang Idham sedikit menceritakan pengalamannya mulai dari awal menjadi akademisi hingga menjadi ilmuwan tingkat dunia seperti sekarang.

Bang Idham bercerita bahwa profesi akademis tak ubahnya seperti menjadi petualang yang terasa melelahkan saat mendaki gunung, tetapi akan mendapatkan kepuasan tersendiri saat telah mencapai puncak. “Hal ini sama dengan proses publikasi ilmiah, melakukan riset, mempersiapkan tulisan untuk di-publish di jurnal ilmiah dan memperjuangkannya agar lolos dalam proses reviu. Hal ini merupakan proses yang melelahkan dalam pencapaian suatu riset berkualitas yang layak terbit di jurnal-jurnal ilmiah bereputasi tinggi. Dan saya telah membuktikan, bahwa walaupun sulit namun tetap bisa dilakukan, bahkan bisa konsisten dilakukan,” papar Bang Idham.

Sementara itu, nara sumber lainnya, Eko A Meinarno menceritakan pengalaman belajarnya di program doktoral psikologi UPI/YAI. Pria yang akrab disapa Mas Eko ini, mengungkapkan bahwa cara untuk menjadi lebih produktif dalam berkarya adalah dengan sigap merespon suatu berita yang sedang ramai diperbincangkan publik. “Kita jadikan sebagai inspirasi segar dalam berkarya dan menghasilkan publikasi-publikasi ilmiah baik dalam bentuk artikel, buku maupun jurnal. Penting juga membangun kerja sama dan sinergi dengan rekan-rekan dosen di berbagai universitas, dan ini menjadi nilai tambah yang dapat memudahkan dan memberi peluang besar dalam berkarya,” pungkas Mas Eko.

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagal Daftar P3K, Nasib HK2 UIN SGD Semakin Suram?

    Gagal Daftar P3K, Nasib HK2 UIN SGD Semakin Suram?

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung membutuhkan seorang Rektor (pemimpin) yang peka terhadap berbagai persoalan yang menimpa masyarakat kampus. Salah satunya nasib yang menimpa tenaga Honorer Kategori 2 (HK2) yang semakin burem, setelah gagalnya mendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(P3K). Seperti diketahui, HK2 UIN Bandung menurut daftar nominasi yang diterbitkan Kemenag RI, berjumlah 31 […]

  • Ini Cara Jitu Santri Muda Nusantara – Menag Lawan Kekerasan Seksual dan Disinformasi

    Ini Cara Jitu Santri Muda Nusantara – Menag Lawan Kekerasan Seksual dan Disinformasi

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan komitmennya untuk memberantas tindak kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan di tengah maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial yang memframing isu kekerasan seksual untuk menyerang pribadi Menteri Agama serta melemahkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam. Dalam keterangannya […]

  • Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

    Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    Ulama yang Diasingkan ke “Ujung Dunia” KALBAR kanal31.com — Betapa bahayanya ulama ini di mata Belanda. Yang lain diasingkan paling seputaran nusantara. Ini diasingkan sampai ke ujung dunia, tepatnya di Afrika Selatan. Kebetulan hari Jumat, yok kita mengenang ulama asal Makassar ini sambil seruput Koptagul, wak!   Nama ulama itu adalah Syekh Yusuf Al-Makassari. Ia bukan […]

  • 3 Akar Penyakit Politik Indonesia

    3 Akar Penyakit Politik Indonesia

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Delapan puluh tahun setelah merdeka, persoalan utama Indonesia bukanlah terletak pada kurangnya ideologi, kurangnya konstitusi, atau kurangnya sumber daya alam. Masalah utamanya adalah adanya beberapa penyakit kronis yang terus menggerogoti Indonesia sejak merdeka hingga kini.   Penyakit pertama: Kegagalan membangun karakter kekuasaan   Kita memiliki Pancasila sebagai cita-cita luhur, UUD yang cukup lengkap, […]

  • Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Safari Ramadan di Kecamatan Gedebage mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan warga, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat selama bulan suci Ramadan. Salah satu warga, Agung Ardian (34), menyatakan, program ini sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. […]

  • Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag, M.Hum menawarkan pilihan kepada para Ilmuwan Adab agar lebih banyak mengkaji manuskrip yang merujuk pada tulisan tangan warisan leluhur. “Sudah banyak hasil penelitian yang besumber pada teks lisan dan teks printing. Kita pun harus melirik tulisan tangan […]

expand_less