Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Tel Aviv dalam Bayang-bayang Neraka Rudal Iran

Tel Aviv dalam Bayang-bayang Neraka Rudal Iran

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR Kanal31.com — Kita update perang Iran vs Israel-AS, 5 Maret 2026. Kali ini saya fokus pada ibu kota Israel, Tel Aviv. Seperti apa kondisinya saat dihujani rudal Iran. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Tel Aviv dulu dikenal sebagai kota yang tidak pernah tidur. Pantai penuh pesta, startup unicorn tumbuh seperti jamur musim hujan, dan hummusnya konon bisa membuat lidah merasa menemukan tujuan hidup. Namun sekarang kota itu seperti panggung reality show paling mahal di dunia. “Sirine: The Remix Edition.” Bedanya dengan reality show biasa, yang kalah di sini bukan pulang ke rumah, tetapi bisa pulang ke sejarah.

 

Sejak tengah malam sampai pagi ini, sirine sudah meraung lima kali. Itu bukan alarm lembut yang menyuruh orang bangun yoga atau meditasi. Ini alarm yang maknanya sederhana. Lari ke shelter atau siap jadi statistik rudal. Warga Tel Aviv yang biasanya bergegas ke co-working space kini melakukan olahraga baru, sprint ke bunker sebelum langit menjatuhkan kejutan balistik.

 

Parkiran bawah tanah berubah menjadi hotel darurat versi kiamat. Tenda berdiri rapat, selimut tipis berserakan, bayi menangis bersahut-sahutan dengan gonggongan anjing peliharaan. Aromanya khas sekali, kopi dingin, keringat, dan kecemasan kolektif. Orang-orang duduk di lantai beton makan roti tawar sambil mendengar dentuman intersepsi Iron Dome di atas kepala. Jika dilihat dari jauh mungkin tampak seperti festival kembang api, tetapi semua orang tahu ini kembang api yang salah timing bisa berubah menjadi tragedi.

 

Langit Tel Aviv sering penuh garis cahaya rudal yang dicegat. Jejaknya melintang seperti lukisan cahaya di udara malam. Propaganda pro-Iran di media sosial sudah teriak, “Tel Aviv burning.” Kenyataannya tidak seapokaliptik itu. Kebanyakan rudal memang berhasil dihentikan. Debris jatuh di area terbuka, korban hari ini dilaporkan luka ringan dan trauma. Kata “ringan” di sini terasa sangat sinis, karena setiap sirine membuat jantung orang melompat sampai ke tenggorokan.

 

Masalah berikutnya adalah keluar dari kota ini tidak semudah keluar dari rapat dinas yang membosankan. Bandara Ben Gurion yang dulu sibuk seperti mal akhir pekan baru partial reopen tadi malam. Pagi ini dua pesawat El Al mendarat membawa pulang warga Israel yang sempat terjebak di luar negeri. Reuni keluarga di bandara dengan soundtrack sirine dan potensi rudal balistik. Sebuah adegan dramatis yang bahkan Hollywood mungkin perlu berpikir dua kali untuk memfilmkannya.

 

Menteri Transport Miri Regev mengatakan pemerintah akan melakukan “segala cara” untuk membawa pulang warga Israel dengan aman. Kedengarannya heroik. Namun penerbangan keluar kota masih sangat terbatas. Katanya baru mulai perlahan besok, itupun maskapai Israel dulu. Akibatnya ribuan orang asing, termasuk warga Amerika yang biasanya paling percaya diri di planet ini, sekarang antre bus sampai lima jam menuju perbatasan Mesir.

 

Pilihan lain adalah menunggu charter flight yang mungkin datang, mungkin juga tidak. Departemen Luar Negeri Amerika sudah memberi imbauan dramatis. “Leave immediately using any available commercial transportation.” Masalahnya sederhana, banyak transportasi komersialnya tutup.

 

Evakuasi massal resmi dari Tel Aviv juga tidak ada. Pesan pemerintah kira-kira begini, tetap di rumah, ikuti instruksi Homefront Command, dan semoga sistem pertahanan bekerja dengan baik. Terjemahan bebasnya, bertahanlah sebisa mungkin.

 

Ekonomi kota ikut terguncang. Tel Aviv yang dulu dielu-elukan sebagai ibu kota teknologi dunia kini masuk mode WFH paksa. Bukan karena tren digital, tetapi karena setiap beberapa jam orang harus lari ke bunker. Startup founder melakukan rapat Zoom sambil memegang helm. Investor mungkin mulai menghitung ulang risiko. Presentasi bisnis terlihat bagus, tetapi sirine rudal jelas tidak ada dalam proyeksi keuntungan.

 

Pariwisata nyaris berhenti total. Pantai kosong kecuali burung camar yang tampaknya juga mempertimbangkan pindah wilayah. Harga minyak global ikut naik akibat ketegangan di Selat Hormuz, dan efeknya sampai ke kafe-kafe kota. Latte favorit di Rothschild Boulevard terasa seperti membeli bahan bakar jet.

 

Akhirnya Tel Aviv terasa seperti kota yang sedang bermain Russian roulette dengan rudal. Pertahanannya kuat, tetapi setiap sirine membuat orang bertanya dalam hati, hari ini giliran siapa.

 

Jika nuan membaca ini sambil santai minum kopi di tempat aman, anggap itu kemewahan besar. Di Tel Aviv sekarang, ketenangan adalah barang langka. Semua orang mencoba terlihat normal, sambil diam-diam menunggu apakah malam nanti sirine akan kembali meraung.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media dan Pesantren 

    Media dan Pesantren 

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com –Ketika melihat tayangan “Xpose Uncensored” di Trans7 yang memicu kontroversi dan kegaduhan di media sosial, sebagai santri, saya geram, marah, tidak terima, sosok Kiai yang sangat dimuliakan di kalangan pesantren, dinarasikan secara tidak proporsional dan direndahkan dengan intonasi dan diksi suara bernada sinis negatif. Saya menduga, orang-orang yang berada di belakang program tersebut […]

  • Akreditasi Prodi Psikologi 2025, Fase Awal Buka Program Pendidikan Profesi dan S2

    Akreditasi Prodi Psikologi 2025, Fase Awal Buka Program Pendidikan Profesi dan S2

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung disarankan untuk segera membuka program pendidikan profesi, guna menghasilkan psikolog profesional dan kompeten. Kehadiran program ini sangat penting, untuk memenuhi kebutuhan praktisi bidang psikologi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Saran ini dikemukakan oleh Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Seger […]

  • Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat menggelar Orasi Ilmiah dan Dialog Publik bertajuk “Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan: Kolaborasi Sipil untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Krisis Lingkungan”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, diikuti oleh 60 peserta luring di Aula PKBI Jawa Barat, […]

  • 5 Ilmu Kanuragan Warisan Syeh Siti Jenar

    5 Ilmu Kanuragan Warisan Syeh Siti Jenar

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM SELAIN mewariskan ajaran Manunggaling Kawula Gusti, Syeh Siti Jenar ternyata juga meninggalkan ilmu-ilmu kanuragan kepada para pengikutnya. Bahkan konon kesaktian tersebut hingga saat ini masih ada dan diamalkan oleh orang-orang yang meyakini ajaran Syeh Siti Jenar. Syeh yang juga bergelar Sunan Jepara ini memperoleh dan mempelajari ilmu kanuragan itu tersebut melalui bebagai laku spiritual. […]

  • Agama dalam Bingkai Media

    Agama dalam Bingkai Media

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Haris Fatwa Dinal Maula adalah mahasiswa Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS), Sekolah Pascasarjana UGM, angkatan 2020.  Peran media tidak sekadar mengamplifikasi pesan atau konten keagamaan, tetapi juga merekonstruksi agama di ruang publik. Persinggungan antara agama dan media massa merupakan kata kunci menarik bagi kalangan pengkaji agama dan media. Perkembangan teknologi informasi yang sangat dinamis menjadi alasan […]

  • Bakal Guncang UGM, Dua Tim Debat Hukum UIN Bandung Tembus Final Arena Argumentasi RDK 1447 H

    Bakal Guncang UGM, Dua Tim Debat Hukum UIN Bandung Tembus Final Arena Argumentasi RDK 1447 H

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Panggung debat hukum nasional kembali dikejutkan oleh taring tajam delegasi dari Kota Kembang. Lembaga Kajian dan Debat Mahasiswa (LKDM) Ilmu Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sukses meloloskan dua tim sekaligus ke babak final ajang bergengsi Arena Argumentasi Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H di Universitas Gadjah […]

expand_less