Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025).

Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa bersama dan pernyataan empati bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang tengah menghadapi bencana alam.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa krisis ekologis bukan sekadar isu teoretis, melainkan kenyataan yang berdampak nyata pada kehidupan masyarakat. Karena itu, pendekatan spiritual, moral, dan ilmiah diperlukan untuk membangun solidaritas serta kesadaran ekologis yang lebih kuat,” jelasnya.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber terkemuka: Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Ketua Forum Dekan (Fordek) Ushuluddin PTKI se-Indonesia, dan Dr. Budhy Munawar-Rachman, Koordinator Esoterika Forum Spiritualitas sekaligus Penasehat Ahli Menteri Agama RI. Acara dipandu oleh Rika Dilawati, M.Ag., dosen SAA UIN Bandung.

Dalam paparannya, Dr. Budhy Munawar-Rachman menegaskan bahwa Indonesia sebagai masyarakat multikultural memposisikan agama sebagai entitas hidup dan relevan, terutama dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang diperkirakan mencapai titik kritis pada 2050. “Urgensi ekoteologi sebagai perspektif moral bersama lintas agama untuk menjawab krisis ekologis global,” tegasnya.

Menurutnya, ekoteologi tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga moral dan praksis. Merujuk pada gagasan Denny JA tentang 10 Prinsip Spiritualitas Universal, Mas Budhy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral untuk menggerakkan masyarakat merawat bumi sebagai rumah bersama.

Paling tidak terdapat tiga pilar utama maintainer ekoteologi: iman, ilmu dasar ekoteologi, dan amal ekoteologi.

Pengurangan konsumsi plastik, penghematan energi, hingga gaya hidup minimalis disebut sebagai bentuk taubat ekologis yang perlu ditumbuhkan sebagai kebiasaan masyarakat beragama. “Berbagai penelitian global menunjukkan komunitas keagamaan seringkali lebih efektif dalam advokasi lingkungan dibanding lembaga formal internasional,” jelasnya.

Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menjelaskan ekoteologi sebagai teologi feminin, teologi yang menekankan kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian terhadap kehidupan. Ia menegaskan bahwa kualitas mental dan intelektual seorang ilmuwan berpengaruh pada kepeduliannya terhadap alam. Dalam perspektif mikrokosmos, manusia memantulkan keteraturan kosmos. “Oleh karena itu, kerapihan, ketelitian, dan etika dalam karya ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari etika ekologis,” paparnya.

Prof. Yudi sapaan akrabnya menekankan bahwa ekoteologi harus melahirkan perubahan perilaku, cara pandang, dan cara berkarya sebagai wujud tanggung jawab spiritual dan intelektual.

Sebelumnya, menyikapi krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan, termasuk meningkatnya frekuensi bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia meluncurkan Resolusi Shakti 2025. Dokumen ini memuat delapan komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam yang ditujukan untuk memperkuat gerakan ekologis nasional dari ruang akademik.

Delapan Pilar Aksi Transformasi Resolusi Shakti 2025 meliputi:

1. Reinterpretasi Teologis – Mengoreksi paradigma antroposentris dan meneguhkan manusia sebagai khalifatullah fil ardh.

2. Transformasi Kurikulum – Menghadirkan kampus sebagai living laboratory ekoteologi dan pusat pembelajaran Islam ramah lingkungan.

3. Konsorsium Riset Interdisipliner – Menghasilkan solusi konkret dari tingkat lokal hingga nasional.

4. Pendampingan Komunitas & Filantropi Ekologis – Menguatkan aksi pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

5. Aliansi Lintas Sektor – Berkolaborasi dengan komunitas adat, organisasi lingkungan, seniman, aktivis, hingga pemerintah.

6. Ekonomi Regeneratif Berbasis Nilai Islam – Mendorong transisi dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berkeadilan ekologis.

7. Platform Digital Terbuka – Membangun gerakan ekoteologi yang inklusif dan mudah diakses publik.

8. Kampanye Global – Menempatkan Indonesia sebagai teladan ekoteologi Islam di tingkat dunia.

Nita Ch. Lusaid, Direktur Denny JA Foundation, menegaskan kuliah umum ini menegaskan bahwa ekoteologi merupakan warisan kultural milik bersama yang harus dihidupkan melalui kolaborasi lintas agama, integrasi ilmu ekologi dan spiritualitas, serta aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Menghadapi meningkatnya risiko bencana dan perubahan iklim, suara moral agama, kepemimpinan spiritual, serta komitmen ilmiah menjadi kunci untuk membangun masa depan ekologis yang lebih adil dan berkelanjutan,” bebernya.

Dengan mempertemukan perspektif akademik, spiritual, dan ekologis, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperkuat kontribusi dalam merawat bumi sebagai amanah Ilahi sekaligus tanggung jawab lintas generasi.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Dosen UIN Bandung Terima KMA Penetapan Guru Besar

    2 Dosen UIN Bandung Terima KMA Penetapan Guru Besar

    • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    UINSGD.AC.ID (Humas) — Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan 185 profesor atau guru besar rumpun ilmu agama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk guru besar di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Penetapan 185 profesor ini diserahkan secara simbolis oleh Sekjen Kemenag, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, […]

  • Catat! Berdiri sejak 1869, Mungsolkanas Jadi Masjid Tertua di Kota Bandung

    Catat! Berdiri sejak 1869, Mungsolkanas Jadi Masjid Tertua di Kota Bandung

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Jika membahas tentang perkembangan Islam di kota Bandung, kebanyakan orang akan menyebut Masjid Agung Alun-alun atau Masjid Besar Cipaganti sebagai salah satu masjid bersejarah di Kota Bandung. Namun, Masjid Mungsolkanas yang terletak di sebuah gang kecil membuatnya jarang terlihat oleh banyak orang. Dilansir dari laman Kota Bandung, Masjid ini berada di Gang […]

  • Menggugat “Kewajaran” di Tengah Manifesto KKN

    Menggugat “Kewajaran” di Tengah Manifesto KKN

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dunia jurnalistik telah mengajarkan siapapun melihat manusia tanpa atribut. Di depan meja redaksi, pangkat dan status sosial hanyalah pelengkap data; yang utama adalah nilai informasi dan kebenaran yang dibawa. Namun, ketika prinsip ini dibawa ke realitas sosial dan sistem keuangan negara, kita akan menemukan sebuah benturan besar yang bernama: “Budaya Wajar.” Dalam sistem […]

  • 3 Arti Kedutan di Kelopak Bawah Mata Kanan

    3 Arti Kedutan di Kelopak Bawah Mata Kanan

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kedutan atau juga dikenal dengan istilah twitching adalah hal yang umum terjadi dan biasanya akan hilang sendiri. Namun, pada kondisi tertentu, otot kedutan juga bisa menjadi tanda dari suatu penyakit saraf. Otot kedutan atau muscle twitching adalah gerakan halus pada area kecil otot yang tidak disengaja Dikutip dari kanal YouTube Tafsir Mimpi, kedutan di […]

  • Inilah Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an Ala Kemenag

    Inilah Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an Ala Kemenag

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA  Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) tengah menyusun buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an. Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghafur, menyebut penyusunan buku ensiklopedia ini untuk memberikan rekognisi atas penemuan berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an. Waryono menuturkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini berkembang di Indonesia bisa jadi merupakan temuan baru, tidak diperoleh dari kampus-kampus, […]

  • Retorika dari Bawah

    Retorika dari Bawah

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Bandung kanal31.com –Seorang teman memperlihatkan potongan video kepada saya yang menampilkan Cak Imin yang mengatakan, “kalau ada yang tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII tapi HMI”. Bagi saya, pernyataan ini bukan sekadar seloroh politis. Ia mengandung bias, sindiran, dan pada saat yang sama mencerminkan gejala klasik politik identitas yang terus mengendap merayap dalam lanskap […]

expand_less