Breaking News:
Beranda » NASIONAL » 3 Langkah Kemenag Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

3 Langkah Kemenag Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com  — Kementerian Agama memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui tiga langkah strategis,. Ketiganya adalah perluasan layanan wakaf produktif termasuk skema wakaf uang berbasis tabungan, konsolidasi 32 instrumen dana sosial syariah berpotensi Rp1.200 triliun per tahun, serta penguatan filantropi keagamaan melalui sinergi Ikatan Cendekiawan enam agama.

 

Langkah penguatan ekosistem filantropi keagamaan tersebut dipaparkan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka The Second Global Conference on Waqf Development 2026 di Jakarta. Menag menegaskan bahwa pemerintah menempatkan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai pilar strategis dalam menopang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

 

Menurut Menag, instrumen wakaf memiliki fleksibilitas tata kelola dan jangkauan manfaat yang luas sehingga sangat relevan untuk diberdayakan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Jika penyaluran zakat memiliki ketentuan fikih yang terfokus pada delapan golongan penerima (asnaf), pengembangan aset wakaf dan penyaluran manfaatnya (mauquf alaih) memiliki ruang gerak yang lebih luwes untuk membiayai berbagai fasilitas kemaslahatan umum.

 

“Wakaf itu lebih fleksibel untuk kita berdayakan di masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia. Pengelola harta wakaf atau nazhir dapat berbentuk perorangan, yayasan, badan hukum seperti PT atau CV, maupun lembaga perbankan, selama administrasinya dikelola secara profesional dan akuntabel,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Kamis (15/10/2026).

 

 

Menag Nasaruddin Umar

Sebagai contoh nyata di Indonesia, Menag memaparkan praktik pengelolaan wakaf produktif berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Banten. Melalui pengelolaan profesional oleh nazhir, keuntungan operasional SPBU tersebut disalurkan secara berkelanjutan untuk membiayai kesejahteraan guru serta pembangunan sarana pendidikan pondok pesantren di sekitarnya.

 

Selain optimalisasi aset fisik, Menag juga menekankan pentingnya perluasan sosialisasi bersama BWI terkait skema menabung melalui wakaf uang yang telah memiliki payung regulasi di Indonesia. Skema ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berwakaf secara aman dengan keutuhan dana pokok yang terjaga dan bebas potongan pajak, sementara imbal hasil pengelolaannya disalurkan secara berkelanjutan bagi program pemberdayaan umat.

 

“Sekarang sudah ada regulasinya di mana masyarakat bisa menabung dengan cara berwakaf. Sosialisasi skema ini perlu terus kita masifkan bersama BWI kepada masyarakat karena modal pokoknya tetap utuh, tidak tergerus potongan pajak, dan imbal hasilnya memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemaslahatan umat,” tutur Menag.

 

Konsolidasi 32 Instrumen Dana Sosial Syariah

 

Dari sisi penguatan ekosistem makro, Menag memaparkan langkah sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan indeks literasi dan kesadaran berekonomi syariah nasional yang saat ini tercatat berada pada angka sekitar 8,2 persen.

 

Penguatan literasi tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) sebagai perumus konsep akademik, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai penggerak praktis, bersama Bank Indonesia, BWI, dan Baznas.

 

Melalui sinergi kelembagaan tersebut, Kemenag mengonsolidasikan 32 instrumen dana sosial umat Islam, mulai dari zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, hingga berbagai skema kemitraan syariah. Secara keseluruhan, instrumen tersebut dihitung memiliki potensi penghimpunan sedikitnya Rp1.200 triliun per tahun.

 

Sinergi Ikatan Cendekiawan Enam Agama

 

Tidak hanya berfokus pada umat Islam, Kementerian Agama juga memperluas gerakan kemandirian sosial-ekonomi berbasis keagamaan melalui pembentukan dan pelantikan wadah cendekiawan pada lima agama lainnya.

 

Menyusul keberadaan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Kemenag baru-baru ini telah melantik Ikatan Cendekiawan Katolik, Ikatan Cendekiawan Kristen, Ikatan Cendekiawan Hindu, Ikatan Cendekiawan Buddha, dan Ikatan Cendekiawan Konghucu.

 

 

Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama segera mempertemukan Ikatan Cendekiawan dari enam agama tersebut untuk merumuskan tata kelola dan optimalisasi lembaga dana sosial di masing-masing agama guna menopang kesejahteraan masyarakat secara luas.

 

“Pengembangan ekonomi berbasis dana sosial keagamaan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Islam, tetapi umat beragama lain juga memiliki lembaga filantropi di agamanya masing-masing yang dapat diberdayakan. Ketika dana sosial di setiap agama terkelola secara optimal untuk menopang kesejahteraan umat, maka kekuatan filantropi keagamaan ini akan bersinergi memperkuat langkah negara dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan program strategis bangsa,” pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa, UIN Batusangkar Raih Prestasi Jurnal Kelas Dunia

    Luar Biasa, UIN Batusangkar Raih Prestasi Jurnal Kelas Dunia

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BATUSANGKAR Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar yang baru beralih status melalui Perpres No 84 Tahun 2022, tanggal 8 juni 2022, tak henti-hentinya memantapkan diri sebagai Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau yang Integratif dan interkonektif dalam Keilmuan serta Bereputasi Global. Sekarang giliran Jurnal Ilmiah Syariah (Juris) Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar telah terindeks Scopus yang […]

  • Academic Writing Class 2022 #1

    Academic Writing Class 2022 #1

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar
  • Inilah 8 Prospek Karier Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi

    Inilah 8 Prospek Karier Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Apakah kamu tertarik mengambil jurusan ilmu komunikasi? Sebagai pertimbangan, kamu bisa cek prospek karier jurusan ilmu komunikasi di bawah ini. Mengutip laman Binus University, komunikasi merupakan studi interdisipliner yang mengintegrasikan linguistik, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Nantinya, mahasiswa akan mengkaji proses komunikasi manusia mulai dari konseptualisasi ide, penyampaian, hingga penerimaan pesan verbal dan […]

  • Sukses Gelar 3 Event Besar, Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Hajatan Skala Nasional

    Sukses Gelar 3 Event Besar, Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Hajatan Skala Nasional

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dalam kurun waktu satu pekan, tiga acara besar sukses digelar di Kota Bandung tanpa kendala berarti. Ketiganya antara lain acara Pekan Kreativitas Jawa Barat, DCDC Lafitsef di Jalan Soekarno, dan Pocari Sweat Run 2025 dan berlangsung lancar, aman, serta memberikan dampak signifikan bagi pergerakan ekonomi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut keberhasilan […]

  • Retorika dari Bawah

    Retorika dari Bawah

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Bandung kanal31.com –Seorang teman memperlihatkan potongan video kepada saya yang menampilkan Cak Imin yang mengatakan, “kalau ada yang tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII tapi HMI”. Bagi saya, pernyataan ini bukan sekadar seloroh politis. Ia mengandung bias, sindiran, dan pada saat yang sama mencerminkan gejala klasik politik identitas yang terus mengendap merayap dalam lanskap […]

  • Filsafat dan Politik Hukum Islam Perbankan Syariah

    Filsafat dan Politik Hukum Islam Perbankan Syariah

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Perbankan syariah Indonesia mengalami perkembangan pesat. Sejak Pdiundangkannya Undang-Undang Perbankan Syariah Tahun 2008 sampai Tahun 20022, perbankan syariah mengalami perkembangan yang signifikan. Pada Tahun 2022 tercatat jumlah BUS 1.943 kantor, UUS 390 kantor, dan BPRS 626 kantor. Dinamika fatwa DSN-MUI, sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa, telah menghasilkan 140 fatwa terkait keuangan dan perbankan […]

expand_less