Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Apakah DNA Bisa Membaca Tabir Takdir Manusia?

Apakah DNA Bisa Membaca Tabir Takdir Manusia?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — DNA (Deoxyribonucleic Acid) dipandang sebagai cetak biru biologis manusia dengan takdir hidup. DNA ini memengaruhi kecenderungan fisik, intelektual, dan emosional seseorang. Kemajuan ilmu genetika telah membawa manusia kepada pemahaman bahwa DNA memiliki peran penting. DNA dapat menentukan berbagai aspek potensi kecerdasan, risiko penyakit, hingga sifat kepribadian. Pertanyaan utama yang diajukan adalah sejauh mana DNA menentukan nasib manusia?

DNA sebagai Cetak Biru Biologis

DNA menyimpan informasi genetik yang menentukan karakteristik biologis makhluk hidup. Dalam konteks manusia, DNA membentuk dasar bagi pewarisan sifat seperti warna mata, golongan darah, hingga kecenderungan terhadap penyakit atau kemampuan kognitif.

Namun, sains modern pun mengakui bahwa DNA bukan satu-satunya penentu hidup. Lingkungan, pola asuh, pendidikan, dan spiritualitas sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian dan arah hidup seseorang.

Pandangan Islam tentang Takdir (Qadar)

Islam memandang bahwa segala sesuatu, termasuk sifat genetik manusia, telah ditentukan oleh Allah dalam ilmu-Nya yang azali. Ini disebut dengan qadar.

QS. Al-Qamar: 49
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).”

Dengan demikian, DNA sebagai sistem biologis adalah bagian dari qadar Allah. Namun, Islam tidak mengajarkan fatalisme. Manusia diberi akal dan kebebasan berusaha.

DNA dan Kesuksesan Hidup

Beberapa gen dikaitkan dengan kemampuan belajar, ketekunan, dan kreativitas. Namun Islam menegaskan bahwa kesuksesan adalah hasil dari usaha dan ridha Allah.

QS. An-Najm: 39–41
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ۝ وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ ۝ ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan bahwa usahanya itu kelak akan diperlihatkan. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”

Kesuksesan bukanlah turunan genetik semata, melainkan hasil sinergi antara potensi, usaha, dan keberkahan.

DNA dan Penyakit sebagai Ujian

Beberapa penyakit seperti kanker, diabetes, dan thalassemia berhubungan dengan mutasi genetik. Islam memandang penyakit bukan sebagai kutukan, tetapi sebagai ujian dan sarana untuk kembali kepada Allah.

ما أنزل اللهُ داءً، إلا أنزل له شفاءً، علمه من علمه، وجهله من جهله
“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya. Ada yang mengetahuinya dan ada pula yang tidak.”
(HR. Muslim)

Dengan demikian, meski DNA membawa risiko penyakit, Allah menyediakan obat dan manusia diperintahkan untuk berikhtiar.

DNA dan Religiusitas, Apakah Iman Diturunkan?

Beberapa ilmuwan mencoba mengaitkan religiusitas dengan ekspresi gen tertentu. Namun dalam Islam, keimanan adalah anugerah Allah dan hasil bimbingan serta pilihan manusia.

QS. Al-Baqarah: 2
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
كلُّ مولودٍ يُولَدُ على الفِطرةِ، فأبواهُ يُهوِّدانهِ أو يُنصِّرانِه أو يُمجِّسانِه
“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Fitrah (potensi spiritual) bukan hasil genetika, tetapi ditiupkan Allah dalam ruh manusia.DNA adalah bagian dari takdir Allah yang menentukan potensi biologis seseorang. Namun, Islam tidak membatasi nasib manusia hanya pada unsur genetik. Kesuksesan, kesehatan, dan keimanan ditentukan oleh kombinasi antara potensi genetik, usaha, lingkungan, dan kehendak Allah SWT. Dengan demikian, manusia tetap bertanggung jawab atas pilihannya dan diperintahkan untuk berikhtiar.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Depan Duh, Emak-emak Lampung, Kenapa Jokowi Ekonomi

    Masa Depan Duh, Emak-emak Lampung, Kenapa Jokowi Ekonomi

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    “Baginda Pemuka Bangsa” Kok Didemo? LAMPUNG, kanal31.com — Ras terkuat, emak-emak asal Lampung gelar demo. Yang didemo mantan orang terkuat di negeri ini, Jokowi. Padahal, para raja di sana menganugerahi ayah Gibran ini dengan gelar “Baginda Pemuka Bangsa”. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Demo emak-emak ini bukan di stadion, bukan pula di arena UFC, […]

  • Memberi

    Memberi

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Memberi adalah bahasa lain dari cinta. Ia tidak selalu berbentuk tangan yang menengadah, atau duduk bersimpuh di atas sajadah, tapi mungkin bisa berupa hati yang rela menjadi jembatan bagi yang lain. Bagi sesama. Bagi tiap makhluk. Dalam pandangan para sufi, memberi bukan sekadar amal, melainkan jalan pulang menuju Sang Maha Pemberi.   […]

  • Pelatihan, Penulisan Artikel Ilmiah Standar dan Cara Bergabung

    Pelatihan, Penulisan Artikel Ilmiah Standar dan Cara Bergabung

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Pegiat Kelas Menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Selama ini kami bergerak di bidang pelatihan penulisan artikel ilmiah standar. Disebut standar mengingat secara umum artikel ilmiah memiliki pola yang baku. Karena polanya yang baku ini sehingga dipastikan pelatihan penulisan artikel ilmiah berlangsung efektif. Kami telah berusaha mencari model pelatihan yang […]

  • Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Bandung menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Aula Anwar Musaddad, Rabu (02/05/2024). Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, untuk melanjutkan program Merdeka Belajar. Dijelaskan, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin […]

  • Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    Antara Ajaran dan Persepsi   BANDUNG kanal31.com — Ajaran dan persepsi adalah dua wilayah yang berbeda. Dalam agama Islam, ajaran itu wilayah Allah dan Rasul-Nya, persepsi itu wilayah manusia.   Salah satu problem umat dalam beragama adalah sering tak memisahkan mana ajaran dan persepsi, dalam ilmu pengetahuan antara fakta dan opini, antara ayat Alquran hadits dengan […]

  • Ini Cara Jitu FSH UIN Bandung – BPHN Cegah Perundungan di Perguruan Tinggi

    Ini Cara Jitu FSH UIN Bandung – BPHN Cegah Perundungan di Perguruan Tinggi

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick off Penyuluhan Hukum Serentak Tahun 2024 yang diadakan secara nasional. Kegiatan yang digagas oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI ini melibatkan 33 Kantor Wilayah Kemenkumham RI di 66 titik pelaksanaan se-Indonesia, Rabu (18/9/2024). […]

expand_less