Breaking News:
Beranda » BEWARA » Asyiknya Toleransi dan Doa Lintas Agama

Asyiknya Toleransi dan Doa Lintas Agama

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA Kanal31.com — Minggu pagi (4/1/2026) di Kulon Progo, lazimnya diisi hiruk-pikuk aktivitas warga. Namun, ada pemandangan berbeda hari ini. Ratusan ASN dan warga berkumpul untuk ikut “Jalan Sehat Kerukunan & Senam Ceria” dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

Jelang dimulai, suasana mendadak berubah syahdu. Ratusan pasang mata tertunduk, dan kebisingan berganti menjadi keheningan yang menyentuh hati. Sebelum langkah kaki diayunkan, Kemenag Kulon Progo menginisiasi sebuah momen “hening doa lintas agama”.

 

Tidak ada sekat mayoritas atau minoritas, semua elemen masyarakat, ASN, hingga pejabat daerah menundukkan kepala, memanjatkan doa menurut kepercayaan masing-masing. Wakil Menteri Agama, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, yang duduk di barisan depan bersama Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, tampak larut dalam kekhusyukan tersebut.

 

 

Momen hening ini bukan sekadar seremoni tempelan. Ini adalah simbol kuat bagaimana Kementerian Agama menerjemahkan tugasnya dalam menjaga “sendi-sendi kehidupan berbangsa”. Di tengah suasana perayaan yang cair sekalipun, nilai spiritualitas dan penghormatan terhadap keberagaman tetap diletakkan sebagai fondasi utama.

 

 

Dalam sambutannya usai doa, Romo Syafi’i menyoroti pentingnya ritual-ritual kebersamaan seperti ini. Ia menegaskan bahwa merawat kerukunan tidak melulu harus lewat dialog formal di ruang rapat, tetapi bisa berwujud aksi sederhana namun bermakna di lapangan terbuka.

 

Doa lintas agama di awal acara ini menjadi pesan kuat bahwa Kemenag adalah rumah bagi semua. Rumah merawat kerukunan demi menjaga keutuhan negara, bahkan dalam suasana santai dan gembira jelang jalan sehat.

 

Ketika bendera dikibarkan, peserta mulai berjalan dengan senyum semangat nan merekah. Namun, bekal mereka pagi itu bukan hanya semangat untuk sehat, melainkan memori tentang indahnya kebersamaan dalam doa yang baru saja mereka lalui. Sebuah potret nyata toleransi dan keramahan dari Kulon Progo untuk Indonesia.

 

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

    Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Tulisan ke-33 Edisi Ramadan. Kalian yang Muslim wajib tahu tokoh ini. Di tangan beliau, arsitek kejayaan Islam tercipta. Simak kisahnya sambil seruput Koptagul usai sahur, wak!   Beliau adalah Khalifah Al-Walid bin Abdul MaliK atau lebih dikenal Al-Walid I. Bukan “Walid nak Dewi boleh” Bukan ya! Ini Walid, khalifah keenam dari Dinasti Umayyah […]

  • Selamat! Pemenang Kompetisi Policy Brief Moderasi Beragama 2024

    Selamat! Pemenang Kompetisi Policy Brief Moderasi Beragama 2024

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bali) — Kompetisi Penulisan Policy Brief Moderasi Beragama bagi ASN Jabatan Fungsional Tertentu Antar Kementerian dan Lembaga Tahun 2024 berakhir. Kompetisi ini diikuti 226 peserta dari delapan Kementerian dan Lembaga dari seluruh Indonesia. Selain dari Kementerian Agama, juga ada dari BPBD Kab. Muko-muko, BRIN, Kementerian Perindustrian, Badan Siber dan Sandi Negara, Bappeda Gorontalo, Kementerian […]

  • Momentum Perkuat Nilai Keislaman yang Inklusif

    Momentum Perkuat Nilai Keislaman yang Inklusif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA kanal31.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri puncak peringatan Milad ke-120 Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/9/2025). Acara ini diikuti ribuan jamaah dan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Singapura.   Dalam sambutannya, KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi – mengapresiasi peran Ponpes Suryalaya dalam membina umat dan mengembangkan […]

  • Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Iu Rusliana menyoroti sejumlah kasus sosial yang viral bermunculan di Jawa Barat (Jabar). Ia mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) Jabar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak bermunculan kasus serupa.   Beberapa di antaranya kasus yang viral seperti kasus bayi Raya yang […]

  • Jadi Bahan Revisi UU Pemilu, Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

    Jadi Bahan Revisi UU Pemilu, Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Keputusan ini tertuang dalam putusan perkara nomor 62/PUU-XXII/2024, yang dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo di ruang sidang MK.   Menanggapi putusan MK tersebut, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, menyatakan bahwa putusan […]

  • Puasa dari Medsos, Mungkinkah?

    Puasa dari Medsos, Mungkinkah?

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Dunia digital itu terasa intim. Feed saya beda dengan feed Anda. Algoritma seperti tahu selera, luka, bahkan ego kita. Ia beri sedikit validasi—cukup untuk bikin nagih. Scroll jadi refleks. Jempol kadang lebih disiplin daripada zikir.   Yang melelahkan sering bukan pekerjaan, tapi kebutuhan untuk “terlihat”: terlihat produktif, stabil, bahagia. Padahal hidup nyata tidak […]

expand_less