Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau berkelanjutan dengan tema “Ekoteologi : Integritas Spiritualitas, Kebijakan, dan Sains Menuju Indonesia Hijau Berkelanjutan” yang digelar di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Menag menjelaskan bahwa ekoteologi menuntut keterpaduan antara iman, ilmu, dan amal yang tidak bisa dipisahkan. Ia menyebut relasi tersebut sejalan dengan konsep mitos, logos, dan ethos yang ada dalam setiap agama.

“Tidak bisa dipisahkan antara mitos, logos, dan ethos. Logos itu bukan sekadar ilmu. Logos itu lebih induk, dan salah satu cabang pentingnya adalah ilmu,” ujar Menag.

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa ekoteologi harus diwujudkan dalam bentuk nyata melalui apa yang ia sebut sebagai kurikulum cinta. Kurikulum ini, menurutnya, mengajarkan manusia untuk mencintai seluruh ciptaan, bukan hanya sesama manusia.

Dalam konteks ini, Menag menyinggung konsep Tat Twam Asi dalam tradisi Hindu yang bermakna “aku adalah dia”. Pandangan tersebut, menurutnya, sejalan dengan perspektif ekoteologi yang memandang alam sebagai bagian dari diri manusia.

“Ketika sungai dikotori, dijadikan toilet umum atau tong sampah, saya sedih, karena sungai itu aku,” tuturnya.

Menag juga menekankan bahwa dalam pandangan Islam, seluruh ciptaan hidup dan bertasbih kepada Allah, termasuk yang selama ini dianggap benda mati. Karena itu, menebang pohon atau merusak alam berarti memutus kehidupan banyak makhluk yang bergantung padanya.

“Begitu satu pohon ditebang, berapa ratus burung dan berapa ribu serangga yang punah. Dalam bahasa agama Islam, semuanya itu hidup dan bertasbih,” katanya.

Menurut Menag, jika cinta terhadap alam telah tertanam dalam hati, maka kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh tanpa harus dipaksakan.

Ia menambahkan, tujuan dari pendekatan ini bukan menjadikan manusia sebagai makhluk tanpa salah, melainkan menumbuhkan kesadaran moral agar manusia tidak menjadi perusak.

“Kita akan menjadikan manusia jadi malaikat. Tapi itu tentu tidak mungkin. Minimal, jangan jadi iblis,” tegasnya.

Sebagai penutup, Menag menegaskan bahwa alam semesta harus dipandang sebagai bagian dari diri manusia. Ketika alam terluka, manusia seharusnya turut merasakan penderitaannya.

“Mulai hari ini, kita menganggap alam semesta ini bagian dari kita. Kalau dia sakit, seharusnya kita juga sakit,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Menag juga merekomendasikan buku The Sacred Nature karya Karen Armstrong sebagai bacaan reflektif untuk memperkuat kesadaran ekoteologis. Menurutnya, dunia modern perlu kembali menemukan keseimbangan antara rasionalitas dan kearifan tradisional.

“Kita terlalu banyak didikte oleh otak kiri, padahal otak kanan itu yang menghidupkan tiga setengah juta orang lamanya penduduk dunia ini. Jadi ternyata Barat kini menyadari kekeliruannya, menempuh jalan tradisional. Karena itu, inilah saatnya kita merdeka mengembalikan proporsi kita ke jalan yang benar. Shiratal mustaqim kita adalah ekoteologi,” pungkas Menag.

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Prof. Warsito, Dr. Budhy Munawar Rachman, Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, Dr. Mulawarman Hannase, serta Syekh Dr. Amru Whardani dari Darul Ifta Kairo, Mesir.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Kicau Burung Bantu Gerakkan Ekonomi Mikro Jakarta

    Lomba Kicau Burung Bantu Gerakkan Ekonomi Mikro Jakarta

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menghadiri lomba kicau burung pra piala Gubernur DKI Jakarta di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Ahad (07/08/2022). Dia mengatakan, penyelenggaraan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) itu tidak hanya menjadi wadah bagi para penggemar burung kicau. “Saya senang sekali komunitas (kicau mania) ini tumbuh berkembang dan kita […]

  • Milad ke-20 Berkilau Unggul, Fakultas Psikologi UIN Bandung Ditantang Sekjen Kemenag Cetak Karakter Bangsa Sekelas Jepang

    Milad ke-20 Berkilau Unggul, Fakultas Psikologi UIN Bandung Ditantang Sekjen Kemenag Cetak Karakter Bangsa Sekelas Jepang

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Momentum perayaan hari jadi ke-20 Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menorehkan sejarah emas. Hadiah terindah di usia dua dekade ini datang lewat raihan resmi akreditasi “Unggul” sekaligus peresmian (launching) Program Magister (S2) Prodi Psikologi. Capaian prestisius ini menuai apresiasi mendalam dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. […]

  • PPID Kota Bandung Siap Sukseskan E-Monev 2025 Keterbukaan Informasi Publik

    PPID Kota Bandung Siap Sukseskan E-Monev 2025 Keterbukaan Informasi Publik

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Electronic Monitoring and Evaluation (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh seluruh badan publik dan PPID se-Jawa Barat. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarak, […]

  • FEBI Gelar Seminar Nasional, Tingkatkan Rekognisi Global

    FEBI Gelar Seminar Nasional, Tingkatkan Rekognisi Global

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bandung terus mengkaji peran dan peluang ekonomi dan bisnis Islam sebagai sistem yang resilien dalam merespons tantangan kebijakan proteksionis global. Atas dasar itulah, FEBI menggelar seminar nasional yang melibatkan  dosen dan mahasiswa, Rabu (07/05/2025). Seminar Nasional dan Coaching Clinic Publikasi Karya Ilmiah Dosen itu dibuka oleh […]

  • Top! Perdana Ikut, Bayucaraka ITS Sabet Tiga Juara Sekaligus di Singapura

    Top! Perdana Ikut, Bayucaraka ITS Sabet Tiga Juara Sekaligus di Singapura

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SURABAYA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional dalam bidang robotika. Kali ini, tim robot terbang Bayucaraka ITS berhasil meraih tiga gelar juara sekaligus dalam kompetisi Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2022 yang diselenggarakan oleh Defence Science Organization (DSO) National Laboratories and Science Centre yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan […]

  • 1.000 Masjid Jadi Posko Mudik Jabar, Dirjen: Layanan Ini Berdampak Positif

    1.000 Masjid Jadi Posko Mudik Jabar, Dirjen: Layanan Ini Berdampak Positif

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad merilis 1.000 Masjid Posko Mudik Jawa Barat pada Minggu (23/3/2025). Peluncuran ini digelar secara hybrid dan diikuti ratusan peserta, mulai para Kepala Kemenag Kab/Kota dan jajaran, Kepala KUA dan jajaran, serta para Takmir masjid di 27 Kab/Kota di wilayah Jawa Barat. “Saya sangat mengapresiasi inisiasi ini. Ini yang […]

expand_less