Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » INSPIRASI » Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 3 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA kanal31.com — Banjir besar yang melanda Aceh beberapa hari terakhir bukan hanya menenggelamkan rumah dan memutus jalur transportasi. Musibah ini hampir mengubur asa anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di ajang nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025.

Namun di tengah nestapa, tekad mereka justru makin menguat bahkan menorehkan prestasi gemilang. Sebutlah Khaidar Munarzi, siswa kelas 2 SMP IT Muhammadiyah Bireuen dan M Al-Walid dari SMAN 1 Kuta Makmur, Aceh Utara. Keduanya meraih juara 1 Olimpiade PAI 2025. Khaidar merebut juara lomba pidato tingkat SMP, sementara Alwalid juara pidato jenjang SMA.

Kabar gembira itu diumumkan pada penutupan Grand Final PAI Fair 2025, di Jakarta, Selasa (2/12/2025). Acara ini ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.

Olimpiade PAI berlangsung sejak 30 November 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utar. Ajang kompetisi ini dibuka Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i. Di ajang tersebut, kontingen Aceh berhasil meraih satu juara 2 dan juara 1 di empat kategori lomba, termasuk Khaidar dan Al-Walid.

Khaidar berasal di Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Sebelum hujan lebat karena siklon senyar menyiram Aceh, Khaidar pulang ke rumah, mempersiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta.

Rumah kayu dua lantai tempat ia tinggal miring dihantam air. Saat banjir menerjang, ketinggian air bahkan mencapai lehernya. Khaidar dan keluarganya terpaksa mengungsi ketika situasi sudah sunyi dan tak ada lagi tetangga yang bertahan di sekitar mereka.

“Biasanya kalau hujan sangat lebatpun hanya sedikit air tergenang di halaman rumah. Tapi kali ini berbeda. Air sudah sampai di lantai 2 rumah kami,” ujar Khaidar sedih.

Semangatnya sempat patah kala air bah mematahkan jembatan Kuta Blang dan beberapa jembatan lain sepanjang aliran Krueng (sungai) Peusangan juga ambruk. Jalan menuju Banda Aceh terputus.

Namun ia tidak menyerah. Demi mengharumkan nama Aceh di ajang nasional, Minggu, 30 November, Khaidar dan ibunya menyeberangi Krueng Tingkeum menggunakan perahu yang disediakan masyarakat sekitar.

“Walau takut karena air sungai deras, saya dan ibu tetap menyeberang. Bayar 5 ribu per orang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh,” cerita Khaidar.

Tiba di Banda Aceh, paginya Khaidar menuju Jakarta menggunakan maskapai Batik Air. Ini menjadi perjalanan pertamanya ke Jakarta. Sesampainya di Hotel Mercure Ancol pada Senin sore, hanya dua jam setelah check-in, ia langsung tampil di panggung perlombaan. Tanpa keluhan, tanpa istirahat cukup.

“Saya senang ada di Jakarta, saya sangat bahagia akhirnya bisa mengikuti ajang nasional untuk mewakili Aceh,” ucapnya dengan mata berbinar.

Kisah serupa juga dialami Al-Walid. Seperti Khaidar, ia pun harus menyeberangi sungai dan menembus jalur darat yang terputus akibat banjir. Tiket pesawat mereka pada 30 November hangus karena tak bisa keluar dari daerah terdampak. Namun keduanya tetap tiba di Jakarta dan bergabung dengan peserta lain dari Aceh.

Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh, Aida Rina, mengatakan, kondisi peserta sangat memprihatinkan akibat bencana yang meluas di berbagai daerah. Dari 15 finalis Aceh, 11 peserta berhasil tiba di Jakarta, dua peserta mengikuti lomba secara daring, satu peserta tertahan di perjalanan menuju Medan dan satu peserta masih hilang kontak akibat bencana.

Di antara peserta daring itu, ada Ayrakanz, finalis cover lagu asal Langsa. Rumahnya terendam, akses ke Banda Aceh maupun ke Medan putus. Ia mengikuti lomba melalui Zoom sambil menangis, namun panitia dengan penuh empati terus membantunya.

Begitu pula Safwina Tinambunan dari Aceh Singkil. Ia telah melakukan perjalanan sejauh lima jam menuju Banda Aceh, tetapi terpaksa kembali karena banjir di Aceh Selatan. Ia tetap ikut lomba secara online meskipun tiket keberangkatan dan kepulangannya hangus.

Sementara Niswatul Husna, finalis MTQ asal Aceh Timur, sempat hilang kontak selama dua hari. Ia akhirnya mengabarkan telah tiba di Medan, namun sudah tidak memungkinkan lagi melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Kata Aida Rina, yang paling mengkhawatirkan adalah Baihaqi, finalis Olimpiade PAI asal Bireuen, hingga kini belum dapat dihubungi karena rumahnya terdampak parah.

“Ada satu peserta lagi bernama Intan Mataul Hayati, meski keluarganya tak dapat dihubungi akibat jaringan terputus, dia tetap berangkat ke Jakarta, karena kebetulan ia tengah menjalani kuliah UT di Banda Aceh,” terang Aida.

Menurut Aida Rina, ajang PAI Fair tahun ini menghadirkan cerita tentang keberanian, ketabahan, dan kecintaan pada pendidikan. Anak-anak Aceh hadir bukan hanya untuk membawa prestasi, tetapi juga membawa harapan.

“Ketika kampung halaman mereka masih bergumul dengan air bah, Khaidar dan kawan-kawan berdiri gagah di panggung nasional. Mereka ingin menunjukkan bahwa Aceh kuat, Aceh mampu dan Aceh tak pernah menyerah,” kata Aida.

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    Inilah Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TARUNA, KANAL31.COM — Rajab adalah bulan Allah, menurut Hadist Nabi Muhammad SAW, amalan puasa yang dikerjakan pada bulan ini memiliki keutamaan. Barang siapa berpuasa satu hari karena iman dan ikhlas, akan mendapat keridhaan Allah yang terbesar. Jika berpuasa dua hari, maka diperolehnya kemuliaan disisi Allah SWT. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Taman Pengajian Al-Qur’an Darunnajah […]

  • Si Bengal, Profesor Muda Alumni AF

    Si Bengal, Profesor Muda Alumni AF

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Penulis mulai mengenalnya saat duduk di semester 3 dan dia Prof. DR Bambang Q Anees M.Ag adalah mahasiswa baru jurusan Aqidah dan Filsafat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung. Masa-masa orientasi mahasiswa baru kala itu tahun 1993, BQ (panggilan akrab Bambang Q Anees mulai menampakan karakter berbeda dengan mahasiswa baru lainnya. […]

  • Cara Jitu Prodi Akuntansi Syariah Raih Sukses menuju Dunia Wirausaha

    Cara Jitu Prodi Akuntansi Syariah Raih Sukses menuju Dunia Wirausaha

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Tugas Akhir: Business Plan X Sigma di Aula FEBI, Kamis (9/10/2025). Dengan menghadirkan narasumber Eva Fauziah Ahmad, S.E., M.Ak., dosen Universitas Majalengka, yang membawakan materi bertajuk “Pitch […]

  • Bandung Jadi Tuan Rumah Sukses Munas V HMJ Manajemen Keuangan Syariah se-Indonesia

    Bandung Jadi Tuan Rumah Sukses Munas V HMJ Manajemen Keuangan Syariah se-Indonesia

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31. com -– Kota yang lekat dengan sejarah perjuangan bangsa dan lahirnya gagasan-gagasan besar kembali menjadi saksi peristiwa penting. Kali ini, bukan para tokoh kemerdekaan yang berhimpun, melainkan generasi baru. Mahasiswa dari berbagai penjuru negeri yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Keuangan Syariah (MKS) se-Indonesia.   […]

  • Gagal Daftar P3K, Nasib HK2 UIN SGD Semakin Suram?

    Gagal Daftar P3K, Nasib HK2 UIN SGD Semakin Suram?

    • calendar_month Sen, 16 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung membutuhkan seorang Rektor (pemimpin) yang peka terhadap berbagai persoalan yang menimpa masyarakat kampus. Salah satunya nasib yang menimpa tenaga Honorer Kategori 2 (HK2) yang semakin burem, setelah gagalnya mendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(P3K). Seperti diketahui, HK2 UIN Bandung menurut daftar nominasi yang diterbitkan Kemenag RI, berjumlah 31 […]

  • Menag Datangi KPK Jelaskan Kunker ke Sulsel, Tekad Jadi Contoh Pemberantasan Korupsi

    Menag Datangi KPK Jelaskan Kunker ke Sulsel, Tekad Jadi Contoh Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Menag untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan pesawat khusus saat berkunjung ke Sulawesi Selatan pada 15 Februari 2026 untuk meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar. Menag di awal menjelaskan bahwa sudah beberapa kali datang ke KPK. Menag bahkan […]

expand_less