Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Maknai Idul Adha, Waspadai Gerakan Syahwat Merdeka

Maknai Idul Adha, Waspadai Gerakan Syahwat Merdeka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
  • comment 0 komentar

TIMIKA Kanal31.com  — Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag., tampil sebagai Imam dan Khatib Salat Idul Adha di Masjid Baiturrahim PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Timika, Papua Tengah, Jumat (6/6/2025).

Dalam khutbahnya, Dr. Aang mengangkat tema “Idul Adha dan Gerakan Syahwat Merdeka”, yang mengajak jamaah untuk merenungi makna kurban secara lebih mendalam.

“Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan ternak, tetapi momentum spiritual untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia. Ini adalah bentuk pengendalian nafsu dan pengabdian total kepada Allah,” tegasnya.

Dalam surah Asy-Syams ayat 8, bahwa Allah telah mengilhamkan kepada jiwa manusia jalan kefasikan dan ketakwaan. Sayangnya, banyak manusia yang tidak menggunakan hati, mata, dan telinganya untuk memahami ayat-ayat Allah, sehingga hidup dikendalikan oleh hawa nafsu—bahkan lebih sesat daripada binatang ternak.

Gerakan Syahwat Merdeka: Ancaman Zaman Kini

Ketua Laboratorium Dakwah ini menyoroti analisis budayawan Taufiq Ismail tentang Gerakan Syahwat Merdeka, sebuah fenomena sosial yang tidak berbentuk organisasi resmi, namun beroperasi secara global dan sistematis. Gerakan ini menyusup melalui berbagai saluran seperti internet, industri hiburan, media sosial, dan media cetak.

Taufiq Ismail menyebut ada sembilan kelompok pendukung fanatik dari gerakan ini:

1. Praktisi seks bebas: Termasuk homoseksual, lesbian, dan heteroseksual yang hidup tanpa kendali syariat.

2. Produsen dan pemilik situs porno: Saat ini terdapat lebih dari 4,2 juta situs porno di dunia, dan Indonesia termasuk negara dengan tingkat akses tertinggi.

3. Penulis dan pekerja seni liberal: Termasuk pengarang, penulis skenario, dan pembuat komik yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan syahwat.

4. Pemilik akun media sosial yang memfasilitasi konten pornografi.

5. Pemilik industri alkohol.

6. Produsen dan pengguna narkoba.

7. Pengiklan gigolo dan pelacuran perempuan.

8. Germo dan pelanggan prostitusi, baik online maupun langsung.

9. Dukun dan dokter aborsi ilegal.

Disebutkan pula bahwa angka aborsi di Indonesia mencapai 2,2 juta kasus per tahun—setara satu kasus setiap 15 detik—yang merupakan akibat dari gaya hidup bebas dan nilai-nilai yang diusung gerakan tersebut.

Menuju Jiwa yang Tenang

Rasulullah SAW telah memperingatkan bahwa apabila zina dan riba merajalela di suatu negeri, maka azab Allah akan menimpa negeri tersebut. Maka, Idul Adha menjadi momen penting untuk menyucikan jiwa, mengendalikan hawa nafsu, dan kembali kepada fitrah.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Fajr ayat 27–30:

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

Idul Adha menjadi sakral bukan hanya karena penyembelihan hewan, tetapi karena panggilan untuk menyembelih hawa nafsu. Umat Islam diajak menyadari bahaya laten gerakan yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai ilahiyah. Hanya dengan pengorbanan diri dan kesadaran spiritual, kita bisa menjadi bagian dari hamba-hamba yang diridhai-Nya.

Untuk mengetahui lebih lanjut naskah lengkap khutbah Dr. Aang Ridwan tentang Idul Adha dan Gerakan Syahwat Merdeka, silakan unduh melalui laman ini

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Nyata Mahasiswa Manajemen UIN Bandung: 450 Pohon untuk Sumedang

    Aksi Nyata Mahasiswa Manajemen UIN Bandung: 450 Pohon untuk Sumedang

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SUMEDANG Kanal31.com — Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali membuktikan bahwa dunia kampus bukan hanya tentang ruang kelas dan teori. Melalui program rutin unggulan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ Manajemen) bertajuk Manajemen Bermasyarakat (MABAR) 2026, mahasiswa turun langsung ke Desa Bugel, kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang untuk melakukan aksi […]

  • 86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis Pengembangan Kementerian dan Lembaga Mahmud Syaltout Syahidulhaq Qudratullah menyebut, sampai saat ini, belum semua konflik sosial di Indonesia terselesaikan. Namun, dari konflik yang terselesaikan, 86% di antaranya diselesaikan oleh penghulu, penyuluh, dan pembimas. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimtek Implementasi Sistem Peringatan Dini pada KUA Revitalisasi […]

  • Luar Biasa! Prodi Psikologi UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul

    Luar Biasa! Prodi Psikologi UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Rasa bahagia saat ini tengah menyelimuti sivitas akademika Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pasalnya, Fakultas/Prodi Psikologi sukses meraih nilai akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), pada 15 Mei 2025, dengan SK: 6575/SK/BAN-PT/Ak/S/V/2025. Kenaikan status akreditasi unggul ini tentu suatu raihan yang luar biasa, yang semula statusnya hanya meraih […]

  • Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Tangerang) — Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi prosesi 12 tahunan Gotong Toapekong di Kota Tangerang. Ia juga mengucapkan selamat karena tradisi masyarakat Tionghoa ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. “Kami atas nama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, Pengurus Boen Tek […]

  • Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

    Prof. Usep Dedi Rostandi: Sang Penjaga Moderasi yang “Leuleus Jeujeur Liat Tali”

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    DALAM dunia akademik yang sering kali kompetitif, kehadiran Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA. membawa warna yang meneduhkan. Sosoknya bukan sekadar seorang Guru Besar dalam bidang Pendidikan Islam Indonesia di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melainkan personifikasi dari kearifan lokal Sunda yang bertemu dengan kedalaman ilmu agama. Dilihat jejak pengabdiannya, dari mulai ruang […]

  • Tips Sehat Merespon Ragam Komentar di Media Sosial

    Tips Sehat Merespon Ragam Komentar di Media Sosial

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tipe orang itu berbeda-beda. Tulisan status kita di media sosial akan dikomentari oleh ragam manusia yang berbeda-beda. Yang niatnya baik pun bisa direspon negatif oleh beragama orang itu. Menghadapi yang begitu, santai saja, gak perlu baper, anggaplah latihan mental untuk mendewasakan kita sendiri. Maka, diperlukan sikap yang bijak untuk meresponnya agar medsosannya […]

expand_less