Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Kemenag: untuk Dakwah dan Kemaslahatan, Pesantren Harus Manfaatkan Teknologi

Kemenag: untuk Dakwah dan Kemaslahatan, Pesantren Harus Manfaatkan Teknologi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM (Jakarta) — Pondok pesantren harus dapat merespons tantangan digital. Adaptasi terhadap teknologi merupakan hal yang tidak dapat dihindari bagi pesantren jika ingin tetap relevan dan berkontribusi dalam masyarakat.

“Pesantren harus menjadi pionir dalam memanfaatkan teknologi untuk dakwah dan kemaslahatan umat,” ujar Staf Khusus Menag Nuruzzaman saat membuka KOPDARNAS 7 Arus Informasi Santri Nusantara (AIS), di PP Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, Sabtu (12/10/2024). Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen pesantren dan masyarakat luas. Tema yang diusung, “Teoritma: Jalan Memenangi Nusantara”.

KOPDARNAS 7 bertujuan memetakan tantangan yang dihadapi oleh pesantren dalam menghadapi era digital, sekaligus merumuskan strategi untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Nuruzzaman menggarisbawahi pentingnya kombinasi antara kearifan tradisi pesantren dengan keterampilan digital. Dengan memadukan keduanya, santri diharapkan dapat memperkuat citra pesantren sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas.

Isu citra pesantren di dunia maya juga menjadi fokus perhatian. Nuruzzaman mencatat bahwa saat ini banyak narasi negatif yang muncul terkait pesantren, terutama isu kekerasan yang dapat merusak reputasi lembaga pendidikan Islam ini. “AIS Nusantara memiliki peran yang cukup menantang. Kita harus bekerja sama untuk mengatasi isu-isu ini,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, acara ini dirancang dengan berbagai kegiatan yang melibatkan interaksi dan diskusi. Selain pengukuhan pengurus, acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow anti kekerasan, yang bertujuan untuk memberikan wawasan tentang cara-cara mencegah dan menangani kekerasan di dunia maya. Diskusi ini sangat relevan mengingat maraknya isu-isu intoleransi dan kekerasan yang sering muncul di platform digital.

Ulinnuha, salah satu panitia KOPDARNAS, mengungkapkan harapannya agar forum ini menjadi wadah bagi pesantren untuk bersama-sama merumuskan strategi. “Kita ingin membahas bagaimana pesantren bisa menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya memperluas jangkauan dakwah melalui platform digital, mengembangkan model pendidikan berbasis teknologi, serta menciptakan konten-konten positif yang mencerminkan nilai-nilai pesantren.

Acara ini tidak hanya terbatas pada diskusi serius, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang lebih ringan dan menghibur, seperti Stand Up Comedy Santri. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa santri juga memiliki kreativitas dan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menghibur. Melalui humor, diharapkan pesan-pesan moral dan nilai-nilai Islam dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Launching #Tolesantri, sebuah inisiatif untuk menanamkan nilai toleransi, juga menjadi salah satu highlight dalam acara ini. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi santri dan masyarakat tentang pentingnya hidup dalam kerukunan meskipun memiliki perbedaan. “Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan masyarakat yang toleran dan saling menghormati,” kata Ulinnuha.

Melihat perkembangan dunia digital yang sangat cepat, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai media dakwah yang efektif. Nuruzzaman menekankan bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital, pesantren bisa menjangkau generasi muda yang lebih luas, serta mengembangkan model pendidikan yang lebih inovatif.

KOPDARNAS 7 ini merupakan momentum penting bagi pesantren untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bisa beradaptasi, tetapi juga memimpin dalam mengatasi tantangan-tantangan yang ada. Dengan tekad dan kerja sama yang solid, pesantren diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam era digital ini.

Acara ini berlangsung selama dua hari dan diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan di pesantren-pesantren di seluruh Indonesia. Dengan demikian, KOPDARNAS 7 bukan hanya sekadar acara, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pesantren yang adaptif dan progresif di tengah perubahan zaman.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamenag Beberkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan

    Wamenag Beberkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i memaparkan inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) saat menerima kunjungan Menteri Besar Kelantan Malaysia, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud, di Kantor Pusat Kemenag RI.   “Kami memiliki mushaf Al-Qur’an yang belum ada di dunia, yakni Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas […]

  • Kata Prabowo: Bukan Membangun Bangsa, Tapi Mentransformasikan 

    Kata Prabowo: Bukan Membangun Bangsa, Tapi Mentransformasikan 

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Ija Suntana, Guru Besar UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Tulisan ini saya sarikan dari jawaban Prabowo Subianto dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab”, yang disiarkan oleh TVRI Nasional tadi malam (19 Maret 2026). Saya menganggap penting paparan ini, sehingga perlu menuangkannya dalam tulisan sekalipun cukup pendek. Selamat menyimak! Jika realitas menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi otomatis menghasilkan mobilitas sosial, maka konsekuensinya jelas: […]

  • Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIAMIS, kanal31.com – Ironis, biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang seharusnya hanya Rp.5 juta, tetapi peserta yang dinyatakan lulus seleksi malah diminta bayar Rp.6 juta. Hal itu diketahui setelah beberapa orang peserta PPG asal Kabupaten Ciamis yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku ke reporter kanal31.com membayar Rp.6 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sumber terpercaya yang dihimpun […]

  • Tiba di Jeddah, Amirul Haj Minta Jemaah Fokus Persiapan Wukuf di Arafah

    Tiba di Jeddah, Amirul Haj Minta Jemaah Fokus Persiapan Wukuf di Arafah

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEDDAH Kanal31.com — Amirul Haj Indonesia Tahun 1446 H/2025 M, Menteri Agama Nasaruddin Umar, tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (29/5/2025) malam. Kedatangan Amirulhaj disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdulaziz, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief, Konjen RI Jeddah Yusron B. Ambary, serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) […]

  • Inilah Pesan Menag kepada Jajarannya soal Bersih-bersih Kementerian Agama

    Inilah Pesan Menag kepada Jajarannya soal Bersih-bersih Kementerian Agama

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pesan khusus dan tegas kepada jajarannya terkait upaya membersihkan Kementerian Agama dari praktik koruptif. Menag minta jajarannya untuk tidak melakukan tindakan koruptif. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Kick Off Meeting Strategi dan Arah Kebijakan Kementerian Agama 2025-2029 di auditorium HM Rasjidi, gedung Kementerian […]

  • UIN Bandung Peringkat 1 SINTA 2024

    UIN Bandung Peringkat 1 SINTA 2024

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Mengawali tahun 2025 UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati peringkat satu (top score) jurnal Science and Technology Index (SINTA) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Rektor UIN Bandung Prof Rosihon Anwar, melalui Wakil Rektor I Dr. dan Rusmana, mengatakan bahwa capaian prestasi yang membanggakan ini berdasarkan data dari laman https://sinta.kemdikbud.go.id/affiliations?page=2&q=islam yang diakses pada Selasa […]

expand_less