Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Filosofi Nuzulul Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Religius

Filosofi Nuzulul Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Religius

  • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Pada bulan suci Ramadan, umat Islam memperingati peristiwa agung yaitu Nuzulul Qur’an (نُزُوْلُ الْقُرْآنِ), yaitu turunnya kitab suci الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ kepada Nabi besar Muhammad melalui malaikat Jibril di Gua Hira.

 

Peristiwa ini bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga مَنْهَجُ الْحَيَاةِ atau pedoman hidup bagi manusia.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

 

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Surah Al-Baqarah:185)

 

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah هُدًى لِلنَّاسِ petunjuk bagi manusia.

 

1- Filosofi Nuzulul Qur’an, Perintah Membaca (Iqra’)

Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Surah Al-‘Alaq:1)

 

Kata اقْرَأْ (Iqra’) memiliki makna luas, yaitu membaca, menelaah, memahami, dan meneliti. Dalam perspektif Islam, ilmu disebut الْعِلْمُ (al-‘ilm), dan menuntut ilmu adalah ibadah.

 

Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” Artinya, peringatan Nuzulul Qur’an harus membangkitkan semangat طَلَبُ الْعِلْمِ dan budaya literasi dalam umat Islam.

 

2- Al-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan (An-Nūr)

Sebelum turunnya Al-Qur’an, masyarakat Arab berada pada masa جَاهِلِيَّةٌ yaitu masa kebodohan dan kegelapan moral. Dengan turunnya Al-Qur’an, Allah mengangkat manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.” (QS. Surah Ibrahim:1).

 

Kegelapan disebut الظُّلُمَاتُ (azh-zhulumāt), sedangkan cahaya disebut النُّورُ (an-nūr).

Maknanya, Al-Qur’an adalah:

نُورُ الْقُلُوبِ (cahaya hati)

هُدَى الْحَيَاةِ (petunjuk kehidupan)

مِيزَانُ الْأَخْلَاقِ (timbangan akhlak)

 

3- Makna Nuzulul Qur’an terhadap Kualitas Religius

Ada beberapa makna penting Nuzulul Qur’an dalam meningkatkan جَوْدَةُ التَّدَيُّنِ (kualitas religiusitas).

a- Menguatkan Keimanan

Al-Qur’an meneguhkan الإِيمَانُ بِاللّٰهِ (iman kepada Allah), iman kepada malaikat, kitab, rasul, dan hari akhir.

Dengan membaca Al-Qur’an, hati akan hidup. Ulama menyebutnya إِحْيَاءُ الْقُلُوبِ yaitu menghidupkan hati.

 

b- Membentuk Akhlak Mulia (Al-Akhlāq al-Karīmah)

Tujuan utama risalah Nabi adalah membangun akhlak.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Ketika ditanya tentang akhlak Nabi, Aisyah RA berkata:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”

Ini berarti seorang Muslim harus menjadikan Al-Qur’an sebagai مِرْآةُ السُّلُوكِ (cermin perilaku).

 

c- Memberikan Ketenangan Jiwa (As-Sakīnah)

Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, manusia membutuhkan ketenangan jiwa atau السَّكِينَةُ (as-sakīnah).

Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

(QS. Surah Ar-Ra’d:28)

Membaca Al-Qur’an termasuk ذِكْرُ اللّٰهِ (dzikrullāh) yang menenangkan hati.

 

d- Cara Menghidupkan Nilai Nuzulul Qur’an

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peringatan Nuzulul Qur’an tidak cukup hanya dengan acara seremonial, tetapi harus dihidupkan dalam kehidupan.

– Membaca Al-Qur’an (Tilāwah al-Qur’ān)

Disebut تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ, yaitu membaca Al-Qur’an secara rutin.

– Memahami maknanya (Tadabbur al-Qur’ān)

Allah memerintahkan kita untuk تَدَبُّرُ الْقُرْآنِ, yaitu merenungkan makna ayat.

– Mengamalkan ajarannya (‘Amal bil-Qur’ān)

Tujuan utama Al-Qur’an adalah diamalkan.

– Mengajarkan kepada generasi (Ta‘līm al-Qur’ān)

Rumah yang dipenuhi Al-Qur’an disebut oleh ulama sebagai بَيْتٌ مُبَارَكٌ (rumah yang penuh berkah).

 

Peristiwa Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an adalah دُسْتُورُ الْحَيَاةِ (konstitusi kehidupan) bagi umat Islam.

Jika kita ingin meningkatkan kualitas religius kita, maka kuncinya adalah:

mendekat kepada Al-Qur’an,

memahami kandungannya,

dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan أَهْلُ الْقُرْآنِ (Ahlul Qur’an), yaitu orang-orang yang hidup bersama Al-Qur’an.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: S. Miharja, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar dari Nietzsche

    Belajar dari Nietzsche

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    “Jika ingin berjuang untuk kedamaian jiwa dan kebahagiaan, percayalah! Jika ingin menjadi pengikut kebenaran, bertanyalah!” (F. Nietzsche)   BANDUNG kanala31.com — Saya kira, pernyataan Nietzsche di atas bukanlah kalimat untuk memberi kepastian, tetapi mungkin dimaksudkan untuk mengguncang alas tempat kita berdiri.   Jika kita menilik, kalimat itu bukanlah kalimat perintah; ia lebih menyerupai bisikan yang […]

  • Ayo Bangun Desa Sadar Hukum: Kolaborasi Pendidikan dan Pemerintah

    Ayo Bangun Desa Sadar Hukum: Kolaborasi Pendidikan dan Pemerintah

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GARUT, kanal31.com  — Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Muhamad Kholid, SH, MH menegaskan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Desa, terutama dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui pendekatan edukatif dan dialogis. Penegasan itu disampaikan dalam acara Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) “Penguatan […]

  • Jadi Bahan Revisi UU Pemilu, Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

    Jadi Bahan Revisi UU Pemilu, Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Keputusan ini tertuang dalam putusan perkara nomor 62/PUU-XXII/2024, yang dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo di ruang sidang MK.   Menanggapi putusan MK tersebut, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, menyatakan bahwa putusan […]

  • Tradisi Baru Pascasarjana UIN Bandung, Biar Tembus Jurnal Internasional Terindeks Scopus

    Tradisi Baru Pascasarjana UIN Bandung, Biar Tembus Jurnal Internasional Terindeks Scopus

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM – Keterbacaan manuskrip menjadi parameter publikasi jurnal internasional reputasi global. Tinjauan sejawat (peer review) diperlukan sebelum pengiriman manuskrip ke sasaran jurnal skala internasional bereputasi global index Scopus. Prof. Mohammad Taufiq Rahman, Ketua Program Studi (Prodi) Studi Agama-Agama (SAA) Jenjang Magister (S2) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar tinjauan manuskrip yang berlangsung di Ruang […]

  • 3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ajaran Islam tidak hanya meliputi ibadah ritual, tetapi juga tatanan sosial masyarakat. Sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW, kepemimpinan atas umat Islam diselenggarakan dalam berbagai format. Sejumlah pemikir menguraikan kriteria kepemimpinan yang ideal menurut agama ini. Pada masa klasik, yakni sejak abad kedelapan hingga ke-15, para penulis yang menggeluti tema politik cukup banyak. Di antaranya […]

  • Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —   Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”? Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.   Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.   1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” […]

expand_less