Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Keistiqamahan Lebih Baik dari Seribu Karamah

Keistiqamahan Lebih Baik dari Seribu Karamah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Sehabis Shalat Ashar, senja sudah mulai terasa, saat Guru Agung memulai pengajian sorenya. Dari sekian banyak tuturan bermaknanya, ia menyitir kisah tentang Imam Junaid al-Baghdadi yang menyoroti pandangannya yang mendalam mengenai keutamaan Istiqamah di atas Karamah (kemuliaan/kesaktian).

—-
Mahkota Para Sufi: Junaid dan Rahasia Istiqâmah

Di jantung kota Baghdad pada abad ke-3 Hijriah, di tengah hiruk-pikuk perdagangan dan debu intelektual yang menyelimuti tepian sungai Tigris, duduklah seorang ulama yang kelak dikenal sebagai “Sayyid at-Ta’ifah” (Pemimpin Kaum Sufi). Ia adalah Abu al-Qasim al-Junaid al-Baghdadi.

Berbeda dengan gambaran asketis yang menjauh total dari dunia, Imam Junaid adalah seorang pedagang sutra. Di siang hari ia bergulat dengan pasar, namun hatinya tidak pernah sedetik pun berpaling dari Allah. Justru di sinilah letak kekuatan ajarannya: menyeimbangkan antara “syariat yang kokoh dengan hakikat yang dalam.”

——
Kepenasaran Para Murid

Suatu ketika, dalam halaqah ilmunya yang tenang, beberapa murid yang masih muda dan bersemangat spiritual bertanya-tanya tentang fenomena karamah. Mereka mendengar kisah-kisah fantastis tentang orang-orang saleh yang mampu berjalan di atas air, terbang di angkasa, atau melipat jarak dalam sekejap mata.

Ada kerinduan diam-diam di hati mereka untuk merasakan, menyaksikan, atau memiliki kemampuan supranatural tersebut sebagai bukti kedekatan dengan Allâh..

Melihat kegelisahan ini, Imam Junaid tersenyum lembut. Ia sangat paham bahwa ini adalah perangkap halus bagi para penempuh jalan spiritual (sâlik). Terpukau pada keajaiban seringkali membuat seseorang lupa pada Sang Pencipta Keajaiban (Allâh).

—–
Jawaban Sang Imam: Burung dan Ikan

Dengan tenang, Imam Junaid berkata:

“Jika kalian melihat seseorang duduk bersila di udara, janganlah kalian tertipu sampai kalian menimbang perbuatannya dengan timbangan Syariat. Dan jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air, janganlah terperdaya sampai kalian melihat bagaimana ia berpegang pada perintah dan larangan Allah.”

Para murid terdiam. Imam Junaid melanjutkan dengan sebuah analogi yang meruntuhkan obsesi mereka terhadap kesaktian fisik:

“Burung bisa terbang di udara, dan ikan bisa berenang di dalam air tanpa tenggelam. Itu adalah sifat alamiah mereka, bukan tanda kewalian. Setan pun bisa melintasi dunia dalam sekejap.”

Bagi Junaid, ukuran kesucian bukanlah kemampuan melanggar hukum alam, melainkan kemampuan menundukkan hawa nafsu secara terus-menerus di bawah hukum Allah.

—-
Hakikat Istiqamah

Imam Junaid kemudian mengajarkan sebuah prinsip yang menjadi pondasi Tasawwuf Sunni hingga hari ini:

“Al-Istiqâmatu khairun min alfi karamah.”
(Istiqamah itu lebih baik daripada seribu karamah).

Ia menjelaskan bahwa Karamah seringkali hanya menjadi hiburan bagi anak kecil dalam perjalanan spiritual, atau bahkan ujian yang bisa menggelincirkan seseorang ke dalam kesombongan (ujub). Sementara itu, Istiqamah adalah karamah yang sesungguhnya.

Istiqamah adalah ketika seorang hamba tetap berdiri tegak menjalankan perintah Allah, baik saat hatinya sedang lapang maupun sempit, saat ia sehat maupun sakit, saat ia kaya maupun miskin. Istiqamah adalah “keringat ruhani” yang menuntut kesabaran tanpa batas.

Imam Junaid menegaskan: “Yang dituntut darimu adalah Istiqâmah, bukan Karamah. Karena Tuhanmu menuntutmu untuk beristiqamah, sementara nafsumu menuntutmu untuk mencari karamah.”

—-
Khatimah: Warisan Sang Pedagang Sutra

Kisah di atas ditulis dalam “Risâlah al-Qusyairiyyah” (Imam Abu al-Qâsim al-Qusyairy) dan “Hilyatul Aulia wa Thabaqat al-Asyfiya” (Imam Abu Nua’im al-Isfahani). Narasi hidup Imam Junaid mengajarkan kita bahwa puncak dari spiritualitas bukanlah menjadi “manusia super” (ubermach), melainkan menjadi hamba yang setia (‘Abd Allâh).

Keajaiban terbesar bukanlah mengubah tongkat menjadi ular atau membelah lautan, melainkan kemampuan seorang manusia yang lemah untuk tetap taat kepada Tuhannya di tengah badai godaan dunia yang tak henti-hentinya menerpa. Itulah Istiqâmah—sebuah keajaiban sunyi yang tidak membutuhkan tepuk tangan manusia, namun terdengar gemuruhnya di pintu langit.

Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 7 Perbedaan Kebijakan Beasiswa LPDP 2021 dengan 2022

    Ini 7 Perbedaan Kebijakan Beasiswa LPDP 2021 dengan 2022

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Bagi kamu yang sedang mencari peluang beasiswa, pendaftaran beasiswa tahap 2 LPDP akan dibuka mulai 4 Juli 2022. Beasiswa ini meliputi program beasiswa umum, afirmasi, dan targeted. Hanya saja, terdapat penyesuaian ketentuan dalam Beasiswa LPDP 2022 yang berbeda dengan tahun 2021 lalu, apa saja itu? Simak penjelasannya yang dikutip dari akun Instagram LPDP. 1. […]

  • Turnamen Tenis Meja DEKAN FAH CUP Penuh Keakraban dan Sportivitas, Juara I Diraih Tim Aljamiah

    Turnamen Tenis Meja DEKAN FAH CUP Penuh Keakraban dan Sportivitas, Juara I Diraih Tim Aljamiah

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com—Dekan Fakultas Adab dan Humanirora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum  menutup secara resmi turnamen tenis meja DEKAN FAH CUP antardosen/karyawan se-UIN Bandung, di Auditorium FAH, Senin (28/07/2025). Acara penutupan ditandai dengan pertandingan final sekaligus penyerahan piala bagi peraih juara I, II, III, dan IV. Momen penutupan ini dihadiri oleh […]

  • Bila Iran Berkuasa, Akan Dzalim Pada Muslim Sunni? 

    Bila Iran Berkuasa, Akan Dzalim Pada Muslim Sunni? 

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Mari kita, umat Islam, menatap masa depan dengan pikiran positif, guys. Bila Iran menang perang melawan AS-Israel dan menjadi penguasa dunia Islam, karena Iran itu Syi’ah, lalu katanya, kalau sudah berkuasa dia akan jadi jahat dan dzalim pada Muslim Sunni yang dikuasainya. Banyak yang tadinya anti penjajahan, kalau sudah jadi penguasa, jadi jahat […]

  • Rektor UIN Jakarta Hadiri Konferensi Internasional Dewan Komunitas Muslim Dunia di Abu Dhabi

    Rektor UIN Jakarta Hadiri Konferensi Internasional Dewan Komunitas Muslim Dunia di Abu Dhabi

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Dewan Komunitas Muslim Dunia menggelar Konferensi Internasional tentang Muslim sebagai Kesatuan Umat dalam Keberagaman di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada 8-9 Mei 2022. Konferensi untuk membahas masalah Persatuan Islam, Konsep, Peluang dan Tantangan itu dihadiri oleh sekira 700 peserta di lebih dari 150 negara di dunia, termasuk Indonesia. Sejumlah pejabat dan mantan […]

  • UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar rangkaian acara seminar My Ilkom dengan tema “Fiqh Jurnalistik”. Seminar ini diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Senin (25/11/2024). Seminar ini menghadirkan Dr. Bahrudin, M.Ag. (Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung) sebagai pembicara […]

  • Wow..Pembalut Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa ITB Juara Lomba Falling Walls Lab Indonesia 2022

    Wow..Pembalut Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa ITB Juara Lomba Falling Walls Lab Indonesia 2022

    • calendar_month Rab, 5 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Mahasiswa Program Studi Fisika ITB, Difa Ayatullah (10219090), berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi Falling Walls Lab Indonesia 2022 yang diadakan oleh Falling Walls Foundation. Falling Walls Lab merupakan kompetisi pitching ideas yang menekankan pada inovasi peserta dalam mengatasi suatu permasalahan. Peserta yang dapat mengikuti kompetisi Falling Walls Lab adalah mahasiswa tingkat sarjana hingga post-doctoral. […]

expand_less