Kamis, 23 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR, kanal31.com — Tadi siang saya bikin quote, kalau ente merasa telur ayam naik, bertelur sendiri. Warga Koptagul mendidih. Sekarang quote baru, “Kalau merasa hukum tak bisa lagi adil, bikin hukum sendiri.” Quote ngaco jangan disitasi ya!

 

Kalau Piala Dunia nanti pukul 04.00 pagi mempertemukan Prancis melawan Inggris untuk berebut posisi ketiga, hukum Indonesia sudah lebih dulu memainkan laga perebutan logika. Bedanya, di sepak bola cuma ada satu wasit. Di republik ini, wasitnya banyak, aturannya berubah-ubah, sementara publik disuruh jadi VAR yang layarnya sering mati sendiri.

 

Babak pertama dibuka Hotman Paris Hutapea. Dengan percaya diri ia memastikan kliennya, Febrie Adriansyah, tidak pernah menerima uang Rp50 miliar dari Tan Kian. Nol. Kosong. Bahkan lebih kosong dari dompet setelah bayar cicilan. Lalu Hotman melepaskan tendangan salto yang bikin stadion hening. “Kalau Tan Kian pemberi suap, kenapa dia tidak jadi tersangka?” Pertanyaan itu melayang tinggi, mungkin masih mengorbit bersama jawaban yang belum menemukan landasan.

 

Hotman juga mengingatkan perkara Asabri sudah berjalan jauh sebelum Febrie menjabat. Ibarat pemain baru masuk menit ke-89, tetapi begitu laga selesai malah dituduh mencetak gol bunuh diri. Sebagai penutup serangan, Hotman menyebut kliennya ikut mengembalikan uang negara hingga Rp430 triliun. Angka sebesar itu bisa bikin kalkulator minta cuti. Namun, katanya, perlakuannya malah seperti maling ayam. Republik ini memang penuh kejutan.

 

Masuk babak kedua, giliran Don Ritto. Kalau Febrie masih bisa menikmati kopi di kafe de’Clan yang menurut Hotman bukan miliknya, Don Ritto justru langsung mendapat kartu merah menuju Rutan C7 Kejaksaan Agung. Kuasa hukumnya, Handika Honggowongso, mengaku syok karena proses serah terima berjalan normal, tahu-tahu kliennya langsung ditahan.

 

Tim Don juga membantah cerita uang 5 juta dolar Singapura yang disebut berasal dari Fery Boboho. Mereka menyebut saksi Norman sudah membantah, tujuh pegawai money changer tidak mengakui transaksi itu, bahkan Fery Boboho disebut belum pernah diperiksa secara resmi. Waduh, ini bukan lagi drama hukum. Ini sinetron mirip Iran vs Amerika, kapan berhenti perang.

 

Lalu masuk babak paling absurd, perebutan aset. Hotman mengatakan rumah Sentul dan kafe de’Clan bukan milik Febrie, melainkan dikelola Don Ritto sejak 2022. Di sisi lain, Don mengaku uang ratusan miliar dan emas batangan 74 kilogram yang ditemukan di rumah Sentul memang miliknya untuk operasional yayasan dakwah dan pendidikan yang membina sekitar 700 santri Papua dan Maluku.

 

Publik langsung melongo. Tujuh puluh empat kilogram emas? Itu bukan cadangan yayasan, itu sudah seperti gudang logam mulia yang nyasar ke ruang tamu. Rumah Sentul pun berubah menjadi bola pertandingan. Ditendang ke kubu sini, disundul ke kubu sana. Semua mengaku benar. Sementara rakyat cuma jadi penonton yang bingung siapa sebenarnya pemilik gawang.

 

Di tengah kekacauan itu, saya jadi teringat ucapan Presiden Prabowo yang sempat viral, “Kalau beras mahal, tanam sendiri.” Semoga jangan sampai lahir versi satirenya, kalau hukum makin tidak jelas, bikin hukum sendiri. Ups. Kalau bingung siapa tersangka, tentukan sendiri. Kalau bingung siapa pemilik aset, klaim sendiri. Jangan sampai republik ini berubah menjadi minimarket hukum swalayan. Ambil pasal di rak kiri, pilih penyidik di lorong tengah, lalu bayar putusan di kasir.

 

Akhirnya, kalau Prancis dan Inggris nanti masih berebut posisi ketiga dengan aturan FIFA yang jelas, liga hukum republik ini justru lebih seru. Semua berebut bola, tetapi gawangnya pindah setiap lima menit. Yang paling kasihan cuma satu, logika. Sejak peluit pertama berbunyi, dia sudah ditandu keluar lapangan. Gayang ini mirip amplop di kasus Raja Juli vs Bupati Kuansing, tidak tahu apa isinya.

 

“Pusing saya, Bang. Hukum kok gini amat sih bila berhadapan dengan petinggi hukum.”

 

“Tenang, wak. Targetnya tercapai, Febrie sudah diamputasi. Soal gimana nanti, akan dilupakan begitu saja. Bagus seruput Koptagul, wak!”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 15 Madrasah Aliyah Terbaik di Indonesia

    15 Madrasah Aliyah Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Madrasah Aliyah (MA) adalah jenjang sekolah lanjutan setelah menamatkan SMP ataupun MTs. Di Indonesia sendiri terdapat 9.131 MA dan 64 di antaranya masuk ke dalam MA terbaik versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) berdasarkan nilai UTBK 2021. Perlu diketahui, Madrasah Aliyah sama seperti SMA pada umumnya. Hanya saja, SMA dikelola oleh Departemen Pendidikan […]

  • Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tak perlu mendengarkan tips-tips kesehatan agar tak merasa haus dan lapar saat berpuasa, karena itu akan mengurangi makna dan kenikmatan berpuasa. Kenikmatan berpuasa itu justru ada pada rasa haus dan laparnya yang kita tahan, bukan pada badan yang selalu segar dan tenaga yang selalu fits. Kalau tak merasa haus dan lapar saat […]

  • Selamat! 83.480 Sertifikat Halal Terbit, UIN Bandung TOP 1 Lembaga Pendamping PPH

    Selamat! 83.480 Sertifikat Halal Terbit, UIN Bandung TOP 1 Lembaga Pendamping PPH

    • calendar_month Rab, 9 Agu 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM- Dilansir dari #selasadata @halal.indonesia UIN Sunan Gunung Djati Bandung tercacat telah mendampingi 83.480 sertifikat halal yang terbit dan menjadi yang terbanyak di tahun 2023. Capaian ini meningkat 750% dari tahun 2022 dengan 11.000 sertifikat halal saja yang terbit.   Perlu diketahui, sertifikat halal yang terbit merupakan hasil dari program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang […]

  • Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

    Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebagai negara maritim, Indonesia dapat memanfaatkan peningkatan kualitas ekonomi dengan menyerap konsep blue economy (ekonomi biru). Menurut Bank Dunia, ekonomi biru adalah pemanfaatan sumber daya laut yang berwawasan lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut. Ada berbagai sektor yang termasuk di dalamnya, seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi […]

  • Indonesia Merdeka, Analisis Menuju Tahun 2030

    Indonesia Merdeka, Analisis Menuju Tahun 2030

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan. Peringatan hari kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga merenungi arah masa depan bangsa. Tahun 2030 sering disebut sebagai window of opportunity, terutama karena bonus demografi, perkembangan teknologi, dan dinamika global. Analisis ini mengulas arah kehidupan Indonesia menuju 2030 dalam […]

  • Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi penyuluh lintas agama dalam menjaga ekosistem toleransi yang rukun hingga ke akar rumput. Hal ini ia sampaikan dalam rapat rutin bersama Pejabat dan Staf Ahli Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Menag menilai, tantangan kerukunan umat beragama di era digital semakin kompleks. Isu yang […]

expand_less