Kamis, 9 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Asyiknya Toleransi dan Doa Lintas Agama

Asyiknya Toleransi dan Doa Lintas Agama

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar

YOGYAKARTA Kanal31.com — Minggu pagi (4/1/2026) di Kulon Progo, lazimnya diisi hiruk-pikuk aktivitas warga. Namun, ada pemandangan berbeda hari ini. Ratusan ASN dan warga berkumpul untuk ikut “Jalan Sehat Kerukunan & Senam Ceria” dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

Jelang dimulai, suasana mendadak berubah syahdu. Ratusan pasang mata tertunduk, dan kebisingan berganti menjadi keheningan yang menyentuh hati. Sebelum langkah kaki diayunkan, Kemenag Kulon Progo menginisiasi sebuah momen “hening doa lintas agama”.

 

Tidak ada sekat mayoritas atau minoritas, semua elemen masyarakat, ASN, hingga pejabat daerah menundukkan kepala, memanjatkan doa menurut kepercayaan masing-masing. Wakil Menteri Agama, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, yang duduk di barisan depan bersama Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, tampak larut dalam kekhusyukan tersebut.

 

 

Momen hening ini bukan sekadar seremoni tempelan. Ini adalah simbol kuat bagaimana Kementerian Agama menerjemahkan tugasnya dalam menjaga “sendi-sendi kehidupan berbangsa”. Di tengah suasana perayaan yang cair sekalipun, nilai spiritualitas dan penghormatan terhadap keberagaman tetap diletakkan sebagai fondasi utama.

 

 

Dalam sambutannya usai doa, Romo Syafi’i menyoroti pentingnya ritual-ritual kebersamaan seperti ini. Ia menegaskan bahwa merawat kerukunan tidak melulu harus lewat dialog formal di ruang rapat, tetapi bisa berwujud aksi sederhana namun bermakna di lapangan terbuka.

 

Doa lintas agama di awal acara ini menjadi pesan kuat bahwa Kemenag adalah rumah bagi semua. Rumah merawat kerukunan demi menjaga keutuhan negara, bahkan dalam suasana santai dan gembira jelang jalan sehat.

 

Ketika bendera dikibarkan, peserta mulai berjalan dengan senyum semangat nan merekah. Namun, bekal mereka pagi itu bukan hanya semangat untuk sehat, melainkan memori tentang indahnya kebersamaan dalam doa yang baru saja mereka lalui. Sebuah potret nyata toleransi dan keramahan dari Kulon Progo untuk Indonesia.

 

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Jalan Keluar dari Keterbelakangan Sosial dan Ekonomi

    Pendidikan Jalan Keluar dari Keterbelakangan Sosial dan Ekonomi

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (MPI PP) Muhammadiyah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (PWM Jabar) menggelar acara peluncuran buku berjudul ”Memilih Langkah Jalan Tengah: Biografi dan Pemikiran Dadang Kahmad.” Acara ini berlangsung di Aula Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat, Bandung, pada Sabtu (15/02/2025) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh […]

  • Dobrak Stigma, Rakernas PPPSIH-PTKIN Bidik Integrasi Hukum Islam-Nasional

    Dobrak Stigma, Rakernas PPPSIH-PTKIN Bidik Integrasi Hukum Islam-Nasional

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Lanskap pendidikan hukum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersiap menghadapi babak baru. Cetak biru masa depan tersebut mulai digodok dalam rangkaian Pelantikan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Seminar Nasional Perkumpulan Penyelenggara Program Studi Ilmu Hukum (PPPSIH)PTKIN se-Indonesia, yang digelar di Aula Utama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung, Rabu (17/06/2026). Pertemuan […]

  • Agus Akmaludin, Kualitas Tidak Akan Pernah Tertukar

    Agus Akmaludin, Kualitas Tidak Akan Pernah Tertukar

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Namanya Agus Akmaludin, urang Cicalengka Kabupaten Bandung, dulu mahasiswa saya beberapa semester. Di kelasnya, paling dewasa dan paling pintar. Ada 2 orang, satu lagi Ari Ganjar, yang melakukan penelitian sangat serius tentang ulama Sunda abad-19 di Cimahi, yang memiliki ajaran tasawufnya sendiri. Lokasi pesantren rintisan ulama itu diabadikan menjadi Jalan Pesantren, di Cibabat Cimahi. […]

  • Kemenag – BAZNAS Bentuk Satgas Optimalisasi Pengumpulan Zakat untuk Beasiswa

    Kemenag – BAZNAS Bentuk Satgas Optimalisasi Pengumpulan Zakat untuk Beasiswa

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membentuk Satuan Tugas (Task Force) untuk mendorong optimalisasi pengumpulan zakat. Task Force ini juga bertujuan untuk menggencarkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2024 yang diluncurkan pada 23 Juli 2024. Pembentukan Task Force yang terdiri dari Kemenag dan BAZNAS ini merupakan […]

  • Ini Aturan Mutasi Terbaru Kemenag, Karopeg: Data ASN Harus Valid

    Ini Aturan Mutasi Terbaru Kemenag, Karopeg: Data ASN Harus Valid

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Batam) — Kepala Biro Kepegawaian (Karopeg) Kementerian Agama (Kemenag) Wawan Djunaedi meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) senantiasa memperhatikan validitas data kepegawaiannya di aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG). Pasalnya, mulai tahun ini, kevalidan data kepegawaian menjadi salah satu syarat mutasi pegawai. Hal ini ditegaskan Karopeg Wawan Djunaedi saat mensosialisasikan Keputusan Sekretaris Jenderal (KSJ) Kementerian Agama […]

  • Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Tangerang) — Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi prosesi 12 tahunan Gotong Toapekong di Kota Tangerang. Ia juga mengucapkan selamat karena tradisi masyarakat Tionghoa ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. “Kami atas nama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, Pengurus Boen Tek […]

expand_less