Breaking News:
Beranda » BEWARA » Untuk Menjadi Sarjana Sastra Arab bisa melalui Platform Antologi Puisi

Untuk Menjadi Sarjana Sastra Arab bisa melalui Platform Antologi Puisi

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com– Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) akan memberlakukan tugas akhir dengan platform antologi. Sebagai pengganti skripsi, mahasiswa membuat kumpulan puisi yang menjadi karya utama. Puisi-puisi ini harus memenuhi kaidah-kaidah sastra yang dipelajari selama perkuliahan.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung H. Mawardi, M.A. CLCE, menyatakan hal itu saat membuka seminar ilmiah BSA, di Aula FAH, Kamis (23/10/2025). Seminar menghadirkan narasumber Dr. Reza Sukma Nugraha, M.Hum (Kaprodi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah) dan Dr. Rohanda, M.Ag., MQM (UIN Bandung).

Untuk lulus menjadi sarjana, lanjut H. Mawardi, mahasiswa bisa membuat antologi (kumpulan puisi karya sendiri) atau analisis terhadap kumpulan puisi karya orang lain. Terkait antologi puisi ini, misalnya membuat buku kumpulan puisi interaktif atau naskah antologi ber-ISBN. Sedangkan tugas akhir berupa analisis, bisa analisis diksi, gaya bahasa, simbol, atau makna dalam kumpulan puisi tertentu.

“Laporan tugas akhir mahasiswa yang sudah berjalan di Jurusan BSA selama ini berbetuk skripsi, artikel jurnal, dan terjemah karya sastra Ber-ISBN. Nah, ke depan bisa berbentuk antologi puisi,” ujar H. Mawardi.

Menyinggung masalah seminar ilmiah Prodi Bahasa dan Sastra Arab, H. Mawardi menjelaskan pentingnya bahasa Arab dalam memahami isu-isu kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu global yang berkembang saat ini.

Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam konteks keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan etika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain menjadi bahasa internasional, hahasa Al-Qur’an dan Hadits, bahasa Arab juga bahasanya para ahli surga,” ujar H. Mawardi dalam seminar yang bertajuk “Isu-isu Kontemporer dalam Kajian Sastra Arab”.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Rohanda menggambarkan tingkat peradaban suatu masyarakat, dengan merujuk pada sejarah manusia dengan tingkat kemajuannya. Diawali dengan zaman Prasejarah dan Kuno, dengan ditemukannya roda; Abad Pertengahan dan Awal Modern, ditemukan percetakan; era Revolusi Industri (abad ke-18 – awal Abad ke-20) ditemukan listrik; abad ke-20 dan Revolusi Digital, muncul komputerisasi; dan era Kontemporer (Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0) ditandai munculnya AI (kecerdasan buatan).

Dr. Rohanda juga mengupas isu-isu kontemporer dalam sastra Arab yang mencakup tema-tema identitas dan keragaman; sosial, politik, dan kemanusiaan; teknologi dan digitalisasi, serta metafiksi dan kritik diri. “Kajian sastra kontemporer juga mencakup berbagai aspek, termasuk intertekstualitas, genre, dan teori sastra,” jelasnya.

Dr. Reza mengupas tentang kaitan isu kontemporer Sastra Arab pasca An-Nahdhah, modernisasi Negara-negara Arab, identitas plural “Arab”, dan dipengaruhi oleh sastra Eropa. Lalu muncullah aliran Neoklasik, sastra Pascakolonial, sastra Feminis, sastra Siber, sastra Anak, sastra Diaspora, sastra Ekologis

Sastra Pascakolonial, menurut Dr. Reza, lahir sebagai dampak kolonialisme dan imperialisme terhadap kebudayaan, identitas, dan masyarakat di negara-negara bekas jajahan, dengan fokus utama membongkar wacana dominasi Barat yang dianggap superior terhadap Timur yang inferior.

Sastra Siber, lanjut Dr. Reza, mencuat karena adanya revolusi industri 4.0, modernisasi negara-negara Arab, platform digital sebagai medium perlawanan, dan respons terhadap berkembangnya budaya populer global.

“Isunya berkaitan dengan proses produksi, distribusi, dan konsumsi (resepsi) masyarakat Arab terhadap sastra yang diciptakan dalam media teknologi informasi,” ujarnya.

Isu terkait dengan Sastra Anak berkembang dalam karya-karya sastra yang ditulis untuk segmentasi pembaca anak-anak dengan tujuan menjadi media didaktik yang berkontribusi untuk perkembangan anak-anak.(nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesian, Amerika dan Psikologi Supremasi Iran

    Indonesian, Amerika dan Psikologi Supremasi Iran

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tahun 1980-an, Indonesia sedang dalam butuh-butuhnya bantuan asing (IMF, IGGI) dengan Open Door Policy-nya Soeharto yang membuat ketergantungan pada Barat hingga kini dan membuat Indonesia tak punya kemandirian dan harga diri dalam soal ekonomi pembangunan. Paradigmanya yang diwariskan Soeharto adalah hutang.   Pada tahun yang sama, presiden Iran, Ali Khamenei sedang menegaskan […]

  • Dorong Produktivitas Akademik, IAEB Lantik Pengurus Jabar 2025–2028

    Dorong Produktivitas Akademik, IAEB Lantik Pengurus Jabar 2025–2028

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebanyak 109 dosen dari 27 perguruan tinggi di Jawa Barat resmi dilantik sebagai pengurus International Association of Economics and Business (IAEB) Wilayah Jawa Barat untuk periode 2025–2028. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden IAEB Internasional, Prof. Dr. Ts. Shafinar bin Ismail dari UiTM Malaysia, di Auditorium Lantai 6 Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) […]

  • Inilah Tips dan Trik Publikasi Scopus Ala Adhan Efendi

    Inilah Tips dan Trik Publikasi Scopus Ala Adhan Efendi

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mengakhiri bulan Juni 2025 dengan semangat akademik yang membara, Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Kelas Menulis dan Workshop Academic Writing yang terbuka untuk umum tanpa biaya. Dengan menghadirkan narasumber utama Adhan Efendi, seorang pakar publikasi ilmiah sekaligus kandidat doktor di National Chin-Yi University of Technology, Taiwan. Kegiatan yang dilaksanakan […]

  • Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perjalanan panjang dan konsisten dalam dunia akademik mengantarkan Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A. meraih jabatan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Capaian ini menjadi puncak pengabdian akademik yang sarat dedikasi dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.   Bagi dosen UIN […]

  • Logo dan Tema Resmi HUT ke-80 RI Diluncurkan, Inilah Maknanya

    Logo dan Tema Resmi HUT ke-80 RI Diluncurkan, Inilah Maknanya

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Peluncuran ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI yang akan digunakan secara nasional oleh masyarakat, instansi pemerintah, hingga sektor swasta. Tema besar HUT RI […]

  • Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

    Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Deskripsi Psiko-sosiologis Di kalangan umat Islam, ada lima kelompok orang saat mendengar adzan berkumandang kaitannya dengan shalat. Pertama, kelompok yang segera ke masjid memenuhi panggilan adzan untuk shalat berjama’ah. Adzan baginya adalah panggilan untuk langsung shalat di awal waktu. Kelompok ini ada tiga kelompok lagi. Pertama, karena kebiasaan saja, ketika adzan dia sudah biasa langsung […]

expand_less