Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Filosofi Nuzulul Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Religius

Filosofi Nuzulul Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Religius

  • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Pada bulan suci Ramadan, umat Islam memperingati peristiwa agung yaitu Nuzulul Qur’an (نُزُوْلُ الْقُرْآنِ), yaitu turunnya kitab suci الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ kepada Nabi besar Muhammad melalui malaikat Jibril di Gua Hira.

 

Peristiwa ini bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga مَنْهَجُ الْحَيَاةِ atau pedoman hidup bagi manusia.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

 

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Surah Al-Baqarah:185)

 

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah هُدًى لِلنَّاسِ petunjuk bagi manusia.

 

1- Filosofi Nuzulul Qur’an, Perintah Membaca (Iqra’)

Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Surah Al-‘Alaq:1)

 

Kata اقْرَأْ (Iqra’) memiliki makna luas, yaitu membaca, menelaah, memahami, dan meneliti. Dalam perspektif Islam, ilmu disebut الْعِلْمُ (al-‘ilm), dan menuntut ilmu adalah ibadah.

 

Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” Artinya, peringatan Nuzulul Qur’an harus membangkitkan semangat طَلَبُ الْعِلْمِ dan budaya literasi dalam umat Islam.

 

2- Al-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan (An-Nūr)

Sebelum turunnya Al-Qur’an, masyarakat Arab berada pada masa جَاهِلِيَّةٌ yaitu masa kebodohan dan kegelapan moral. Dengan turunnya Al-Qur’an, Allah mengangkat manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.” (QS. Surah Ibrahim:1).

 

Kegelapan disebut الظُّلُمَاتُ (azh-zhulumāt), sedangkan cahaya disebut النُّورُ (an-nūr).

Maknanya, Al-Qur’an adalah:

نُورُ الْقُلُوبِ (cahaya hati)

هُدَى الْحَيَاةِ (petunjuk kehidupan)

مِيزَانُ الْأَخْلَاقِ (timbangan akhlak)

 

3- Makna Nuzulul Qur’an terhadap Kualitas Religius

Ada beberapa makna penting Nuzulul Qur’an dalam meningkatkan جَوْدَةُ التَّدَيُّنِ (kualitas religiusitas).

a- Menguatkan Keimanan

Al-Qur’an meneguhkan الإِيمَانُ بِاللّٰهِ (iman kepada Allah), iman kepada malaikat, kitab, rasul, dan hari akhir.

Dengan membaca Al-Qur’an, hati akan hidup. Ulama menyebutnya إِحْيَاءُ الْقُلُوبِ yaitu menghidupkan hati.

 

b- Membentuk Akhlak Mulia (Al-Akhlāq al-Karīmah)

Tujuan utama risalah Nabi adalah membangun akhlak.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Ketika ditanya tentang akhlak Nabi, Aisyah RA berkata:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”

Ini berarti seorang Muslim harus menjadikan Al-Qur’an sebagai مِرْآةُ السُّلُوكِ (cermin perilaku).

 

c- Memberikan Ketenangan Jiwa (As-Sakīnah)

Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, manusia membutuhkan ketenangan jiwa atau السَّكِينَةُ (as-sakīnah).

Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

(QS. Surah Ar-Ra’d:28)

Membaca Al-Qur’an termasuk ذِكْرُ اللّٰهِ (dzikrullāh) yang menenangkan hati.

 

d- Cara Menghidupkan Nilai Nuzulul Qur’an

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peringatan Nuzulul Qur’an tidak cukup hanya dengan acara seremonial, tetapi harus dihidupkan dalam kehidupan.

– Membaca Al-Qur’an (Tilāwah al-Qur’ān)

Disebut تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ, yaitu membaca Al-Qur’an secara rutin.

– Memahami maknanya (Tadabbur al-Qur’ān)

Allah memerintahkan kita untuk تَدَبُّرُ الْقُرْآنِ, yaitu merenungkan makna ayat.

– Mengamalkan ajarannya (‘Amal bil-Qur’ān)

Tujuan utama Al-Qur’an adalah diamalkan.

– Mengajarkan kepada generasi (Ta‘līm al-Qur’ān)

Rumah yang dipenuhi Al-Qur’an disebut oleh ulama sebagai بَيْتٌ مُبَارَكٌ (rumah yang penuh berkah).

 

Peristiwa Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an adalah دُسْتُورُ الْحَيَاةِ (konstitusi kehidupan) bagi umat Islam.

Jika kita ingin meningkatkan kualitas religius kita, maka kuncinya adalah:

mendekat kepada Al-Qur’an,

memahami kandungannya,

dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan أَهْلُ الْقُرْآنِ (Ahlul Qur’an), yaitu orang-orang yang hidup bersama Al-Qur’an.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: S. Miharja, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Cara Fordek FST PTKIN 2022, Kuatkan Rekognisi Internasional

    Inilah Cara Fordek FST PTKIN 2022, Kuatkan Rekognisi Internasional

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Dekan (Fordek) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bertajuk sinergi saintek dalam upaya mencapai rekognisi internasional yang berlangsung di Hotel Holiday Inn sejak Jumat-Ahad (15-17/07/2022). Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Wasilah […]

  • Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dengan mengenakan jaket kuning Universitas Indonesia (UI) mengatakan, “Selain belajar, haus dan terus dahaga terhadap ilmu, mahasiswa juga harus menjadi penjaga moral bangsa ini. Mahasiswa harus bisa bergerak dan gerakannya harus berdampak. Mahasiswa harus mau turun mendengarkan apa yang menjadi keseharian dan kegelisahan orang banyak.” Sebagai kakak […]

  • Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

    Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    DALAM dunia akademik yang sering kali kompetitif, kehadiran Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA. membawa warna yang meneduhkan. Sosoknya bukan sekadar seorang Guru Besar dalam bidang Pendidikan Islam Indonesia di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melainkan personifikasi dari kearifan lokal Sunda yang bertemu dengan kedalaman ilmu agama. Dilihat jejak pengabdiannya, dari mulai ruang […]

  • Kegiatan Raker, Ada Garis Tipis antara Kebutuhan Strategis dan Pemborosan Anggaran

    Kegiatan Raker, Ada Garis Tipis antara Kebutuhan Strategis dan Pemborosan Anggaran

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Awal tahun biasanya dijadikan momentum oleh berbagai Organisasi, Perusahaan, atau Lembaga untuk menggelar Rapat Kerja (Raker). Kegiatan Raker akan bernilai “Investasi” manakala hasilnya mampu meningkatkan kinerja lembaga secara signifikan melampaui biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, menjadi “pemborosan” jika tujuan utamanya hanya menghabiskan anggaran atau sarana hiburan tanpa tindak lanjut yang nyata. Akuntabilitas bukan hanya soal laporan […]

  • KDM, UIN Bandung Punya Peran Strategis Ciptakan Jabar Istimewa

    KDM, UIN Bandung Punya Peran Strategis Ciptakan Jabar Istimewa

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan, proses pembangunan daerah menuju Jawa Barat Istimewa tidak lepas dari peran strategis perguruan tinggi. Khususnya dalam menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Sunda — silih asah, silih asih, dan silih asuh. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam membentuk masyarakat yang berkarakter, berkeadilan, dan berkelanjutan. Penegasan KDM itu disampaikan […]

  • Hebat! Tingkatkan Kualitas SDM Penghulu Melalui Penulisan Karya Ilmiah

    Hebat! Tingkatkan Kualitas SDM Penghulu Melalui Penulisan Karya Ilmiah

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KENDAL Sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan para penghulu dalam bidang  menulis, Seksi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal menyelenggarakan pelatihan penulisan karya ilmiah yang dilaksanakan di Ruang Garuda, Tirto Arum, Selasa (19/7/2022). Hadir membuka acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal didampingi Kasubag Tata Usaha dan Kasi Bimas Islam. Dalam sambutannya Kakan […]

expand_less