Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Penguatan Integrasi Agama dan Budaya Lokal dalam Kurikulum Program S2 Studi Agama-Agama

Penguatan Integrasi Agama dan Budaya Lokal dalam Kurikulum Program S2 Studi Agama-Agama

  • account_circle Jun
  • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com –Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama, Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar Workshop Kurikulum bertajuk “Memahami Agama dan Budaya Lokal melalui Kasepuhan Adat Gelaralam” di Aula Lantai 4 (Cinema), Kamis (18/9/2025).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengembangkan kurikulum yang mampu mengintegrasikan kajian agama dengan khazanah kearifan lokal, sehingga kajian akademik tidak terlepas dari konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia.

Dengan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Yoyo Yogasmana, perwakilan Jembatan Kasepuhan Gelaralam Sukabumi, dan Dr. Ahmad Gibson Al Busthomi, M.Ag., dosen Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Bandung.

Workshop diawali dengan sambutan Ketua Prodi S2 Studi Agama-Agama, Prof. M. Taufiq Rahman, yang menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia, dan peserta. Dalam prakatanya, Prof. Taufiq menekankan pentingnya mengintegrasikan studi agama dengan realitas lokal agar kajian keilmuan tidak tercerabut dari akar masyarakatnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Prof. Ajid Thohir, Wakil Direktur I Pascasarjana UIN Bandung, yang menegaskan soal penguatan dimensi lokal dalam kajian agama merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kebudayaan di era global.

Dalam pemaparannya, Yoyo Yogasmana menjelaskan kasepuhan adat Gelaralam tidak sekadar melestarikan tradisi, tetapi berusaha mengembangkan kemandirian dan inovasi. Sejak tahun 1987, masyarakat kasepuhan memanfaatkan kincir air untuk pembangkit listrik, lalu berlanjut ke pemanfaatan turbin modern, hingga kini mampu mengelola jaringan radio, televisi, dan internet secara mandiri.

Kang Yoyo sapaan akrabnya menekankan filosofi kasepuhan, “ngigeulan jaman tapi ulah kabawa ku jaman”, mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri tradisi. “Tradisi pertanian padi yang tidak diperjualbelikan di kasepuhan menjadi simbol kearifan menjaga titipan leluhur dan kesinambungan ekologi,” jelasnya.

Dr. Ahmad Gibson Al Busthomi menyoroti kosmologi Sunda sebagai kerangka penting dalam memahami hubungan antara agama dan budaya.

Baba Icon sapaan akrabnya menjelaskan adanya tiga lapisan kosmos dalam pandangan Sunda: jatiniskala (entitas ketuhanan), niskala/madyapada (ruang spiritual), dan sakala/marcapada (dunia nyata). Dalam konteks ini, hubungan manusia dengan Tuhan diwujudkan melalui penghormatan terhadap karuhun (leluhur).

Menurutnya, “agama dan budaya selalu berkelindan, namun modernitas membuat banyak masyarakat kehilangan makna budaya karena tidak lagi memahami akarnya.”

Dengan demikian, studi agama tidak dapat dilepaskan dari dimensi budaya, sebab keduanya saling menopang dalam membentuk identitas masyarakat.

Diskusi interaktif berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satu isu yang mengemuka tentang peran kasepuhan dalam menjaga generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya. Menanggapi hal tersebut, Kang Yoyo menegaskan bahwa Islam di kasepuhan dipahami bukan hanya sebagai agama, melainkan sebagai komitmen etis untuk menjaga manusia dan alam. Sejak usia delapan tahun, anak-anak sudah dilatih tanggung jawab melalui pekerjaan sebagai penggembala, yang membentuk disiplin, manajemen emosi, dan kepedulian ekologis.

Workshop yang dipandu oleh Rosihan Fahmi, seniman sekaligus penggiat budaya, ini meneguhkan relevansi integrasi agama dan budaya lokal dalam pengembangan kurikulum studi agama-agama.

Dengan pendekatan semacam ini, Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Bandung berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mumpuni dalam analisis akademik, tetapi memiliki kepekaan budaya serta kemampuan menjembatani nilai-nilai agama dengan konteks masyarakat Indonesia.

  • Penulis: Jun

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LABURA kanal31.com — Namanya Ernita, guru sekaligus Kepala Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu Utara. Ia menciptakan inovasi unik dan ramah lingkungan dengan membuat taman mini di depan ruangan perpustakaan MTsN 1 Labuhanbatu Utara.   Dilansir dari Kemenag, Selasa (23/9/2025), Ernita bercerita bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti memanfaatkan limbah plastik […]

  • Lembur Katumbiri: Semangat Warga Dago Menyulam Warna, Cerita, dan Harapan

    Lembur Katumbiri: Semangat Warga Dago Menyulam Warna, Cerita, dan Harapan

    • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Kota Bandung kembali membuktikan diri sebagai ruang tumbuh kreativitas tanpa batas. Kali ini, inspirasi datang dari RW 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, yang menyulap kampung mereka menjadi kawasan wisata tematik berbasis budaya lokal bernama Lembur Katumbiri. Peresmian kawasan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Bagi warga, momen ini bukan […]

  • Hasil Penelitian Kanada Ungkap Potensi Penularan Covid-19 dari Rusa ke Manusia

    Hasil Penelitian Kanada Ungkap Potensi Penularan Covid-19 dari Rusa ke Manusia

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KANADA, Para peneliti di Kanada mengungkap potensi penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. Peneliti meyakini bahwa mereka telah menemukan bukti pertama terkait penularan SARS-CoV-2 dari seekor rusa. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pekan lalu di bioRxiv dan belum ditinjau oleh rekan sejawat, penulis mengatakan bahwa melalui kolaborasi penelitian multidisiplin untuk pengawasan SARS-CoV-2 pada satwa liar […]

  • Terobosan Baru Dr. Yayan dari UIN Bandung Berbasis Qiyas Syafi’i: Gono-gini tak Harus 50:50

    Terobosan Baru Dr. Yayan dari UIN Bandung Berbasis Qiyas Syafi’i: Gono-gini tak Harus 50:50

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Selama ini, pembagian harta bersama atau gono-gini pasca-perceraian sering kali dipatok kaku pada angka 50:50. Namun, sebuah riset hukum terbaru dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menawarkan perspektif revolusioner: Keadilan harus diukur, bukan sekadar dibagi rata. Dalam sidang terbuka promosi doctor, Kamis (19/02/2026), Dr. H. Yayan Khaerul Anwar, M.Ag. […]

  • Wagub Jabar: UPI harus Jadi Poros Utama Transformasi Pendidikan Nasional

    Wagub Jabar: UPI harus Jadi Poros Utama Transformasi Pendidikan Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Universitas Pendidikan Indonesia diharapkan menjadi poros utama transformasi dunia pendidikan, ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, saat menghadiri pelantikan Rektor UPI periode 2025-2030 di Gedung Achmad Sanusi, UPI Kota Bandung, Senin (16/6/2025). Wagub Erwan berpesan kepada Prof. Didi Sukyadi sebagai rektor UPI terpilih periode 2025-2030 agar dapat membangun peradaban pendidikan di lingkungan […]

  • Melalui Penguatan Bahasa dan Sastra, Prodi SI Kembangkan Moderasi Budaya

    Melalui Penguatan Bahasa dan Sastra, Prodi SI Kembangkan Moderasi Budaya

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Bahasa adalah kunci moderasi budaya, melalui komunikasi yang empatik, terbuka, dan menghargai perbedaan. Indonesia dapat menjadi model dunia dalam praktik moderasi budaya melalui bahasa nasional dan lokal yang harmonis. Prof. Dr. H. Mahi M. Hikmat, M.Si (Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Bandung) memberikan kesimpulan, saat menjadi pemateri seminar ilmiah bertajuk “Inspirasi Bahasa dalam […]

expand_less