Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Guru Besar Pelita Peradaban yang Menerangi Arah Bangsa

Guru Besar Pelita Peradaban yang Menerangi Arah Bangsa

  • account_circle A. Rusdina Guru Besar UIN Bandung
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Di tengah dinamika global yang terus berubah, termasuk konflik sosial dan ketegangan geopolitik, peran pendidikan tinggi menjadi semakin strategis. Pengukuhan Guru Besar tidak lagi dapat dimaknai sebagai seremoni akademik semata, tetapi sebagai momentum penguatan peran kampus dalam membangun peradaban.

Namun, tantangan muncul ketika gelar akademik belum sepenuhnya bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berdampak. Karena itu, penting dikaji makna manajemen pendidikan dari pengukuhan Guru Besar, langkah strategis penguatannya, serta pesan moralnya bagi generasi emas 2045. Mari kita elaborasi satu persatu:

Pertama, Makna Manajemen Pendidikan dari Pengukuhan Guru Besar.

Dalam perspektif manajemen pendidikan, pengukuhan Guru Besar mengandung makna penguatan kepemimpinan intelektual dalam sistem perguruan tinggi. Guru Besar bukan hanya capaian individu, tetapi aset institusi yang berfungsi sebagai pengarah visi akademik dan penjaga mutu keilmuan. Ia berperan dalam membangun budaya akademik yang dialogis, kritis, dan beradab.

Pengukuhan Guru Besar merupakan bentuk legitimasi terhadap kapasitas keilmuan yang diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat. Kampus tidak lagi cukup menjadi pusat transfer ilmu, tetapi harus menjadi pusat solusi. Dalam konteks ini, Guru Besar menjadi motor transformasi dari kampus ke arah peradaban, sebagaimana diharapkan dalam pembangunan berbasis manusia dan nilai.

Kedua, Langkah Strategis agar Guru Besar Menjadi Pilar Peradaban.

Agar eksistensi Guru Besar tidak berhenti pada simbol akademik, diperlukan langkah strategis yang konkret dan berkelanjutan. Pertama, mendorong hilirisasi ilmu, yaitu mengubah hasil riset menjadi kebijakan dan aksi nyata yang dirasakan masyarakat. Kedua, memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, sehingga ilmu tidak terpisah dari realitas.

Ketiga, mengarusutamakan moderasi dan harmoni sosial sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan.

Guru Besar harus hadir sebagai penyampai narasi yang menyejukkan dan mencerahkan di tengah perbedaan. Keempat, menjaga integritas akademik dan keteladanan moral, karena kekuatan ilmu akan kehilangan makna jika tidak disertai dengan nilai. Dengan langkah ini, Guru Besar tidak hanya menjadi penghasil ilmu, tetapi juga penjaga arah peradaban bangsa. Ketiga: Pesan Moral bagi Generasi Emas 2045.

Singkatnya, Pengukuhan Guru Besar menyampaikan pesan moral yang sangat penting bagi generasi muda. Pertama, bahwa ilmu harus berjalan seiring dengan adab. Keunggulan intelektual tanpa karakter akan kehilangan arah. Kedua, bahwa proses belajar adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesungguhan, konsistensi, dan ketekunan. Ketiga, bahwa tujuan utama ilmu adalah pengabdian. Generasi emas tidak cukup hanya cerdas, tetapi harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Keempat, bahwa pentingnya membangun hubungan sosial yang sehat melalui dialog, empati, dan saling menghargai. Pesan ini sejalan dengan nilai pendidikan karakter yang menempatkan manusia tidak hanya sebagai makhluk berpikir, tetapi juga makhluk sosial yang beradab. Inilah fondasi menuju Indonesia Emas 2045 yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga unggul dalam kemanusiaan.

Pengukuhan Guru Besar sejatinya adalah titik awal pengabdian yang lebih luas, bukan akhir dari perjalanan akademik. Ia harus menjadi pelita yang menerangi jalan, bukan hanya bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa. Jika sinergi antara ilmu, nilai, dan aksi nyata dapat diwujudkan, maka perguruan tinggi akan benar-benar menjadi pusat peradaban. Dari sinilah harapan lahir: Indonesia yang maju, damai, dan berkeadaban. Wallahu A’lam.

  • Penulis: A. Rusdina Guru Besar UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 103 Mahasiswa Lulus Sidang Munaqosah, 48 Pilih Skema Artikel Jurnal

    Sebanyak 103 Mahasiswa Lulus Sidang Munaqosah, 48 Pilih Skema Artikel Jurnal

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Di awal tahun 2025, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil meluluskan 103 mahasiswa pada Sidang Munaqosah yang digelar pada 20 Februari 2025. Sebanyak 48 di antaranya merampungkan tugas akhir dengan skema artikel jurnal, terdiri dari mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) 17 dan Sastra Inggris (SI) 31. […]

  • Peneliti BRIN: Indonesia Butuh Database Kuat Terkait Agama dan Kepercayaan

    Peneliti BRIN: Indonesia Butuh Database Kuat Terkait Agama dan Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SIP-JAKARTA Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan, Sosial, dan Humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Najib Burhani menyayangkan, bahwa data-data yang dimiliki 6 agama di Indonesia memiliki informasi yang tidak lengkap. Hal ini menjadi salah satu sebab munculnya prejudice stereotype, stigma tentang berbagai hal di luar enam agama di Indonesia. “Awal saya membuat proposal, kita […]

  • Gaji Turun Setelah Jadi PPPK

    Gaji Turun Setelah Jadi PPPK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA Kanal31.com — Seorang follower saya, namanya Rosid. Asal Purwakarta, Jawa Barat. Ia beberapa kirim pesan di kolom komentar, mengeluh gaji turun setelah diangkat menjadi pegawai PPPK. Berikut keluhan beliau yang saya coba narasikan gaya Koptagul, wak! Ini bukan dongeng. Ini bukan fabel. Ini kisah nyata dari kolom komentar, berulang kali muncul seperti iklan pinjol yang […]

  • Estafet Kepemimpinan HMJ Akuntansi Syariah Perkuat Komitmen Pengabdian dan Kolaborasi

    Estafet Kepemimpinan HMJ Akuntansi Syariah Perkuat Komitmen Pengabdian dan Kolaborasi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Regenerasi kepemimpinan menjadi momentum penting bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Melalui prosesi pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Aula FEBI Kampus II, Jumat (3/7/2026), Andri Suwendi resmi dilantik sebagai Ketua Umum HMJ Akuntansi Syariah Periode 2026–2027 menggantikan […]

  • Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil Jadi Fokus Dewan Syariah Nasional MUI Jabar

    Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil Jadi Fokus Dewan Syariah Nasional MUI Jabar

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM BANDUNG — Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Perwakilan Jawa Barat menggelar Workshop Penguatan Literasi Fikih Zakat untuk Amil bertajuk “Recharging Literasi Fikih Zakat untuk Amil yang Inovatif” selama 2 hari di Hotel Shakti Gedebage Bandung dari tanggal 19-20 November 2024 Sebanyak 114 peserta mengikuti Workshop ini dengan menghadirkan narasumber: Anang Jauharuddin, Ketua […]

  • Pesan Rektor UPI : Jadilah Speed Learner

    Pesan Rektor UPI : Jadilah Speed Learner

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Rektor Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. berpesan agar pegawai di lingkungan UPI harus menjadi SDM yang speed learner dan lifelong learner. Hal itu disampaikan selepas Rektor mengambil sumpah 324 Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tetap UPI pada Senin (19/09/2022) di Gedung BPU Achmad Sanusi. Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya, penting agar pegawai sebagai SDM UPI mampu […]

expand_less