Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Hadapi Era AI, Pesan Kepala BMBPSDM Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

Hadapi Era AI, Pesan Kepala BMBPSDM Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com  — Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mendorong pegawai UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah percepatan transformasi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Pernyataan itu disampaikan Kepala BMBPSDM saat memberikan pembinaan pegawai yang diselenggarakan secara hibrida, yakni gabungan luring (offline) dan daring (online), pada Jumat (7/8/2026).

Secara luring, kegiatan berpusat di Ruang Sidang Gedung O. Djauharuddin AR Lantai II UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan dihadiri langsung oleh unsur pimpinan yang meliputi Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, para Ketua Lembaga, Kepala Bagian, hingga Ketua Tim Kerja. Secara daring melalui Zoom Meeting, pembinaan ini diikuti secara luas oleh dosen dan tenaga kependidikan, termasuk para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Jurusan di lingkungan universitas.

Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Kaban Dhani ini membawakan materi bertajuk “Dilema Penggunaan Generative AI pada Perguruan Tinggi” yang menyoroti dinamika dan tantangan era AI, di mana teknologi ini menghadirkan peluang besar sekaligus ancaman terhadap integritas sains, serta membawa dampak akademis dan sosial yang signifikan.

Menurutnya, perkembangan AI telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, mengelola organisasi, hingga memberikan layanan publik. Oleh karena itu, keberadaan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi harus mampu menempatkan AI sebagai instrumen yang membantu manusia menghasilkan kerja yang lebih bernilai.

Dengan mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan semata-mata apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana manusia yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan dibandingkan mereka yang tidak mampu beradaptasi.

“Anda tidak akan kehilangan pekerjaan karena AI, tetapi Anda akan kehilangan pekerjaan karena orang yang menggunakan AI,” ujar Kaban, mengutip pernyataan populer dari Jensen Huang terkait diskursus perkembangan teknologi.

Dalam konteks perguruan tinggi, menilai transformasi AI harus direspons melalui penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Sifat teknologi AI dapat menjadi “pengungkit” yang bermanfaat untuk mengeksplorasi konsep dan ide, melakukan analisis alternatif dan skenario, melakukan sintesis lintas disiplin, hingga otomasi layanan administratif. Bagi tenaga pendidik, AI dapat digunakan untuk personalisasi materi ajar dan perancangan kurikulum berbasis OBE, sedangkan bagi mahasiswa, AI dapat menjadi alat untuk membantu mencari acuan dan bertindak sebagai tutor pembelajaran.

Pemanfaatan AI tidak boleh menghilangkan tanggung jawab manusia. Dengan tetap menekankan prinsip Human-in-the-loop, di mana manusia harus selalu hadir di setiap keputusan penting, mulai dari memastikan tujuan yang sah, melindungi data pada saat memasukkan prompt, memverifikasi fakta dan logika, hingga akhirnya manusia yang tetap mengesahkan dan bertanggung jawab atas hasil tersebut.

“AI membantu manusia yang bernilai,” tegasnya.

Dengan mengingatkan sejumlah risiko penggunaan AI yang dapat menjadi “penggerus” dan perlu menjadi perhatian sivitas akademika. Risiko itu diantaranya:

– Ketergantungan dan cara pikir dangkal akibat hasil cepat yang menggantikan proses bertanya dan menganalisis.

– Ancaman integritas ilmiah seperti halusinasi, bias, sitasi palsu, plagiarisme, dan fabrikasi.

– Kebocoran data sensitif serta informasi pribadi.

– Kaburnya nilai kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab ketika keputusan diserahkan sepenuhnya ke mesin.

 

Adaptasi bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban

Setiap informasi yang dihasilkan melalui AI perlu diverifikasi secara ketat. Pegawai diminta sangat berhati-hati dalam mengklasifikasikan data, terutama data internal dan rahasia lembaga.

“Jangan pernah memasukkan data yang sifatnya sensitif ke dalam aplikasi secara sembarangan,” pesannya.

Sambil mencontohkan bahwa data sensitif seperti NIK, nilai mahasiswa, atau data kesehatan dilarang keras untuk diunggah ke platform AI yang tidak disetujui tanpa otorisasi khusus.

Menurutnya, transformasi digital harus diiringi dengan kemampuan berpikir kritis. Pegawai dan dosen tidak boleh menjadikan hasil AI sebagai kebenaran final, tetapi harus memeriksa fakta, logika, hak cipta, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan akademik.

“Masalahnya bukan penggunaan AI tetapi siapa yang memegang kendali. AI mempercepat pekerjaan. Namun juga dapat mempercepat kesalahan, bias, kebocoran data dan kemunduran cara berpikir. Kompasnya harus menjaga martabat manusia, integritas ilmiah, keadilan dan keberlanjutan,” bebernya.

Pentingnya menjaga kualitas manusia di tengah perkembangan teknologi. Tujuan akhir dari pembinaan ini membentuk Wisdom Leadership (kepemimpinan yang bijaksana), di mana sivitas akademika mampu menggabungkan kekuatan data, nilai kemanusiaan, dan kepentingan publik.

“Yang harus kita bangun bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi manusia yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk memimpin perubahan. Mari kita buat komitmen bersama, AI hanyalah perangkat, tanggung jawab diemban oleh manusia,” ungkapnya.

Artificial Intelligence (AI) merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Mengingat tantangan terbesar bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada kemampuan manusia mengendalikan, mengelola, dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Menurutnya, isu yang paling hangat di perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana beradaptasi dengan dinamika zaman.

“Charles Darwin pernah menyampaikan bahwa seluruh spesies di muka bumi pada akhirnya dapat punah, termasuk yang paling cerdas, kecuali mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.

Menurutnya, agar eksistensi perguruan tinggi tetap berada pada arus utama perkembangan zaman, kemampuan beradaptasi menjadi sebuah keniscayaan. Adaptasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban.

Mengutip pesan Albert Einstein yang mengatakan bahwa kapasitas intelektual seseorang ditentukan oleh sejauh mana ia mampu berubah. Perubahan adalah sesuatu yang harus dinikmati. “Manusia tidak pernah berkembang jika hanya berada di zona nyaman, tetapi justru ketika berani menghadapi kehidupan yang penuh dinamika,” katanya.

Terkait dilema penggunaan Generative Artificial Intelligence (AI) di perguruan tinggi, Kaban Dhani mengatakan bahwa perkembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari lompatan besar dalam ekosistem kecerdasan buatan yang berlangsung sangat masif.

Saat ini, AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan yang harus diadopsi sebagai bagian dari proses pendidikan. “Tanpa kemampuan beradaptasi, kita berisiko tertinggal dan perlahan menghilang ditelan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Kaban Dhani menjelaskan bahwa dinamika dan tantangan di era AI berkembang sangat cepat. Pada awalnya, AI banyak digunakan untuk menganalisis big data, termasuk melalui analisis sentimen di media sosial. Selanjutnya, teknologi berkembang melalui machine learning, kemudian deep learning, hingga akhirnya melahirkan Generative AI.

Berbeda dengan generasi AI sebelumnya yang berfokus pada analisis dan prediksi, Generative AI memiliki kemampuan untuk menciptakan konten atau gagasan yang relatif baru. Menurutnya, inilah yang membuat perkembangan AI berlangsung sangat revolusioner.

Perkembangan AI yang sangat pesat harus menjadi bagian dari transformasi perguruan tinggi. “Jika kita meyakini bahwa kemampuan beradaptasi adalah kekuatan utama, maka adopsi AI secara bijaksana merupakan langkah yang tidak dapat dihindari,” tegasnya.

Persiapan Tahun Akademik 2026/2027

Sebelumnya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan pegawai menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh unsur universitas dalam menghadapi berbagai agenda kelembagaan.

Rektor mengajak seluruh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan mempersiapkan pelaksanaan Tahun Akademik 2026/2027 yang akan dimulai pada 31 Agustus – 18 Desember 2026.

Dengan menyampaikan apresiasi atas proses penerimaan mahasiswa baru yang telah berjalan. Sebagian besar kuota yang disiapkan telah terpenuhi, menunjukkan tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Alhamdulillah, sebagian besar informasi yang sudah disiapkan oleh Bapak dan Ibu sudah terpenuhi. Tentu ini indikator yang kuat bahwa UIN Bandung masih menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya.

Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam proses penerimaan mahasiswa baru, khususnya pimpinan fakultas dan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang telah bekerja dalam memastikan proses berjalan dengan baik.

Setelah tahapan PMB, universitas kini bersiap menyambut mahasiswa baru melalui rangkaian kegiatan akademik dan pengenalan kehidupan kampus. Salah satu agenda penting yang disiapkan adalah Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang direncanakan berlangsung mulai 25-27 Agustus 2026.

Rektor meminta seluruh pihak memastikan persiapan PBAK dan berbagai agenda awal tahun akademik dapat dilaksanakan secara profesional, tertib, dan semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Apresiasi Capaian Akademik dan Jurnal

Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian UIN Bandung, termasuk perkembangan pengelolaan jurnal ilmiah yang terindek scopus berjumlah sembilan, Adliya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan yang terbaru dan peningkatan akreditasi program studi.

Segala capaian ini tidak terlepas dari dedikasi para pengelola jurnal, dosen, program studi, fakultas, serta seluruh unsur universitas yang terus melakukan penguatan mutu akademik.

Rosihon memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas jurnal sebagai bagian penting dari penguatan budaya akademik dan reputasi universitas. Apresiasi kepada program studi yang berhasil memperoleh akreditasi unggul serta mendorong agar capaian itu terus ditingkatkan secara bertahap.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak dan Ibu sekalian atas berbagai capaian yang telah diraih. Apa pun bentuknya, akan terus kita apresiasi sesuai dengan kemampuan universitas,” tuturnya.

Rektor mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan perkembangan AI sebagai momentum memperkuat kualitas layanan, pendidikan, penelitian, dan tata kelola universitas.

Pembinaan ketiga ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah seluruh unsur UIN Bandung dalam menghadapi tahun akademik baru dan berusaha memastikan transformasi teknologi berjalan seiring dengan penguatan integritas, profesionalitas, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan bahwa kampusnya terus mendorong pemanfaatan Generative AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab melalui Sosialisasi Pedoman Penggunaan Generative AI bagi dosen dan tenaga kependidikan.

“Kita tidak bisa menolak kehadiran AI. Yang harus dilakukan adalah menghadirkan aturan agar penggunaannya tidak menjadi liar dan tetap menjaga marwah akademik serta orisinalitas karya intelektual,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan AI merupakan keniscayaan yang tidak dapat ditolak. Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menghadirkan tata kelola, etika, dan regulasi yang mampu mengarahkan pemanfaatannya.

“AI tidak ditempatkan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai teknologi yang dikendalikan manusia untuk memperkuat kinerja dan menghadirkan layanan perguruan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag, M.Hum menawarkan pilihan kepada para Ilmuwan Adab agar lebih banyak mengkaji manuskrip yang merujuk pada tulisan tangan warisan leluhur. “Sudah banyak hasil penelitian yang besumber pada teks lisan dan teks printing. Kita pun harus melirik tulisan tangan […]

  • Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”. Krisis Identitas Personal Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. […]

  • Pertautan Holistik

    Pertautan Holistik

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, di tengah konflik geopolitik yang mengancam masa depan umat manusia, bangsa-bangsa perlu kembali belajar ilmu kebijaksanaan: ilmu saling mengasihi dan memberi, bukan saling memusuhi dan merampas. Sadarilah, masa depan Barat terbit di Timur. Banyak kebijaksanaan yang kini dicari dunia—keselarasan dengan alam, keseimbangan batin, kesadaran spiritual—telah lama berakar dalam tradisi Timur. Ketika peradaban […]

  • Asyik Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan: Semua Diundang Berpartisipasi

    Asyik Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan: Semua Diundang Berpartisipasi

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Badan Gizi Nasional dijadwalkan akan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari ini, Senin, 6 Januari 2025. Ini tentu adalah hari bersejarah. Sebab, dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia baru kali ini program makan bergizi gratis diresmikan.   Berkenaan dengan program ini, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengajak semua pihak untuk […]

  • Digitalisasi Sekolah melalui Implementasi CDN dan LMS oleh STIE ITB di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    Digitalisasi Sekolah melalui Implementasi CDN dan LMS oleh STIE ITB di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUNINGAN Kanal31.com – Program Community Development (EQUITY) yang diselenggarakan oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung kembali dilaksanakan di SMAN 1 Kadugede, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya menghadirkan pelatihan bagi guru terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Pada tahap awal, para guru […]

  • Transendensi Ilmu, Tulisan, dan Buku

    Transendensi Ilmu, Tulisan, dan Buku

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Bagi para penulis, guru, dosen, akademisi, pemikir, dan intelektual…   Di usia 40-an, umumnya kita bangga pada berapa banyak tulisan dan buku yang telah ditulis dan diterbitkan. Yang dikejar adalah nama dan jumlah karya.   Memasuki usia 50-an, orientasi mulai bergeser. Bukan lagi berapa banyak buku yang terbit, melainkan berapa banyak yang benar-benar […]

expand_less