Minggu, 21 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Keracunan MBG di Jeneponto, Siswa Bertaruh Nyawa

Keracunan MBG di Jeneponto, Siswa Bertaruh Nyawa

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR kanal31.com — Kalian kalau tengok videonya, sungguh menyayat hati. Seandainya itu anak kalian, gimana perasaan kalian? Andai terjadi pada anak pengelola MBG, masih mau makan MBG? Lebih jelasnya, nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Di Jeneponto, pagi itu seharusnya hanya berisi suara anak-anak membaca, tertawa, dan berlari mengejar masa depan yang belum mereka pahami. Tapi yang terdengar justru jerit panik, langkah kaki tergesa, dan napas yang dipinjam dari selang plastik. Video itu seperti palu yang menghantam nurani berkali-kali. Anak kecil digendong seperti tubuh tanpa jiwa, kepala terkulai, mata tertutup, bibir pucat. Sementara di dadanya hidup berusaha bertahan dengan sisa tenaga yang nyaris habis. Infus menetes pelan, seolah waktu ikut menangis, dan ambulans meraung seperti serigala yang kehilangan arah.

 

Ini bukan adegan film. Ini bukan latihan bencana. Ini nyata. Terjadi di SDN 07 Rumbia, ketika 27 manusia, 25 siswa dan 2 guru, tumbang setelah menyantap sesuatu yang disebut “makan bergizi gratis.” Gizi, kata yang biasanya hangat dan penuh harapan, tiba-tiba berubah menjadi ironi paling dingin. Tubuh-tubuh kecil itu bereaksi seperti diserang dari dalam, gatal menyiksa, mual menggulung perut, kepala berputar, napas tersengal, bahkan ada yang kejang seperti tubuhnya sedang berperang melawan sesuatu yang tak terlihat. Enam orang harus dilarikan ke rumah sakit, sisanya terbaring di puskesmas, dipasangi infus, seperti anak-anak yang dipaksa dewasa terlalu cepat, dewasa dalam penderitaan.

 

Diduga penyebabnya sepotong ikan layang goreng tepung. Ikan. Sesuatu yang mestinya memberi tenaga, kini berubah menjadi simbol betapa murahnya kehati-hatian. Entah ia sudah busuk sebelum dimasak, atau disentuh tangan yang tak pernah benar-benar peduli pada kebersihan, atau dibawa dalam rantai distribusi yang lebih longgar dari janji-janji yang sering diumbar, semuanya kini menunggu hasil laboratorium. Tapi tubuh anak-anak itu tidak menunggu. Mereka sudah memberi jawaban lebih cepat dari kertas mana pun.

 

Pihak sekolah bilang mereka kaget. Tentu saja kaget. Mereka hanya menerima, lalu membagikan. Seperti takdir yang dibagi rata tanpa pernah ditanya apakah layak diterima. Pihak penyedia dari SPPG menunggu hasil uji, berdiri di antara kemungkinan salah dan kebiasaan menyangkal. Sementara Badan Gizi Nasional berbicara dengan kalimat rapi tentang evaluasi, seolah tragedi ini sekadar angka dalam laporan, bukan tubuh anak-anak yang menggigil di ranjang perawatan. Pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto bergerak, menyelidiki, menenangkan, memastikan tidak ada korban meninggal, kalimat yang terdengar seperti kabar baik, tapi di telinga orang tua, itu mungkin hanya penghiburan yang terlalu tipis.

 

Bagaimana rasanya melihat anak yang tadi pagi pamit sekolah dengan wajah cerah, kini terbaring dengan selang di hidung, jarum di tangan, tubuhnya dingin, napasnya dipinjam dari alat. Bagaimana rasanya ketika dunia yang selama ini dipercaya, sekolah, program negara, makanan, tiba-tiba berubah jadi ancaman. Itu bukan sekadar takut. Itu penghancuran kepercayaan sampai ke akar.

 

Di tengah semua ini, pertanyaan yang menggantung seperti pisau, kalau ini terjadi pada anak-anak mereka yang mengelola, yang menyusun program, yang menandatangani kebijakan, apakah mereka masih akan menyebutnya “bergizi”? Atau tiba-tiba semua standar akan berubah, semua prosedur akan diperketat, semua kelalaian akan diakui sebagai dosa yang tak bisa lagi disembunyikan?

 

Ini bukan sekadar insiden. Ini tragedi yang menelanjangi sistem. Program yang katanya memberi kehidupan, justru hampir merenggutnya. Anak-anak yang seharusnya dilindungi dengan segala cara, justru menjadi korban dari sesuatu yang bahkan tidak mereka pilih.

 

Di negeri ini, kadang yang paling mematikan bukan racun di dalam makanan, tapi keyakinan palsu,n semuanya sudah aman. Ketika keyakinan itu runtuh, ia tidak jatuh perlahan. Ia hancur sekaligus, menimpa siapa saja yang berdiri di bawahnya, termasuk anak-anak yang hanya ingin makan… lalu pulang.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiba di Jeddah, Amirul Haj Minta Jemaah Fokus Persiapan Wukuf di Arafah

    Tiba di Jeddah, Amirul Haj Minta Jemaah Fokus Persiapan Wukuf di Arafah

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEDDAH Kanal31.com — Amirul Haj Indonesia Tahun 1446 H/2025 M, Menteri Agama Nasaruddin Umar, tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (29/5/2025) malam. Kedatangan Amirulhaj disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdulaziz, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief, Konjen RI Jeddah Yusron B. Ambary, serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) […]

  • Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-PURWOKERTO Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) yang didirikan dan dikembangkan oleh tim jurnal Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sejak tahun 2006 terus berkembang serta berhasil terindeks di Scopus. Ketua Dewan Editor Jurnal Keperawatan Soedirman Ns. Mekar Dwi Anggraeni, M.Kep., Ph.D. mengatakan JKS merupakan jurnal peer review dan open access yang […]

  • Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Kalimantan) — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi dan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi terkait pemberdayaan zakat di daerah. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur, bercerita bahwa program Kampung Zakat bisa menjadi contoh baik dalam penyaluran zakat yang tepat sasaran. Rakor ini dihadiri 50 perwakilan BAZNAS Provinsi dan […]

  • Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (15/5/2024). Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, didampingi sekretaris Fithri Dzikrayah, S. E., M. E. Sy., menjelaskan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas dan kinerja program studi […]

  • Private Marriage atau Intimate Wedding

    Private Marriage atau Intimate Wedding

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Sekitar 2 tahun lalu saya terkesan oleh sebuah pernikahan tetangga, alumni Fakultas Syariah UIN Bandung, S2-nya di Manajemen ITB dan baru keterima kerja di Pertamina, Jakarta. Pernikahannya sederhana dan terasa nyaman. Undangan hanya keluarga dan tetangga dekat, acaranya pun sederhana, tak ada kemeriahan apalagi kemewahan. Antar tetangga, makan walimahan sambil ngobrol bercengkrama […]

  • Mas Menteri: Penelitian Bukan Sekadar Soal Jumlah Publikasi Ilmiah Aja

    Mas Menteri: Penelitian Bukan Sekadar Soal Jumlah Publikasi Ilmiah Aja

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-MATARAM Pekan Pemuda Riset dan Inovasi Nasional (PIRN) XX diharapkan mendorong lahirnya ilmuwan muda yang mampu menghasilkan kajian berkualitas. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim pada sambutannya secara online pada pembukaan PIRN, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (11/07/2022). PIRN berawal dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) yang […]

expand_less