Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Peringati Hari Disabilitas Internasional UIN Bandung Gelar Workshop Copilot AI

Peringati Hari Disabilitas Internasional UIN Bandung Gelar Workshop Copilot AI

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 4 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pelatihan Workshop Difabel, UMKM dan Copilot AI bekerja sama dengan Microsoft, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), serta Pesantren Tunanetra Sam’an Darushudur. Kegiatan berlangsung di Aula FEBI, Rabu (03/12/2025).

Workshop bertajuk “Sebuah Analisis dari Perspektif Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” ini  menghadirkan dua narasumber utama Edi Suwanto, Head of IT Pesantren Sam’an Cinta Quran sekaligus Founder Difabelajar.id dan Edubilitas, yang membawakan materi bertema “Islamic Inclusive Economy: Copilot AI sebagai Solusi Pendampingan UMKM dan Penyandang Disabilitas.” Dr. Ridwan Effendi, M.Ag., Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Tunanetra SAM’AN Kota Bandung dan dosen FEBI yang membahas tentang Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Ketua Program studi Ilmu Hadis, Dr. Agus Suyadi Raharusun, Lc., M.Ag yang mengangkat penguatan literasi hadis untuk kalangan disabilitas.

Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, S.Ag., M.Ag., didampingi oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Ag., M.Pd., M.E.Sy.,secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan pentingnya teknologi inklusif bagi semua kelompok masyarakat. Dengan adanya teknologi, khususnya kecerdasan buatan, harus menjadi alat pemberdayaan yang membuka lebih banyak ruang bagi kelompok difabel untuk berkarya dan berkontribusi.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional harus menjadi momentum memperluas akses dan kesempatan bagi seluruh masyarakat, termasuk keberpihakan kampus terhadap penyandang disabilitas untuk memanfaatkan teknologi. Workshop Copilot AI ini menjadi bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan dan layanan yang inklusif dan FEBI berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang ramah, setara, dan memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk tumbuh, termasuk rekan-rekan difabel,” tegasnya.

Prof Dudang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari langkah nyata kampus dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif. Kemitraan antara FEBI, Microsoft, PGSA dan Pesantren Tunanetra Sam’an Darushudur menjadi langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan kecerdasan buatan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

“Kita ingin AI bukan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi menjadi alat pemberdayaan, terutama bagi sahabat-sahabat kita penyandang disabilitas agar mandiri dan berdiri di kaki sendiri dalam berkarya dan berkontribusi nyata,” jelasnya.

Kepala PSGA, Irma Riyani, Ph.D., menyampaikan kampus masih menghadapi sejumlah tantangan terkait isu disabilitas, mulai dari cara pandang, interaksi sosial, keterbatasan layanan, peluang kerja, hingga pemenuhan kewajiban agama.

“Semua hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama menuju kampus inklusif. Prinsip rahmatan lil ‘alamin dalam visi UIN harus diterjemahkan dalam praktik no discrimination, no violence, dan no one left behind,” tegasnya.

PSGA terus merintis pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui FGD, pendampingan beasiswa, dan pembukaan peluang kerja bagi mahasiswa disabilitas.

“Apa yang dilakukan Dr. Ridwan hari ini adalah jalan pemberdayaan agar mahasiswa disabilitas mampu mandiri dan aktif berpartisipasi. Pemanfaatan AI Copilot bersama Microsoft sangat relevan untuk pengembangan kapasitas ekonomi dan digital,” jelasnya.

Pihak LP2M menyampaikan apresiasi kepada Dekan FEBI, Wakil Dekan I, Ketua dan Sekretaris Prodi Akuntansi Syariah, para narasumber, serta Pesantren Tunanetra Sam’an Al-Qur’an yang terlibat.“PSGA mendukung penuh kegiatan ini dan berterima kasih telah dilibatkan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Edi menguraikan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi alat bantu yang efektif dan terukur untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Founder Edubilitas ini menjelaskan berbagai studi kasus pemanfaatan AI Copilot bagi penyandang disabilitas, mulai dari tujuan penggunaan jangka pendek hingga jangka panjang.

Pada target jangka pendek (1–3 bulan), peserta didorong untuk menguasai prompt dasar; membuat deskripsi produk menggunakan Copilot; menyusun promosi sederhana untuk WhatsApp, Instagram; memahami fitur ringkas AI.

Untuk target jangka panjang (6–12 bulan) diarahkan pada membangun toko online yang lebih rapi; membuat konten foto dan audio marketing; mengelola pembukuan sederhana dengan AI; membuat modul pembelajaran untuk guru; mengembangkan kreativitas secara mandiri.

Edi menekankan batasan yang perlu dituliskan dalam prompt agar output lebih aksesibel bagi tunanetra, seperti:

“Berikan penjelasan yang mudah dibaca screen reader.”

“Gunakan bahasa sederhana dan tidak terlalu teknis.”

“Berikan jawaban dalam format poin.”

“Sertakan langkah-langkah yang ringkas.”

“Jika perlu, batasi output maksimal 150 kata.”

Dalam kesempatan itu, Edi memberikan tips penggunaan Copilot untuk tunanetra, di antaranya, mengaktifkan mode layar gelap, menggunakan navigasi geser sederhana, melakukan refresh ketika screen reader tersendat, serta memanfaatkan perintah suara untuk tugas panjang.

Dalam sesi praktik, Edi memperkenalkan berbagai contoh prompt untuk kebutuhan UMKM disabilitas, seperti Deskripsi produk: membuat narasi yang sederhana dan ramah screen reader. Menjelaskan gambar (Alt Text): mendeskripsikan warna, bentuk, dan gaya dalam format poin. Konten promosi WhatsApp: membuat kalimat singkat, menarik, dan mudah dibaca pelanggan.Membuat persona bisnis: menentukan profil target market agar AI memberi solusi yang relevan. Merangkum pesan pelanggan: mengubah percakapan menjadi poin yang jelas dan ringkas. Pembuatan foto produk: membuat variasi gambar dengan warna dan konsep tertentu.

Paling tidak terdapat enam manfaat Copilot bagi penyandang disabilitas, antara lain: Membantu menulis cepat dan mudah; Mempermudah pembuatan konten panjang; Membantu pekerjaan belajar dan mengajar; Menghasilkan ide kreatif; Membantu memvisualisasikan desain atau deskripsi rinci; Meningkatkan produktivitas usaha

Tak lupa, Edi menyampaikan empat prinsip etika penggunaan AI: penggunaan aman dan tidak merugikan, menjaga privasi data, verifikasi informasi, serta memastikan AI digunakan secara adil dan inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ridwan memberikan pemaparan terkait Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam yang menjadi fondasi penting dalam merumuskan konsep ekonomi inklusif di era digital.

“Pemikiran ekonomi Islam sejak awal menekankan nilai keadilan, kesetaraan, dan pemberdayaan kelompok rentan. Kehadiran teknologi seperti AI seharusnya melanjutkan semangat itu dengan membuka akses seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Inisiatifnya menghadirkan workshop berbasis teknologi AI menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kontribusi akademik maupun profesional.

Dr. Ridwan berharap kegiatan ini dapat membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dan dosen tentang bagaimana teknologi, termasuk Copilot AI, dapat digunakan untuk memperkaya kajian ekonomi Islam dari perspektif sejarah pemikiran. “Pemanfaatan AI harus ikut mendorong kita untuk lebih reflektif, kreatif, dan adaptif,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan Microsoft dan Pesantren Tunanetra Sam’an Darushudur menambahkan nilai penting dalam penyelenggaraan workshop ini. Selain memberikan pengalaman penggunaan AI secara langsung, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara akademisi dan komunitas difabel dalam suasana yang egaliter dan penuh semangat belajar.

Acara berlangsung interaktif dengan demonstrasi penggunaan Copilot AI serta diskusi tentang peluang dan tantangannya dalam kajian ekonomi Islam. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, menandai suksesnya peringatan Hari Disabilitas Internasional di lingkungan FEBI tahun ini.

Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., didampingi Sekretaris Prodi Fithri Dzikrayah, M.E.Sy., CIFA., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan memperluas literasi digital inklusif, memperkuat kapasitas UMKM disabilitas, serta mendorong kemandirian digital di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Dengan terselenggaranya workshop ini, FEBI UIN SGD Bandung kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi fakultas yang inklusif, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan bahwa setiap insan akademik termasuk para dosen difabel mendapatkan ruang profesional yang setara untuk berkarya dan berprestasi.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 23.339 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Calon PPPK Kemenag Tahap 2

    Sebanyak 23.339 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Calon PPPK Kemenag Tahap 2

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama hari ini mengumumkan hasil seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) bagi pelamar tenaga Non ASN yang aktif bekerja di instansi pemerintah (PPPK Tahap 2). Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, ada lebih dari 23 ribu peserta yang diumumkan lolos seleksi administrasi. Seleksi PPPK Kemenag Tahap 2 ini diikuti ribuan pendaftar. […]

  • 5 Tips Menembus Scopus

    5 Tips Menembus Scopus

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Baik bagi mahasiswa maupun dosen, bisa memublikasikan jurnal yang terindeks oleh Scopus merupakan sebuah prestasi tersendiri. Namun, untuk bisa membuat jurnal yang tembus Scopus bukan hal yang mudah. Ada banyak langkah termasuk revisi yang mungkin harus kamu lalui untuk membuat jurnal yang kamu tulis dimuat. Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali jurnal yang […]

  • Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan sejak dibuka tahun 2020, Kelas Menulis disiapkan untuk generasi milenial. Yaitu, komunitas mahasiswa jenjang sarjana. Yudi sapaan akrabnya menuturkan Kelas Menulis bergerak dalam pelatihan menulis artikel untuk mahasiswa. Juga bergerak dalam mengelola jurnal ilmiah. “Saat ini, Kelas Menulis punya 4 jurnal […]

  • Kegiatan Raker, Ada Garis Tipis antara Kebutuhan Strategis dan Pemborosan Anggaran

    Kegiatan Raker, Ada Garis Tipis antara Kebutuhan Strategis dan Pemborosan Anggaran

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Awal tahun biasanya dijadikan momentum oleh berbagai Organisasi, Perusahaan, atau Lembaga untuk menggelar Rapat Kerja (Raker). Kegiatan Raker akan bernilai “Investasi” manakala hasilnya mampu meningkatkan kinerja lembaga secara signifikan melampaui biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, menjadi “pemborosan” jika tujuan utamanya hanya menghabiskan anggaran atau sarana hiburan tanpa tindak lanjut yang nyata. Akuntabilitas bukan hanya soal laporan […]

  • Begini Cara UIN Bandung, Wujudkan Kampus Responsif Gender

    Begini Cara UIN Bandung, Wujudkan Kampus Responsif Gender

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung)  — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai leading sector dalam pengarusutamaan gender (PUG) menggelar Workshop Kurikulum Responsif Gender di Aula Gedung Lecture Hall. Dengan menghadirkan narasumber, Prof. Nina Nurmila Ph.D., Dekan Education Faculty Universitas Islam Internasional Indonesia yang dipandu oleh Idah […]

  • Rektor Berharap Prodi Akuntansi Syariah Terakreditasi Unggul

    Rektor Berharap Prodi Akuntansi Syariah Terakreditasi Unggul

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menegaskan bahwa proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tidak sebatas kewajiban, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memacu diri dan meraih berbagai peluang dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Rektor menegaskan hal itu pada saat membuka acara Asesmen Lapangan […]

expand_less