Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Karhutla Masih Membara, Prabowo Malah Pesta di Istana

Karhutla Masih Membara, Prabowo Malah Pesta di Istana

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR, kanal31.com — Hampir tidak ada fotonya. Menteri pun tak berani berkomentar. Namun, publik tahu ada pesta di Istana Bogor. Ya, mereka berpesta ria, makan makanan enak, minum sepuasnya di tengah karhutla membara.

 

Karhutla mengamuk, 639 hektare lahan masih menyala, warga terancam ISPA, negara tetangga megap-megap. Eh, Presiden Prabowo Subianto malah mengumpulkan hampir seluruh Kabinet Merah Putih di Istana Bogor, Jumat malam, 16 Oktober 2026. Agendanya? Bukan memadamkan api, bukan anjloknya IHSG, bukan menyelamatkan rakyat dari asap. Melainkan makan malam mewah bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, lengkap dengan tarian daerah Ambon, Jawa, dan entah daerah mana lagi.

 

Hutan terbakar, istana menari. Gambut menghitam, meja makan berkilau. Rakyat batuk-batuk, kabinet menyaksikan pertunjukan budaya. Kalau ini bukan ironi, mungkin kamus bahasa Indonesia perlu dibakar sekalian, biar asapnya melengkapi suasana.

 

Jamuan itu diisi perkenalan anggota kabinet, pidato persahabatan, serta cerita jasa Uni Soviet membantu Indonesia merebut Papua. Wakil Presiden Gibran duduk di kiri Prabowo, Manturov di kanan. Posisi duduk tertata rapi, sayangnya persoalan rakyat belum tentu ikut tertata.

 

Wartawan menunggu sejak sore di luar Pintu 3. Ponsel dan ajudan dilarang masuk. Seusai acara, para menteri keluar dengan mulut terkunci seperti brankas Bank Indonesia. Hanya Menteri Perumahan Maruarar Sirait sempat berbicara, mengundang Presiden ke acara perumahan November dan Desember. Rumah memang penting, Pak, tetapi bagaimana membangun rumah kalau penghuninya sedang berjuang menghirup udara?

 

Keesokan harinya, Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menjelaskan, “Menjamu Bapak Wakil Perdana Menteri Rusia dan rombongan. Jamuan berupa tarian-tarian daerah. Makan malam.” Ia juga menegaskan acara itu bukan perayaan ulang tahun, meskipun 17 Oktober merupakan hari ulang tahun Presiden.

 

Netizen X pun meledak. Sebuah unggahan meraup lebih dari 10 ribu suka karena rakyat mengira pemerintah membahas karhutla, kelangkaan BBM, dan ekonomi buruk. Akun lain menulis, “He truly deserves to be impeached.” Marah boleh, wak, tetapi jangan berharap pemakzulan otomatis menjadi alat pemadam kebakaran.

 

Sementara istana sibuk berdiplomasi, Singapura melalui Menteri Grace Fu dan National Environment Agency mengidentifikasi tujuh perusahaan Indonesia yang dikaitkan dengan kebakaran penyebab udara tidak sehat: PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT SBA Wood Industries, PT Hutan Lestari Raya, dan PT Bangkanesia.

 

Mereka menerima Preventive Measure Notices berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act, yang memerintahkan pengerahan pemadam, penghentian pembakaran, dan penyerahan rencana aksi. Tiga perusahaan bahkan sudah menjadi perhatian sejak 2015, dengan kasus yang masih terbuka.

 

Malaysia ikut gerah. Anggota parlemen Lim Guan Eng mengancam menggugat Indonesia untuk menuntut kompensasi jika Jakarta menolak satgas ASEAN permanen. Syed Saddiq mendorong tekanan diplomatik dan finansial, termasuk pemutusan akses pendanaan perusahaan. Namun Menlu Mohamad Hasan memilih diplomasi agar hubungan bilateral tidak rusak.

 

Begitulah, wak. Di luar negeri, asap menjadi urusan diplomatik. Di dalam negeri, rakyat menunggu tindakan. Singapura mengirim surat, Malaysia mengancam gugatan, sementara istana menyuguhkan tarian dan makan malam.

 

Jangan-jangan ada teknologi baru bernama diplomasi aromatik. Asap karhutla dibalas aroma hidangan istana, kebakaran dijawab tarian, penderitaan rakyat disuguhi pidato persahabatan.

 

Tentu menjamu tamu negara bukan dosa. Persahabatan internasional juga penting. Tetapi ketika rumah sendiri kebakaran, bukankah tuan rumah seharusnya sesekali memeriksa dapur yang terbakar?

 

Rakyat tidak meminta Presiden berhenti menjamu tamu. Rakyat hanya ingin melihat keseriusan sama ketika menghadapi bencana. Sebab, yang terbakar bukan cuma hutan, melainkan kepercayaan.

 

Kalau asap terus mengepul sementara jawaban pemerintah datang belakangan, jangan heran bila rakyat akhirnya kecewa. Tamu negara pulang membawa kenangan. Rakyat tetap tinggal bersama asap.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas Mafia Tanah Bebas Berkeliaran di Kabupaten Bandung, Kenapa?

    Awas Mafia Tanah Bebas Berkeliaran di Kabupaten Bandung, Kenapa?

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Gerakan Pemberantasan Mafia Tanah oleh Kementerian ATR/BPN bekerjasama dengan penegak hukum ternyata masih belum memberikan perlindungan optimal terhadap tanah-tanah masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung. Hal ini terbukti dengan adanya penerbitan sertipikat di atas lahan yang telah digarap, dimiliki dan dikuasai oleh pemilik lahan di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, yang kasusnya saat […]

  • Mahasiswa FAH UIN SGD Boleh Aktif Berorganisasi, asal Lulus Kuliah Tepat Waktu

    Mahasiswa FAH UIN SGD Boleh Aktif Berorganisasi, asal Lulus Kuliah Tepat Waktu

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum mendoakan semua alumninya semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam meraih kehidupan yang sukses dan bahagia. “Lancar mendapatkan pekerjaan, lancar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan lancar membangun rumah tangga bagi yang akan melansungkan pernikahan,” tutur […]

  • Perebutan Harta Warisan Bisa Jadi Malapetaka

    Perebutan Harta Warisan Bisa Jadi Malapetaka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA Kanal31.com — Harta warisan adalah harta yang panas, jika tidak dikelola dengan baik. Perebutan warisan orangtuanya yang sudah meninggal dunia sering terjadi. Orangtuanya mungkin sedang ditanya di alam kubur tetapi anak-anaknya ribut soal harta peninggalan orangtuanya. Harta warisan bukan hasil jerih payah anak-anaknya.   Pembagian harta warisan yang tidak adil hanya akan membahayakan bagi orang […]

  • Indonesia Merdeka, Analisis Menuju Tahun 2030

    Indonesia Merdeka, Analisis Menuju Tahun 2030

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan. Peringatan hari kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga merenungi arah masa depan bangsa. Tahun 2030 sering disebut sebagai window of opportunity, terutama karena bonus demografi, perkembangan teknologi, dan dinamika global. Analisis ini mengulas arah kehidupan Indonesia menuju 2030 dalam […]

  • Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pasewakan Kerta Tataning Hirup Linuwih, Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/9/2025).   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga sore hari ini melibatkan mahasiswa S2 SAA bersama komunitas Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), salah satu penghayat kepercayaan […]

  • Inilah Tribute to Abiyana Ala UIN Bandung

    Inilah Tribute to Abiyana Ala UIN Bandung

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    ABIYANA… Please come back to my country Please come back to my house Please come back to our campus Bagai matahari Engkau….. terus berputar Bergerak dan beredar Mulai pagi hingga senja tiba Menyinari bumi Tak kenal kata berhenti Please Abi Ajari kami mencintai kampus ini Wasiat Sunan Gunung Djati Loyalis sejati Sonder urusan pribadi Sonder […]

expand_less