Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » 5 Arah Kebijakan Penelitian PTKIN. Apa Aja?

5 Arah Kebijakan Penelitian PTKIN. Apa Aja?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA kanal31.com –Penelitian menjadi aspek penting dalam pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) telah merumuskan lima arah kebijakan untuk memastikan keberlangsungan dan kualitas riset PTKIN.

Lima kebijakan ini dijelaskan Direktur Pendidikan Tinggi keagamaan Islam, Sahiron, dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kepala Pusat Penelitian PTKIN (Rakornas Forum Kapus Penelitian PTKIN), di Jakarta.

Pertama, penelitian sebagai prioritas utama di PTKIN. “Penelitian tetap menjadi ruhnya perguruan tinggi, meskipun terdapat efisiensi anggaran, kita akan mengupayakan alokasi dana untuk memastikan keberlangsungan dan kualitas riset yang berdampak,” tutur Prof Sahiron dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).

Kedua, peguatan kajian keagamaan di 2026. Hal ini akan beriringan dengan penguatan riset berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sesuai amanat Presiden.

“Di samping riset STEM yang menjadi amanat Presiden, Direktorat Diktis menekankan pentingnya memperbanyak porsi penelitian keagamaan, berbasis pada fakultas atau program studi di PTKIN,” tutur Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Ketiga, peningkatan kolaborasi internasional. Sejak 2025, telah dimulai kerja sama riset antara Diktis dengan Puspenma dan Leiden University melalui sekema MoRa Air Funds.

“Tahun 2026 direncanakan joint research Bersama British Council, dengan focus pada tema seperti ecotheology, Kesehatan, dan ilmu alam (natural siciences). Kolaborasi dengan Deakin dan Leicester University akan menggunakan skema sharing cost,” tutur Pakar Hermeneutika Al-Qur’an ini.

Keempat, pengembangan kapasitas keilmuan dan penelitian berdampak di lingkungan PTKIN. Diktis telah menyiapkan Workshop dan Short Course Internasional. Ini akan diperkuat dengan poin kelima, yaitu akses dan sharing perpustakaan.

“Kami mendorong, adanya kolaborasi antar-PTKIN untuk memperluas akses publikasi dan meningkatkan keterbacaan/kutipan karya ilmiah,” pungkas Prof Sahiron.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

    Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keragaman di kalangan anak-anak muda Indonesia harus terus digaungkan. Ini diperlukan agar masa depan Indonesia tetap diisi nalar sehat dengan penghargaan terhadap kemanusiaan. Demikian disampaikan dua cendekiawan muda, Yudi Latif Ph.D dalam seminar bertajuk Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Muda. Seminar digelar di Gedung FITK UIN Jakarta, Rabu […]

  • Ayo Jaga Indonesia dan Rawat Kebhinekaan

    Ayo Jaga Indonesia dan Rawat Kebhinekaan

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COMWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyeru seluruh warga bangsa untuk terus menjaga Indonesia sekaligus merawat keragaman dan kebhinekaan. Seruan ini disampaikan Zainut Tauhid saat menyampaikan sambutan pada Istighatsah dan Pembacaan Asma Ya Wadud 1 Miliar, dalam rangka Tasyakuran Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, di Masjid Agung Baitul Faizin Komplek Pemda Cibinong Jawa Barat. Istighitsah […]

  • Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

    Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    Ulama yang Diasingkan ke “Ujung Dunia” KALBAR kanal31.com — Betapa bahayanya ulama ini di mata Belanda. Yang lain diasingkan paling seputaran nusantara. Ini diasingkan sampai ke ujung dunia, tepatnya di Afrika Selatan. Kebetulan hari Jumat, yok kita mengenang ulama asal Makassar ini sambil seruput Koptagul, wak!   Nama ulama itu adalah Syekh Yusuf Al-Makassari. Ia bukan […]

  • Enjang: Leksam Bedas Berkiprah di 3 Gerakan Literasi Nasional, Ini Sasarannya!

    Enjang: Leksam Bedas Berkiprah di 3 Gerakan Literasi Nasional, Ini Sasarannya!

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM – Anugerah Literasi Leksam Bedas Tingkat SMP/MTs Kabupaten Bandung tahun 2024 digelar di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (11/1/2025). Anugerah Literasi ini diselenggarakan oleh Leksam Bedas untuk memberikan berbagai penghargaan dan anugerah kepada insan literat Kabupaten Bandung. Leksam Bedas ini adalah Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak dan Masyarakat  yang […]

  • Fakultas Ushuluddin-STAI Siliwangi Garut Gelar Workshop Penulisan Artikel dan Publikasi Ilmiah

    Fakultas Ushuluddin-STAI Siliwangi Garut Gelar Workshop Penulisan Artikel dan Publikasi Ilmiah

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-GARUT Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Garut berkerjasama dengan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung gelar penulisan artikel, presentasi, dan publikasi ilmiah. Hj. Ila Susanti, M.Pd., Ketua STAI Siliwangi Garut membuka acara. “Dosen harus melakukan publikasi ilmiah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tutur Ketua didampingi Wakil Ketua, Asep Muharam, M.Ag., […]

  • KDM, UIN Bandung Punya Peran Strategis Ciptakan Jabar Istimewa

    KDM, UIN Bandung Punya Peran Strategis Ciptakan Jabar Istimewa

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan, proses pembangunan daerah menuju Jawa Barat Istimewa tidak lepas dari peran strategis perguruan tinggi. Khususnya dalam menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Sunda — silih asah, silih asih, dan silih asuh. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam membentuk masyarakat yang berkarakter, berkeadilan, dan berkelanjutan. Penegasan KDM itu disampaikan […]

expand_less