Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Nadiem akan Sekolah Tinggi 

Nadiem akan Sekolah Tinggi 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Dimana mendapatkan keadilan? Memang, kita empati, betapa sakitnya Nadiem Makarim, bukan dari politisi/partai politik, melainkan profesional yang berusaha menjadi menteri visioner tapi malah dapat derita besar di ujungnya, divonis 10 tahun penjara, denda 1 miliar dan uangganti 809,5 miliar.

 

Tapi, bila renungan dihidupkan, jangan-jangan, bisa jadi itu sebuah “keadilan” terutama dalam konteks pelajaran hidup:

 

Pertama, banyak orang tak peka pada karakter kekuasaan Jokowi. Umumnya berpikir, menjadi pejabat tinggi, menjadi menteri, adalah gengsi dan prestasi. Padahal, banyak yang bukan ahlinya. 5 menteri era Jokowi yang terseret korupsi, di pengadilan semuanya mengaku setor ke Jokowi.

 

Menjadi pejabat tinggi atau jadi menteri itu bukan prestasi tapi ujian. Ujian yang diinginkan banyak orang. Ujian yang anehnya menjadi simbol prestise: “Wow, hebat jadi menteri!” Ucapan selamat pun mengalir dari banyak orang dan kolega: “Selamat ya Mas!”

 

Dilantik menjadi pejabat tinggi atau menteri itu bukan selamat. Selamat itu nanti bila di akhir jabatan tak ada masalah: Tak ada penyelewengan, tak ada korupsi, tak ada anak buah yang sakit hati, tak ada orang teraniaya dan terdzalimi, tapi malah pada menangis kehilangan karena kebersihan kepemimpinannya. Perusahaan, lembaga atau departemennya pun membaik kinerjanya dan lebih maju. Banyak orang terbantu dan terselamatkan oleh jabatannya. Itulah selamat, bahkan selamat di akhirat di yaumul hisab.

 

Ucapan “selamat” dari teman dan kolega atas sebuah jabatan itu semuanya menipu dan menjebak. Yang harus diucapkan seorang teman dan sahabat atau keluarga harusnya bukan selamat, tapi mengingatkan: “Hati-hati Mas, mengemban amanat yang besar, pertanggungjawabannya berat. Kalau ingin selamat mendingan tolak apalagi itu bukan bidang dan keahlian kita.” Itu baru sahabat sejati namanya. (Kecuali sebuah kedudukan yang harus kita ambil karena kita yakin, kita yang paling mumpuni dan paling mampu atas tugas dan pekerjaan itu, dan bisa rusak bila diduduki oleh yang bukan ahli dan kapasitasnya. Itu lain perkara).

 

Kedua, bisa jadi, vonis penjara itu sebuah keadilan Tuhan, karena bila tugas atau amanat jabatan itu bukan keahlian, ranah dan jiwanya, pun sudah mapan atau sukses ekonomi dengan kelimpahan duniawi (uang, materi, fasilitas, kemewahan) apakah sebagai pemilik perusahaan, pengusaha sukses, sebagai direktur, manajer dll, tapi kita masih saja mau ditawari jabatan tinggi yang amanatnya berat apalagi yang bukan keahliannya. Kita masih saja merasa kurang, ingin terus lebih.

 

Nadiem Makarim begitu? Ini bukan soal Nadiem tapi soal pelajaran bagi kita semua, bagi siapapun. Banyak orang ujungnya menyesal oleh godaan dan penyesalan tak ada yang terjadi di awal. Mdh2an Nadiem kuat menghadapinya dan menjadi pelajaran sangat penting dalam hidupnya, karena manusia bukan soal salah-benar, bukan soal penjara, tapi soal menjadikan semua peristiwa dalam hidupnya sebagai pelajaran. Itulah sekolah kehidupan.

 

Jadi, Nadiem sebenarnya akan menempuh sekolah tinggi bukan akan dipenjara. Dan karena Allah tak akan membebani seseorang diluar kesanggupannya, berarti Nadiem kuat!! Yang kita mah belum tentu.[]

 

(Pahala akan menyebar bila ada yang membagikan tulisan ini sampai kepada Nadiem Makarim untuk dibaca dalam keheningannya. Wallahu a’lam).

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Publikasi Internasional, ITB-UIN Bandung Adakan ICWT 2022

    Tingkatkan Publikasi Internasional, ITB-UIN Bandung Adakan ICWT 2022

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Institut Teknologi Bandung (ITB) berkerjasama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar konferensi Internasional bertajuk ICWT 2022 (International Conference on Wireless and Telematics 2022) secara hybrid di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta dari hari Kamis-Jumat (21-22/07/2022). Konferensi Internasional ini menghadirkan dua pembicara utama; Pertama, Andrew, Chen-Yeon CHU, Ph.D, dari Feng Chia University Taiwan yang membahas […]

  • Uang Sertifikasi Dosen PTKIS Disunat, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    Uang Sertifikasi Dosen PTKIS Disunat, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat tengah diterpa isu tak sedap. Kanal31.com mendapati pengaduan dari dua orang dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang meminta identitasnya tidak ditulis. Dalam pengaduannya kedua dosen itu mengeluhkan tentang pemotongan dana sertifikasi dosen. “Saya hanya memberi satu juta rupiah, kalau rekan saya […]

  • UIN Jakarta – BAKTI Kominfo Latih 113 Pesantren Digital Marketing Berbasis AI

    UIN Jakarta – BAKTI Kominfo Latih 113 Pesantren Digital Marketing Berbasis AI

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Satu lagi program berdampak yang dirasakan kalangan pesantren. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan BAKTI Kominfo menggelar Pelatihan Digital Marketing dan Personal Branding berbasis Artificial Intelligence (AI). Pelatihan ini diikuti para pengelola sistem informasi pesantren penerima manfaat infrastruktur BAKTI Kominfo. Giat ini menjadi salah satu upaya dalam menguatkan kapasitas […]

  • Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

    Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4, Kamis (25/9/2025). Workshop bertajuk “Transformasi Kurikulum Prodi Berbasis Cinta, OBE, Rahmatan Lil’alamin, dan SMART, Menguatkan Lulusan Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berdampak di Asia Tenggara” ini menghadirkan narasumber Dr. Rusman, S.Pd., M.Pd, dosen Pengembangan Kurikulum Universitas […]

  • Kokohkan Harmoni Budaya, Masjid Al Jabbar Siap Jadi Pusat Studi Islam

    Kokohkan Harmoni Budaya, Masjid Al Jabbar Siap Jadi Pusat Studi Islam

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Masjid Raya Al Jabbar yang terletak di Jalan Cimincrang Nomor 14, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, semakin memperkokoh eksistensinya sebagai sentra pendidikan Islam di wilayah Jawa Barat. Hal ini dipertegas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam sambutan tertulisnya, yang mengharapkan masjid tersebut bertransformasi menjadi pusat pembelajaran Islam yang inklusif dan memberi pencerahan, sekaligus […]

  • Manusia, Media, atau AI

    Manusia, Media, atau AI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Khoiruddin Muchtar, Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    • 0Komentar

    Siapa Menulis Cerita Kemerdekaan Kita? BANDUNG, kanal31.com — Setiap bulan Agustus, ada satu pemandangan yang hampir selalu berulang: bendera merah putih menghiasi jalan, gang, kantor, sekolah, bahkan rumah-rumah, yang pemiliknya kadang lupa membayar iuran kebersihan. Begitu juga di media sosial, foto bendera bermunculan, video lomba makan kerupuk beredar, anak-anak berlari mengejar balon, orang-orang dewasa sibuk […]

expand_less