Jumat, 24 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Aktivis, Turunkan Presiden! 

Aktivis, Turunkan Presiden! 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

“Tenang Pak Prabowo, Ada Saya Disini!”

BANDUNG kanal31.com — Ada satu garis tipis yang sering luput dibaca: antara kritik yang sehat dan kritik yang tanpa sadar sedang “ditunggangi”. Di situ medan bermainnya bukan lagi idealisme, tapi kepentingan.

 

Kekuasaan memang wajib dikontrol. Itu bukan debat—itu fondasi demokrasi. Kritik pada pemerintah, termasuk pada Prabowo Subianto, adalah bagian dari menjaga agar kekuasaan tidak liar. Tapi di saat yang sama, kita juga harus jujur: tidak semua gelombang kritik lahir murni dari kesadaran publik. Ada yang didorong, diarahkan, bahkan dipelihara.

 

Narasi “turunkan presiden” itu bukan sekadar ekspresi kekecewaan. Itu adalah pintu. Dan setiap pintu pasti ada yang menunggu di baliknya.

 

Di sinilah otokritiknya. Rakyat sering merasa sedang melawan kekuasaan, padahal bisa jadi sedang membuka jalan bagi kekuasaan lain yang lebih halus cara bermainnya.

 

Oligarki tidak bekerja dengan cara kasar. Mereka tidak perlu turun ke jalan. Mereka cukup meniupkan arah. Membiarkan suara-suara kritis tumbuh, lalu memperkuatnya di titik tertentu, sampai terlihat seperti arus besar yang “alami”. Padahal, arah arusnya sudah didesain.

 

Kalau skenarionya adalah mendorong figur seperti Gibran Rakabuming Raka naik lebih cepat dari seharusnya, maka cara paling efektif bukan menyerangnya secara frontal. Tapi melemahkan yang sedang berkuasa, pelan-pelan, lewat legitimasi publik.

 

Dan di sinilah jebakannya: Kritik yang awalnya tulus bisa berubah fungsi—dari kontrol menjadi alat.

 

Bukan berarti rakyat harus diam. Itu justru berbahaya. Tapi ada satu hal yang lebih penting dari sekadar “berani bersuara”: sadar arah suara itu dibawa ke mana.

 

Beberapa pertanyaan sederhana yang jarang ditanyakan:

 

Kritik ini memperbaiki atau menjatuhkan?

Kalau jatuh, siapa yang paling diuntungkan?

Apakah ada pola narasi yang sama, diulang-ulang, di banyak tempat?

 

Kalau jawabannya mengarah ke satu titik kekuatan tertentu, maka kemungkinan besar itu bukan sekadar kebetulan.

 

Refleksi pahitnya adalah rakyat sering merasa sedang menjadi aktor perubahan, padahal hanya jadi pengeras suara.

 

Jadi sikap paling cerdas hari ini bukan sekadar kritis—tapi kritis terhadap kritik itu sendiri.

 

Kalau tidak begitu, kita bukan sedang mengontrol kekuasaan, kita hanya sedang membantu menggantinya: “Tenang Pak Prabowo, Ada Saya Disini!” Katanya 😊☕🚬

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen USU, Perjuangan Riset Daun Teh Gaharu, Si Tanaman Surga

    Dosen USU, Perjuangan Riset Daun Teh Gaharu, Si Tanaman Surga

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SUMATRA Siapa yang tidak mengenal gaharu? Tanaman kayu berpohon tinggi menjulang yang mashyur disebut tanaman surga ini merupakan tumbuhan tropis yang memiliki banyak manfaat, terutama pada bagian getah membeku dari batang, yang disebut gubal. Komposisi kimia dalam gubal gaharu memberikan manfaat tersendiri, antara lain sebagai parfum, obat batuk, anti bakteri, anti jamur, dan insektisida. Kayu […]

  • UI-Samsung Kembangkan Riset AI dan Robotika

    UI-Samsung Kembangkan Riset AI dan Robotika

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL.31.COM-Seiring dengan kemajuan teknologi, Universitas Indonesia (UI) sebagai perguruan tinggi selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Untuk itu, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) bersama dengan Samsung Research Indonesia (SRIN) berkolaborasi dalam bidang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan robotika. Dekan Fasilkom UI, Dr. Ir. Petrus Mursanto, […]

  • Hore! Seleksi PPPK Kemenag Tahap I Dibuka 21 Oktober 2024. Begini Cara Daftarnya

    Hore! Seleksi PPPK Kemenag Tahap I Dibuka 21 Oktober 2024. Begini Cara Daftarnya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibuka mulai 21 Oktober – 4 November 2024. Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani mengatakan, sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2024, seleksi PPPK 2024 tahap I ini diperuntukkan bagi dua kategori pelamar Pertama, Eks Tenaga Honorer Kategori […]

  • Asyik! Menag Dukung Transformasi STAIN Majene jadi UIN

    Asyik! Menag Dukung Transformasi STAIN Majene jadi UIN

    • calendar_month Ming, 1 Des 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, MAJENE –Menteri Agama RI Nasarudin Umar mendukung Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene bertransformasi menjadi Universitas. Hal tersebut diungkapkan Menag saat mengisi kuliah umum dihadapan ratusan civitas Akademika STAIN Majene, Sulawesi Barat. Menag menilai STAIN harus segera menjadi UIN agar Sulawesi Barat bisa memiliki PTKIN setingkat universitas. “Saya rasa sudah saatnya STAIN Majene […]

  • Jangan Lupa Bersyukur kepada Allah, Berbakti kepada Orangtua

    Jangan Lupa Bersyukur kepada Allah, Berbakti kepada Orangtua

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum mengingatkan para alumninya agar tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT dan berhidmat kepada orangtua, atas kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan studi di FAH hingga bisa menyandang gelar sarjana. Demikian Dr. Dedi saat melepas alumni (calon wisudawan), di […]

  • Selama Ramadan, Wali Kota Bandung Ajak ASN Tetap Semangat Bekerja

    Selama Ramadan, Wali Kota Bandung Ajak ASN Tetap Semangat Bekerja

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menyambut bulan suci Ramadan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk tetap semangat bekerja meskipun ada penyesuaian jam kerja. Menurutnya, bulan Ramadan justru harus menjadi momen untuk meningkatkan produktivitas dan integritas dalam bekerja. “Ramadan bukan alasan untuk mengurangi semangat kerja. Sebaliknya, ini adalah […]

expand_less