Kamis, 9 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Pergerakan dalam Diam

Pergerakan dalam Diam

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com — Di sela-sela untaian pengajian Hikam ibn Athailah, Sang Guru Agung menyampaikan perumpamaan luar biasa tentang “diam itu emas”. Diam tidak selamanya bermakna berhenti (stagnan), tetapi ia kadang penuh makna dan dinamika.

 

—–

 

Syahdan di sebuah hutan yang rimbun, tumbuh tunas bambu yang kecil dan rapuh. Meskipun terlihat lemah, tunas bambu ini memiliki potensi yang luar biasa. Selama bertahun-tahun, ia tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di atas tanah. Namun, di bawah permukaan, sesuatu yang sangat penting sedang terjadi. Tunas bambu ini menghabiskan waktu untuk mengembangkan akarnya, menembus tanah dengan ketekunan yang tak tergoyahkan.

 

Proses ini mungkin tidak terlihat oleh mata, tetapi akar-akar itu tumbuh kuat dan dalam, menciptakan fondasi yang kokoh untuk masa depan. Dalam setiap inci yang ia gali, tunas bambu belajar tentang kesabaran. Ia memahami bahwa hasil yang baik memerlukan waktu dan usaha yang konsisten. Sementara itu, di atas tanah, ia tetap tampak tenang, seolah menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan kekuatannya.

 

Akhirnya, setelah bertahun-tahun berjuang membangun akar yang kuat, saat itu pun tiba. Dengan kekuatan yang diperoleh dari akarnya, tunas bambu mulai tumbuh dengan cepat. Dalam sekejap, ia menjulang tinggi, menembus langit, dan menjadi salah satu tanaman terkuat di hutan. Pertumbuhannya yang pesat adalah hasil dari proses panjang yang telah dilaluinya, dan kini ia dapat berdiri tegak, menghadapi angin dan badai dengan percaya diri.

 

Bambu tidak hanya tumbuh tinggi; ia juga menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa. Dalam setiap hembusan angin, ia dapat melentur tanpa patah, mengajarkan kita tentang pentingnya beradaptasi dengan perubahan. Di sekelilingnya, bambu memberikan tempat tinggal bagi berbagai makhluk, berkontribusi pada ekosistem yang seimbang. Ia mengingatkan kita bahwa keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat memberi dampak positif pada lingkungan dan komunitas di sekitar kita.

 

—-

 

Filosofi tunas bambu ini mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak datang dengan cepat. Ia mengajak kita untuk menghargai proses, membangun dasar yang kuat, dan bersabar dalam perjalanan menuju impian kita. Dengan memahami dan menerapkan pelajaran dari tunas bambu, kita dapat tumbuh dan berkembang dengan cara yang berkelanjutan, siap menghadapi tantangan dan meraih tujuan hidup kita.

Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reaktivasi Jalur Kereta, PT KAI Dukung Langkah Gubernur Dedi Mulyadi

    Reaktivasi Jalur Kereta, PT KAI Dukung Langkah Gubernur Dedi Mulyadi

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengapresiasi rencana Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang akan kembali reaktivasi jalur-jalur kereta api yang telah lama tidak beroperasi. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, sebagai operator pihaknya menyambut positif rencana dari Pemprov Jabar tersebut. “Kalau KAI sebagai operator pada prinsipnya support terhadap rencana Gubernur […]

  • Mantapkan Mutu Akademik, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Evaluasi Kurikulum

    Mantapkan Mutu Akademik, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Evaluasi Kurikulum

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dinamika industri keuangan syariah yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Menjawab tantangan tersebut sekaligus mendorong capaian Akreditasi Internasional dan Unggul, Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Review Kurikulum […]

  • Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Belakangan ini muncul komunitas anak muda yang berasal dari Depok, Citayam dan Bojong Gede membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Mereka memunculkan fenomena baru disana, sebagai area publik untuk unjuk ekspresi. Lalu, muncullah ide kegiatan Citayam Fashion Week yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan, […]

  • Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

    Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Halo guys! Bukan gaes yang itu, tapi ini gay. Gay yang lagi ramai dibicarakan di negeri ini. Sampai take down-take down-an video segala. Tapi saya mau bahas kata gay saja, tak merembet ke mana-mana. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Guys..! Gay itu sebenarnya cuma istilah keren untuk pria yang tertarik […]

  • Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-PURWOKERTO Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) yang didirikan dan dikembangkan oleh tim jurnal Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sejak tahun 2006 terus berkembang serta berhasil terindeks di Scopus. Ketua Dewan Editor Jurnal Keperawatan Soedirman Ns. Mekar Dwi Anggraeni, M.Kep., Ph.D. mengatakan JKS merupakan jurnal peer review dan open access yang […]

  • Gerakan Mahasiswa Mengabdi Desa di Tanjungwangi, Cara Jitu PIAUD UIN Bandung Bangun Karakter dan Didik Anak Hebat

    Gerakan Mahasiswa Mengabdi Desa di Tanjungwangi, Cara Jitu PIAUD UIN Bandung Bangun Karakter dan Didik Anak Hebat

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Semangat pengabdian kepada masyarakat terus digaungkan oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Melalui program bertajuk Gerakan Mahasiswa Mengabdi Desa (GEMES), mereka hadir di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, untuk menyemai manfaat dan membangun kolaborasi bersama masyarakat. Kegiatan yang […]

expand_less