Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Aktivis, Turunkan Presiden! 

Aktivis, Turunkan Presiden! 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • comment 0 komentar

“Tenang Pak Prabowo, Ada Saya Disini!”

BANDUNG kanal31.com — Ada satu garis tipis yang sering luput dibaca: antara kritik yang sehat dan kritik yang tanpa sadar sedang “ditunggangi”. Di situ medan bermainnya bukan lagi idealisme, tapi kepentingan.

 

Kekuasaan memang wajib dikontrol. Itu bukan debat—itu fondasi demokrasi. Kritik pada pemerintah, termasuk pada Prabowo Subianto, adalah bagian dari menjaga agar kekuasaan tidak liar. Tapi di saat yang sama, kita juga harus jujur: tidak semua gelombang kritik lahir murni dari kesadaran publik. Ada yang didorong, diarahkan, bahkan dipelihara.

 

Narasi “turunkan presiden” itu bukan sekadar ekspresi kekecewaan. Itu adalah pintu. Dan setiap pintu pasti ada yang menunggu di baliknya.

 

Di sinilah otokritiknya. Rakyat sering merasa sedang melawan kekuasaan, padahal bisa jadi sedang membuka jalan bagi kekuasaan lain yang lebih halus cara bermainnya.

 

Oligarki tidak bekerja dengan cara kasar. Mereka tidak perlu turun ke jalan. Mereka cukup meniupkan arah. Membiarkan suara-suara kritis tumbuh, lalu memperkuatnya di titik tertentu, sampai terlihat seperti arus besar yang “alami”. Padahal, arah arusnya sudah didesain.

 

Kalau skenarionya adalah mendorong figur seperti Gibran Rakabuming Raka naik lebih cepat dari seharusnya, maka cara paling efektif bukan menyerangnya secara frontal. Tapi melemahkan yang sedang berkuasa, pelan-pelan, lewat legitimasi publik.

 

Dan di sinilah jebakannya: Kritik yang awalnya tulus bisa berubah fungsi—dari kontrol menjadi alat.

 

Bukan berarti rakyat harus diam. Itu justru berbahaya. Tapi ada satu hal yang lebih penting dari sekadar “berani bersuara”: sadar arah suara itu dibawa ke mana.

 

Beberapa pertanyaan sederhana yang jarang ditanyakan:

 

Kritik ini memperbaiki atau menjatuhkan?

Kalau jatuh, siapa yang paling diuntungkan?

Apakah ada pola narasi yang sama, diulang-ulang, di banyak tempat?

 

Kalau jawabannya mengarah ke satu titik kekuatan tertentu, maka kemungkinan besar itu bukan sekadar kebetulan.

 

Refleksi pahitnya adalah rakyat sering merasa sedang menjadi aktor perubahan, padahal hanya jadi pengeras suara.

 

Jadi sikap paling cerdas hari ini bukan sekadar kritis—tapi kritis terhadap kritik itu sendiri.

 

Kalau tidak begitu, kita bukan sedang mengontrol kekuasaan, kita hanya sedang membantu menggantinya: “Tenang Pak Prabowo, Ada Saya Disini!” Katanya 😊☕🚬

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis Pengembangan Kementerian dan Lembaga Mahmud Syaltout Syahidulhaq Qudratullah menyebut, sampai saat ini, belum semua konflik sosial di Indonesia terselesaikan. Namun, dari konflik yang terselesaikan, 86% di antaranya diselesaikan oleh penghulu, penyuluh, dan pembimas. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimtek Implementasi Sistem Peringatan Dini pada KUA Revitalisasi […]

  • Perhutani Bandung Utara Perkaya Pemahaman Mahasiswa Soal Hutan

    Perhutani Bandung Utara Perkaya Pemahaman Mahasiswa Soal Hutan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com—Bagi mahasiswa, Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sektor kehutanan, terutama di Perhutani Bandung Utara, menjadi jembatan kritis antara teori akademis dan realitas operasional. Demikian penegasan Administratur KPH Bandung Utara, melalui Rahmat Sungkawa selaku Kepala Seksi Madya Keuangan, Sumber Daya Manusia(SDM) Umum, dan Informasi Teknologi, saat menerima kegiatan PKL mahasiswa Universitas Terbuka (UT), belum lama […]

  • Kata Prabowo: Bukan Membangun Bangsa, Tapi Mentransformasikan 

    Kata Prabowo: Bukan Membangun Bangsa, Tapi Mentransformasikan 

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Ija Suntana, Guru Besar UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Tulisan ini saya sarikan dari jawaban Prabowo Subianto dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab”, yang disiarkan oleh TVRI Nasional tadi malam (19 Maret 2026). Saya menganggap penting paparan ini, sehingga perlu menuangkannya dalam tulisan sekalipun cukup pendek. Selamat menyimak! Jika realitas menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi otomatis menghasilkan mobilitas sosial, maka konsekuensinya jelas: […]

  • Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pasewakan Kerta Tataning Hirup Linuwih, Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/9/2025).   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga sore hari ini melibatkan mahasiswa S2 SAA bersama komunitas Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), salah satu penghayat kepercayaan […]

  • Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Kyai Adib: Haji Sukses Luar Biasa

    Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Kyai Adib: Haji Sukses Luar Biasa

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (BUNTET) — Sesepuh Pondok Buntet Pesantren K.H Adib Rafiudin mengapresiasi sukses penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. KH Adib mengucapakan terima kasih atas kinerja Menag Yaqut Cholil Qoumas dan jajarannya dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Hal ini disampaikan KH Adib di hadapan ribuan santri, alumni, dan warga yang menghadiri Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok […]

  • 3M: Maung, Milan, dan Madrid

    3M: Maung, Milan, dan Madrid

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 3M. Selain Maung (Bandung) dan Milan, Madrid adalah klub sepak bola yang saya suka. Dan salah satu pemain Los Blancos yang kerap menarik perhatian saya adalah Luca Modric. Ia berperan sebagai gelandang, tapi melampaui sekadar gelandang, Modric dalam penilaian saya adalah arsitek di lapangan yang berpikir. Sejak kedatangannya dari Tottenham Hotspur pada […]

expand_less