Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » 3M: Maung, Milan, dan Madrid

3M: Maung, Milan, dan Madrid

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — 3M. Selain Maung (Bandung) dan Milan, Madrid adalah klub sepak bola yang saya suka. Dan salah satu pemain Los Blancos yang kerap menarik perhatian saya adalah Luca Modric. Ia berperan sebagai gelandang, tapi melampaui sekadar gelandang, Modric dalam penilaian saya adalah arsitek di lapangan yang berpikir.

Sejak kedatangannya dari Tottenham Hotspur pada 2012, dengan keraguan yang menyertainya, bahkan sempat disebut sebagai “pembelian terburuk ” oleh sebagian media Spanyol. Pelan tapi pasti, Modric menjelma menjadi nyawa di lini tengah Madrid. Tiga belas tahun bersama Los Blancos, pria kurus dari Kroasia itu menjahit sejarah dengan kerja keras, keanggunan, dan ketulusan.

Tak terhitung jumlah pertandingan di mana Modric menjadi poros perubahan. Bersama Madrid, Modric mempersembahkan lebih dari sekadar trofi: lima Liga Champions, tiga La Liga, empat Piala Dunia Antarklub, dan sederet penghargaan lainnya. Ia juga mendapat penghargaan Ballon d’Or 2018, satu-satunya pemain dalam satu dekade yang berhasil memecah dominasi Messi dan Ronaldo. Saya kira, warisan Modrić melampaui itu. Ia adalah jembatan dari generasi emas ke generasi baru. Ia bermain bersama Ronaldo dan Benzema, lalu bersama Bellingham dan Valverde.

Bersama Toni Kroos dan Casemiro, ia membentuk salah satu trio lini tengah terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Mereka bukan sekadar pemain hebat tapi adalah simfoni yang bergerak dalam tiga nada. Casemiro sebagai tembok baja yang mematahkan tiap serangan lawan, Kroos sebagai mesin akurasi yang mengalirkan bola dari kedalaman, dan Modric adalah napas dan imajinasi dari ketiganya. Dialah yang menghubungkan, menjahit ruang, dan menyulam ritme. Mereka saling melengkapi: kekuatan, kecerdasan, dan keindahan.

“Luka is a magician,” ujar Zinedine Zidane, pelatih yang pernah memolesnya menjadi lebih dari sekadar gelandang. “Ia melihat permainan dua detik lebih cepat dari semua orang di lapangan,” begitu Zidane menambahkan. Sementara menurut Carlo Ancelotti, dalam salah satu wawancara pasca laga Liga Champions, menyebutnya “simfoni dalam bentuk manusia.”

Memang begitulah cara Modric bermain: tidak mencolok, tapi nyaris sempurna. Lewat satu sentuhan luar kaki, ia bisa memecah pertahanan lawan paling rapat. Lewat satu pergerakan kecil, ia membuka ruang untuk gelombang serangan. Dalam sepak bola yang makin didominasi fisik dan kecepatan, Modrić adalah pengingat bahwa kepala dan kaki harus tetap jenius.

Di akhir pertandingan melawan Real Sociedad, dengan skor kemenagan 2-0, Modric pamit. Tampak ada kesedihan di raut wajahnya. Saya kira, Madrid tidak hanya kehilangan pemain, tapi juga kehilangan ruh dari gaya bermain yang memadukan rasa dan estetika. Terasa ada ruang kosong yang tidak bisa segera diisi. Santiago Bernabéu tidak hanya kehilangan seorang pemain, tapi juga kehilangan detak lembut yang selama ini menjaga ritme permainan.

Legenda hidup seperti Modric tak pernah benar-benar pergi. Ia akan hidup abadi dalam setiap tepuk tangan yang mengiringi assist menawan, dalam setiap remaja yang belajar bagaimana memberi umpan dengan mata, bukan hanya dengan kaki. Ia akan tetap tinggal dalam ingatan, dalam arsip permainan, dalam setiap benak anak-anak muda yang akan tumbuh menirukan umpan trivela-nya, dan dalam bisikan pelatih yang berkata, “Mainlah seperti Luka.”[]

Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Semangat Kelas Menulis Melahirkan 4 Jurnal

    Dari Semangat Kelas Menulis Melahirkan 4 Jurnal

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Wahyudin Darmalaksana, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung SPI-BANDUNG Kelas Menulis adalah sebuah unit di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelas Menulis berdiri secara resmi tanggal 26 Mei 2020 berdasarkan Surat Keputusan Dekan. Pendirian Kelas Menulis mendapat inspirasi dari keberadaan Writing Center yang menjamur di berbagai pendidikan tinggi dunia. Ia […]

  • Top Buat Kelas Menulis, 500 Artikel Mahasiswa UIN Bandung Tembus Jurnal Ilmiah

    Top Buat Kelas Menulis, 500 Artikel Mahasiswa UIN Bandung Tembus Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Publikasi ilmiah mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung tembus 500 artikel. Artikel-artikel itu tersebar di berbagai jurnal ilmiah. Semua itu berkat kerja keras seluruh sivitas dalam pendampingan berbagai kegiatan. Seperti Tugas Akhir (TA), Praktik Kerja Lapangan (PKL), Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Kuliah Kerja Nyata (KKN), tugas matakuliah, dan lain-lain. Sebagian artikel merupakan […]

  • Kelas Menulis UIN Bandung Gagas Kemah Penulisan Artikel Ilmiah 2022

    Kelas Menulis UIN Bandung Gagas Kemah Penulisan Artikel Ilmiah 2022

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Dilandasi pemikiran akan pentingnya publikasi ilmiah, para akademisi memandang perlu diselenggarakan kemah Nasional penulisan artikel ilmiah. Gagasan ini muncul di dalam acara Academic Writing Class. Academic Writing Class diselenggarakan oleh Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkerjasama dengan Sentra Publikasi Ilmiah. Acara dilaksanakan secara daring pada tanggal 10-12 Mei 2022. Selanjutnya, […]

  • Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dengan mengenakan jaket kuning Universitas Indonesia (UI) mengatakan, “Selain belajar, haus dan terus dahaga terhadap ilmu, mahasiswa juga harus menjadi penjaga moral bangsa ini. Mahasiswa harus bisa bergerak dan gerakannya harus berdampak. Mahasiswa harus mau turun mendengarkan apa yang menjadi keseharian dan kegelisahan orang banyak.” Sebagai kakak […]

  • Suksesi Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    Suksesi Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIDAK ADA TAHAP PEMILIHAN DI TINGKAT SENAT Kanal31.com- JULI 2023 dipastikan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung memiliki Rektor Baru. Kepemimpinan Prof Mahmud sebagai Rektor UIN Bandung periode kedua 2019-2023 berkahir sudah. Lau siapa yang bakal menduduki jabatan Rektor UIN periode 2023-2027? Menjawab pertanyaan tersebut agak sulit, sebab sistem pemilihan Rektor untuk periode […]

  • Sukses, Prof Mahmud Diperpanjang sebagai Rektor

    Sukses, Prof Mahmud Diperpanjang sebagai Rektor

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM – Prof. Dr. Mahmud, M.Si secara resmi masih menjabat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung. Kepastian tersebut diperoleh setelah Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan surat keputusan memperpanjang masa jabatan Prof. Mahmud hingga waktu yang tidak ditentukan. Dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Agama RI bernomor 079602/B.II/3/2023 yang ditandatangani langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di […]

expand_less