Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Untuk Menjadi Sarjana Sastra Arab bisa melalui Platform Antologi Puisi

Untuk Menjadi Sarjana Sastra Arab bisa melalui Platform Antologi Puisi

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com– Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) akan memberlakukan tugas akhir dengan platform antologi. Sebagai pengganti skripsi, mahasiswa membuat kumpulan puisi yang menjadi karya utama. Puisi-puisi ini harus memenuhi kaidah-kaidah sastra yang dipelajari selama perkuliahan.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung H. Mawardi, M.A. CLCE, menyatakan hal itu saat membuka seminar ilmiah BSA, di Aula FAH, Kamis (23/10/2025). Seminar menghadirkan narasumber Dr. Reza Sukma Nugraha, M.Hum (Kaprodi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah) dan Dr. Rohanda, M.Ag., MQM (UIN Bandung).

Untuk lulus menjadi sarjana, lanjut H. Mawardi, mahasiswa bisa membuat antologi (kumpulan puisi karya sendiri) atau analisis terhadap kumpulan puisi karya orang lain. Terkait antologi puisi ini, misalnya membuat buku kumpulan puisi interaktif atau naskah antologi ber-ISBN. Sedangkan tugas akhir berupa analisis, bisa analisis diksi, gaya bahasa, simbol, atau makna dalam kumpulan puisi tertentu.

“Laporan tugas akhir mahasiswa yang sudah berjalan di Jurusan BSA selama ini berbetuk skripsi, artikel jurnal, dan terjemah karya sastra Ber-ISBN. Nah, ke depan bisa berbentuk antologi puisi,” ujar H. Mawardi.

Menyinggung masalah seminar ilmiah Prodi Bahasa dan Sastra Arab, H. Mawardi menjelaskan pentingnya bahasa Arab dalam memahami isu-isu kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu global yang berkembang saat ini.

Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam konteks keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan etika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain menjadi bahasa internasional, hahasa Al-Qur’an dan Hadits, bahasa Arab juga bahasanya para ahli surga,” ujar H. Mawardi dalam seminar yang bertajuk “Isu-isu Kontemporer dalam Kajian Sastra Arab”.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Rohanda menggambarkan tingkat peradaban suatu masyarakat, dengan merujuk pada sejarah manusia dengan tingkat kemajuannya. Diawali dengan zaman Prasejarah dan Kuno, dengan ditemukannya roda; Abad Pertengahan dan Awal Modern, ditemukan percetakan; era Revolusi Industri (abad ke-18 – awal Abad ke-20) ditemukan listrik; abad ke-20 dan Revolusi Digital, muncul komputerisasi; dan era Kontemporer (Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0) ditandai munculnya AI (kecerdasan buatan).

Dr. Rohanda juga mengupas isu-isu kontemporer dalam sastra Arab yang mencakup tema-tema identitas dan keragaman; sosial, politik, dan kemanusiaan; teknologi dan digitalisasi, serta metafiksi dan kritik diri. “Kajian sastra kontemporer juga mencakup berbagai aspek, termasuk intertekstualitas, genre, dan teori sastra,” jelasnya.

Dr. Reza mengupas tentang kaitan isu kontemporer Sastra Arab pasca An-Nahdhah, modernisasi Negara-negara Arab, identitas plural “Arab”, dan dipengaruhi oleh sastra Eropa. Lalu muncullah aliran Neoklasik, sastra Pascakolonial, sastra Feminis, sastra Siber, sastra Anak, sastra Diaspora, sastra Ekologis

Sastra Pascakolonial, menurut Dr. Reza, lahir sebagai dampak kolonialisme dan imperialisme terhadap kebudayaan, identitas, dan masyarakat di negara-negara bekas jajahan, dengan fokus utama membongkar wacana dominasi Barat yang dianggap superior terhadap Timur yang inferior.

Sastra Siber, lanjut Dr. Reza, mencuat karena adanya revolusi industri 4.0, modernisasi negara-negara Arab, platform digital sebagai medium perlawanan, dan respons terhadap berkembangnya budaya populer global.

“Isunya berkaitan dengan proses produksi, distribusi, dan konsumsi (resepsi) masyarakat Arab terhadap sastra yang diciptakan dalam media teknologi informasi,” ujarnya.

Isu terkait dengan Sastra Anak berkembang dalam karya-karya sastra yang ditulis untuk segmentasi pembaca anak-anak dengan tujuan menjadi media didaktik yang berkontribusi untuk perkembangan anak-anak.(nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Jenis Tafsir Mimpi dalam Islam

    3 Jenis Tafsir Mimpi dalam Islam

    • calendar_month Sel, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Setiap manusia saat tidur pasti pernah mengalami mimpi. Mimpi yang dialami mungkin mimpi yang menyenangkan, sedih, marah, ataupun seram. Banyak orang yang mencari arti mimpi melalui berbagai sumber, salah satunya adalah tafsir mimpi menurut Islam. Dilansir dari My Islamic Dream, mimpi dikelompokkan menjadi tiga jenis menurut sunah yaitu Ru’yaa atau mimpi baik, mimpi buruk, […]

  • Strategi Oknum Pejabat Kampus Hapus Peluang PNS bagi HK2

    Strategi Oknum Pejabat Kampus Hapus Peluang PNS bagi HK2

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM— Hancur sudah harapan pegawai Honorer Kategori 2 (HK2) UIN SGD Bandung untuk meraih status pegawai negeri sipil (PNS). Sebagian harus puas menjadi pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebagian lagi gagal mendaftar P3K karena hanya lulusan SLTA, dan sebagian lagi nasibnya kadaluarsa karena ‘dimakan’ usia. Prahara yang menimpa HK2 ini tidak datang dengan serta-merta, […]

  • Mimpi Disandera Tentara Milisi, Ini Pertanda bahwa…

    Mimpi Disandera Tentara Milisi, Ini Pertanda bahwa…

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    MIMPI kali ini dialami oleh seorang pelancong yang berasal dari daerah pinggiran Kota Garut Jawa Barat, tepatnya Kampung Pojok Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora. Malam Senin (3/2/2025) ia mimpi disandera oleh segerembolan milisi pemberontak, semisal DI/TII, yang berbasis kekuatan di sebuah gunung namanya Gunung Leutik. Dalam mimpinya, dia adalah orang terakhir yang disandera oleh seorang milisi […]

  • “Jumat Curhat” Pertama, Kombes Pol Aldi Tampung Aspirasi Masyarakat

    “Jumat Curhat” Pertama, Kombes Pol Aldi Tampung Aspirasi Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM — Memasuki hari ketiga bertugas sebagai Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono menggelar “Jumat Curhat” di Pendopo Kantor Camat Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (17/1/2025). Jumat Curhat pertama ini dihadiri jajaran Polresta Bandung, Forkopimcam Soreang, para kepala desa, MUI, unsur Puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah pihak lainnya. Tokoh masyarakat menyampaikan curhatannya […]

  • Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

    Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Forum Dosen FISIP Seri ke-25 (FDF #25) bertajuk “Kabinet Prabowo-Gibran: Dinamika Sosial, Struktur Birokrasi, dan Manuver Politik” yang berlangung di Aula FISIP, Rabu (30/10/2024). Dengan menghadirkan narasumber: Dr. Hamzah Turmudi, M.Si, Dosen Jurusan Sosiologi, Dr. Fajar Tri […]

  • Mimpi Melihat Kebakaran Gedung, Apa Maknanya?

    Mimpi Melihat Kebakaran Gedung, Apa Maknanya?

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Baru-baru ini seorang mantan pegawai honorer di instansi pemerintahan menceritakan mimpinya. Dalam mimpinya, ia menyaksikan kebakaran hebat yang melanda gedung tempat ia bekerja. Akibatnya, gedung yang berlantai enam itu hanya bersisa puing-puing. Si pemimpi melihat semua isi gedung berupa ATK dan arsip hancur lebur menjadi abu. Di alam sadarnya, sang pemimpi menuturkan kepada penulis, bahwa […]

expand_less