Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Kabinet Konoha

Kabinet Konoha

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Presiden mengganti menteri seperti mengganti bidak catur yang dianggap salah langkah. Satu dicopot, satu dipanggil; yang kemarin dipuji, hari ini disingkirkan. Bahkan Purbaya—yang sebelumnya digemakan seolah jawaban atas krisis fiskal—ikut terseret dalam arus pergantian.

Begitulah pemerintahan ini bekerja: bukan dengan peta yang jelas, melainkan tambal sulam; bukan dengan kompas yang mantap, melainkan firasat.

Menteri boleh berganti, kursi berpindah tangan, wajah baru membawa janji lama. Tetapi kekacauan tak ikut berganti. Ia menetap di dalam sistem. Sebab persoalannya bukan semata siapa yang duduk di kursi, melainkan ke mana kursi itu diarahkan.

Agenda dan mimpinya besar, tetapi integritas, konsistensi, dan kapasitas direktifnya rendah.

Lebih problematis, lingkaran dalam kekuasaan hidup dalam kultur “asal bapak senang”: kabar buruk disaring, kritik diperlunak, keberhasilan dibesar-besarkan, kegagalan dicarikan pembenaran. Pemimpin akhirnya bukan kekurangan informasi, melainkan kekurangan kebenaran yang sampai.

Dalam situasi demikian, kebijakan menjadi seni menebak kehendak. Loyalitas lebih mudah dihitung daripada kompetensi; kesalahan hari ini dikoreksi besok tanpa pernah menjadi pelajaran. Pemerintahan tampak sibuk, tetapi negara kehilangan tujuan yang terang.

Pemerintahan pun menyerupai kapal dengan terlalu banyak tangan di kemudi. Semua ingin menentukan arah, tetapi tak jelas siapa memastikan tujuan.

Padahal pemerintahan yang baik bukan yang paling banyak menggagas, melainkan yang mampu menjadikan keputusan sebagai garis haluan, kekuasaan sebagai kapasitas etis, dan kebijakan sebagai pedoman utuh.

Jika sumber masalah berada pada cara negara diarahkan dan dikelola, mengganti menteri hanya memindahkan kursi. Pertunjukannya tetap sama.

Setiap kali susunan kabinet berganti, seolah negara ikut diperbarui. Padahal yang berubah hanya wajah, sementara cara kekuasaan bekerja tetap sama.

Pemimpin negara memerlukan keberanian mendengar kebenaran, keteguhan menjaga arah, dan kecakapan mengubah keputusan menjadi kenyataan.

Jika tidak, pergantian kabinet hanyalah cara mahal untuk mengulang kekacauan yang sama—dengan wajah berbeda.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung.
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai penghormatan atas perjuangan para pekerja. Bagi umat Islam, ini menjadi momen penting untuk merenungkan makna bekerja dalam perspektif Islam, serta mengambil teladan dari Nabi Muhammad SAW dalam hal etos kerja, kemandirian ekonomi, dan integritas dalam profesi. Bekerja dalam Islam sebagai Kewajiban Ibadah […]

  • Komisi C Distribusikan Bantuan Bibit Pohon ke Kelompok Tani

    Komisi C Distribusikan Bantuan Bibit Pohon ke Kelompok Tani

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG (KANAL31.COM)– Menjaga kelestarian lingkungan sekitar menjadi tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terjaga dengan baik akan berdampak positif terhadap kehidupan manusia. Demikian Linda Herlina, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, saat memberikan bantuan bibit tanaman/pohon kepada para kelompok tani di daerah pemilihan (dapil) 4, meliputi Kecamatan Cikancung, Cicalengka, Nagreg dan Rancaekek. Linda mengaku bersyukur […]

  • Penguatan Integrasi Agama dan Budaya Lokal dalam Kurikulum Program S2 Studi Agama-Agama

    Penguatan Integrasi Agama dan Budaya Lokal dalam Kurikulum Program S2 Studi Agama-Agama

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com –Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama, Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar Workshop Kurikulum bertajuk “Memahami Agama dan Budaya Lokal melalui Kasepuhan Adat Gelaralam” di Aula Lantai 4 (Cinema), Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengembangkan kurikulum yang mampu mengintegrasikan kajian agama dengan khazanah kearifan lokal, sehingga kajian akademik tidak […]

  • Idealis dan Pesimis

    Idealis dan Pesimis

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Secara umum, idealis itu karakternya mahasiswa, aktivis, pemikir, pejuang dan ulama. Idealis kita sederhanakan, mereka yang ingin dunia ini bener. Itu saja. Tapi kata guru saya, orang idealis itu tidak ideal. Idealis yang bener adalah yang realistis tapi bertindak tepat. Bener juga ya?   Karena politik itu dunia pragmatis dan tempatnya transaksi kepentingan […]

  • Gaji Turun Setelah Jadi PPPK

    Gaji Turun Setelah Jadi PPPK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA Kanal31.com — Seorang follower saya, namanya Rosid. Asal Purwakarta, Jawa Barat. Ia beberapa kirim pesan di kolom komentar, mengeluh gaji turun setelah diangkat menjadi pegawai PPPK. Berikut keluhan beliau yang saya coba narasikan gaya Koptagul, wak! Ini bukan dongeng. Ini bukan fabel. Ini kisah nyata dari kolom komentar, berulang kali muncul seperti iklan pinjol yang […]

  • Ushuluddin, Rumah Jurnal dan Sentra Publikasi Indonesia Gelar Academic Writing Class

    Ushuluddin, Rumah Jurnal dan Sentra Publikasi Indonesia Gelar Academic Writing Class

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Ciptakan Atmosfir Penelitian dan Publikasi Ilmiah Berkualitas SPI-BANDUNG Upaya menciptakan atmosfir penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal dan “Writing Center” Sentra Publikasi Indonesia menggelar Academic Writing Class secara hybrid (online dan offline) dari tanggal 10 Mei sampai 18 Juni 2022. Direktur […]

expand_less