Pendidikan Berbasis Cinta ala UIN Bandung, Kunci Meningkatkan Kualitas PTKIS
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com — Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Dr. Hasan Mustapa, S.Fil.I., M.Si. menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion bertema Model Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) wilayah Jawa Barat serta Dinamika Politik Pendidikan.
Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2026 ini, merupakan satu unsur pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan di dua kampus PTKIS: Institut Agama Islam (IAI) Al-Hidayah Bogor dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sirojul Falah Bogor.
Pada sesi pertama di IAI Al-Hidayah Bogor, Rektor IAI Al-Hidayah, Dr. Unang Wahidin, M.Pd.I. mengatakan bahwa transformasi dari STAI ke IAI memberikan dampak signifikan bagi perbaikan kualitas kampus.
Sekretaris Bidang Akademik Kopertais wilayah II Jawa Barat, Dr. H. Mohammad Jaenudin, M.Ag., M.Pd. memaparkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang sudah disosialisasikan oleh Kementerian Agama RI pada tahun 2025 diorientasikan agar secara transformatif menumbuhkan kampus yang melimpah kasih sayang, empati, dan kepedulian sebagai inti pembelajaran.
“Pembentukan karakter (Pancacinta) yang terdiri dari cinta kepada Tuhan (habl minalloh), ilmu, lingkungan, diri dan sesama (habl minannas), serta tanah air (hubb al-wathon),” tegasnya, Kamis (2/7/2026)
Dr. Hasan Mustapa, S.Fil.I., M.Si. Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung memaparkan dua siklus hubungan politik pendidikan. Pertama, Politics Shapes Education, politik membentuk pendidikan melalui dua hal: Policy & Funding serta Curriculum Control. Kedua, Education Shapes Politics, alur kebalikannya melalui Civic Engagement dan Democratic Values. “Tahap ini terjadi pada dua bahwa politik pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) merupakan arah kebijakan pemerintah (Kemenag) dan yayasan dalam mengelola, mengembangkan, serta mendanai pendidikan tinggi Islam swasta,” jelasnya.
Kebijakan ini berfokus pada penguatan kelembagaan, mutu akademik, digitalisasi, dan integrasi kurikulum moderasi beragama guna membentuk lulusan berkarakter.
Dr. Hasan menilai, Kementerian Agama (Kemenag) perlu menggagas peta jalan untuk mendorong PTKIS “naik kelas”. “Fokus utamanya adalah penguatan tata kelola institusi, akreditasi program studi yang profesional, dan peningkatan kualifikasi dosen,” bebernya.
Pada sesi kedua di STAI Sirojul Falah Bogor, pimpinan STAI, Kaimudin, S.Kom., M.Si. menjelaskan problem daya tahan PTKIS di tengah kompleksitas masalah sosial ekonomi masyarakat sehingga menghambat partisipasi pendidikan di perguruan tinggi.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas kolaborasi antara Kopertais, PTKIS dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang berbasis cinta” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung

Saat ini belum ada komentar