Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Dampingi Santri Ponpes Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur Kembangkan Kemandirian Ekonomi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, kanal31.com — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur, Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini berfokus pada penyiapan generasi entrepreneur bagi santri tunanetra penghafal Al-Qur’an dan pendampingan pelaporan akuntansi sederhana berbasis teknologi yang ramah disabilitas.
Program bertajuk “Menyiapkan Generasi Entrepreneur bagi Santri Tunanetra Penghafal Al-Qur’an dan Pendampingan Pelaporan Akuntansi di Pondok Pesantren Sam’an Darushudur” ini berusaha memadukan penguatan spiritual melalui tahfiz Al-Qur’an Braille dengan pengembangan kemandirian ekonomi santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur Kota Bandung, Dr. Ridwan Effendi, M.Ag., menjelaskan bahwa program generasi entrepreneur dirancang untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan santri sesuai dengan kapasitas sensorik serta potensi yang dimiliki.
Menurutnya, pendampingan pelaporan akuntansi sederhana menjadi bagian penting agar usaha yang dirintis santri dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Program ini memadukan keunggulan spiritual tahfiz Braille dengan kemandirian ekonomi. Pendampingan pelaporan akuntansi sederhana berbasis teknologi ramah disabilitas menjadi kunci agar usaha rintisan mereka transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” jelasnya, Selasa (18/8/2026).
Program PKM ini memiliki sejumlah pilar utama, yakni pelatihan bisnis inklusif, pemanfaatan teknologi pembelajaran yang aksesibel, pendampingan akuntansi dasar, serta penguatan mental dan spiritual.
Dalam pelatihan bisnis inklusif, santri dibekali keterampilan kewirausahaan yang disesuaikan dengan kapasitas sensorik dan potensi lokal. Mengenai pemanfaatan perangkat lunak pembaca layar (screen reader) dan media digital diarahkan untuk mempermudah akses terhadap materi keuangan dan kewirausahaan.
Pada aspek akuntansi, santri dan pendamping pesantren mendapatkan pelatihan pencatatan arus kas harian serta penyusunan laporan laba-rugi menggunakan format digital yang sederhana dan mudah dioperasikan.
Pendampingan ini dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, pencatatan transaksi dengan membiasakan santri atau pendamping pesantren mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Kedua, digitalisasi keuangan melalui aplikasi pembukuan sederhana di telepon pintar yang kompatibel dengan teknologi aksesibilitas bagi tunanetra. Ketiga, evaluasi berkala untuk memastikan transparansi dana usaha dan mengetahui keuntungan bersih sebagai dasar pengembangan usaha.
Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, C.PS., C.MC., CTT., didampingi Sekretaris Prodi Akuntansi Syariah, Hj. Fithri Dzikrayah, M.E.Sy., CIFA, menjelaskan bahwa PKM di Pesantren Sam’an Darushudur telah berlangsung selama tiga tahun, sejak 2024 hingga 2026.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu akuntansi syariah, literasi keuangan, serta pendampingan tata kelola keuangan kepada masyarakat dan lembaga keagamaan,” ujarnya.
Selain pendampingan pencatatan keuangan, kegiatan ini diarahkan pada penguatan literasi keuangan berbasis syariah. Santri dan pengelola pesantren diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Model pendampingan pelaporan akuntansi sederhana dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aksesibilitas santri tunanetra. Pencatatan dapat dilakukan melalui aplikasi keuangan yang ramah disabilitas maupun fitur input suara (voice-to-text).
Siklus akuntansi itu disederhanakan melalui penggunaan buku kas harian yang berfokus pada pencatatan pemasukan dan pengeluaran tanpa menggunakan rumus yang rumit. “Pendampingan rutin dilakukan untuk mengevaluasi pembukuan, meningkatkan transparansi modal dan laba bersih, serta membiasakan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha,” paparnya.
Penguatan kewirausahaan tersebut turut menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi etika bisnis. Nilai kejujuran (shiddiq), amanah, serta ketahanan mental (resiliensi) diharapkan menjadi karakter yang melekat dalam proses santri membangun kemandirian ekonomi.
Dengan adanya PKM ini, Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN Bandung tidak hanya mentransfer pengetahuan akuntansi kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
“Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas santri tunanetra penghafal Al-Qur’an agar memiliki bekal spiritual, keterampilan kewirausahaan, dan kemampuan mengelola keuangan secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung
