Breaking News:
Beranda » INSPIRASI » Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Banjir besar yang melanda Aceh beberapa hari terakhir bukan hanya menenggelamkan rumah dan memutus jalur transportasi. Musibah ini hampir mengubur asa anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di ajang nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025.

Namun di tengah nestapa, tekad mereka justru makin menguat bahkan menorehkan prestasi gemilang. Sebutlah Khaidar Munarzi, siswa kelas 2 SMP IT Muhammadiyah Bireuen dan M Al-Walid dari SMAN 1 Kuta Makmur, Aceh Utara. Keduanya meraih juara 1 Olimpiade PAI 2025. Khaidar merebut juara lomba pidato tingkat SMP, sementara Alwalid juara pidato jenjang SMA.

Kabar gembira itu diumumkan pada penutupan Grand Final PAI Fair 2025, di Jakarta, Selasa (2/12/2025). Acara ini ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.

Olimpiade PAI berlangsung sejak 30 November 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utar. Ajang kompetisi ini dibuka Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i. Di ajang tersebut, kontingen Aceh berhasil meraih satu juara 2 dan juara 1 di empat kategori lomba, termasuk Khaidar dan Al-Walid.

Khaidar berasal di Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Sebelum hujan lebat karena siklon senyar menyiram Aceh, Khaidar pulang ke rumah, mempersiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta.

Rumah kayu dua lantai tempat ia tinggal miring dihantam air. Saat banjir menerjang, ketinggian air bahkan mencapai lehernya. Khaidar dan keluarganya terpaksa mengungsi ketika situasi sudah sunyi dan tak ada lagi tetangga yang bertahan di sekitar mereka.

“Biasanya kalau hujan sangat lebatpun hanya sedikit air tergenang di halaman rumah. Tapi kali ini berbeda. Air sudah sampai di lantai 2 rumah kami,” ujar Khaidar sedih.

Semangatnya sempat patah kala air bah mematahkan jembatan Kuta Blang dan beberapa jembatan lain sepanjang aliran Krueng (sungai) Peusangan juga ambruk. Jalan menuju Banda Aceh terputus.

Namun ia tidak menyerah. Demi mengharumkan nama Aceh di ajang nasional, Minggu, 30 November, Khaidar dan ibunya menyeberangi Krueng Tingkeum menggunakan perahu yang disediakan masyarakat sekitar.

“Walau takut karena air sungai deras, saya dan ibu tetap menyeberang. Bayar 5 ribu per orang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh,” cerita Khaidar.

Tiba di Banda Aceh, paginya Khaidar menuju Jakarta menggunakan maskapai Batik Air. Ini menjadi perjalanan pertamanya ke Jakarta. Sesampainya di Hotel Mercure Ancol pada Senin sore, hanya dua jam setelah check-in, ia langsung tampil di panggung perlombaan. Tanpa keluhan, tanpa istirahat cukup.

“Saya senang ada di Jakarta, saya sangat bahagia akhirnya bisa mengikuti ajang nasional untuk mewakili Aceh,” ucapnya dengan mata berbinar.

Kisah serupa juga dialami Al-Walid. Seperti Khaidar, ia pun harus menyeberangi sungai dan menembus jalur darat yang terputus akibat banjir. Tiket pesawat mereka pada 30 November hangus karena tak bisa keluar dari daerah terdampak. Namun keduanya tetap tiba di Jakarta dan bergabung dengan peserta lain dari Aceh.

Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh, Aida Rina, mengatakan, kondisi peserta sangat memprihatinkan akibat bencana yang meluas di berbagai daerah. Dari 15 finalis Aceh, 11 peserta berhasil tiba di Jakarta, dua peserta mengikuti lomba secara daring, satu peserta tertahan di perjalanan menuju Medan dan satu peserta masih hilang kontak akibat bencana.

Di antara peserta daring itu, ada Ayrakanz, finalis cover lagu asal Langsa. Rumahnya terendam, akses ke Banda Aceh maupun ke Medan putus. Ia mengikuti lomba melalui Zoom sambil menangis, namun panitia dengan penuh empati terus membantunya.

Begitu pula Safwina Tinambunan dari Aceh Singkil. Ia telah melakukan perjalanan sejauh lima jam menuju Banda Aceh, tetapi terpaksa kembali karena banjir di Aceh Selatan. Ia tetap ikut lomba secara online meskipun tiket keberangkatan dan kepulangannya hangus.

Sementara Niswatul Husna, finalis MTQ asal Aceh Timur, sempat hilang kontak selama dua hari. Ia akhirnya mengabarkan telah tiba di Medan, namun sudah tidak memungkinkan lagi melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Kata Aida Rina, yang paling mengkhawatirkan adalah Baihaqi, finalis Olimpiade PAI asal Bireuen, hingga kini belum dapat dihubungi karena rumahnya terdampak parah.

“Ada satu peserta lagi bernama Intan Mataul Hayati, meski keluarganya tak dapat dihubungi akibat jaringan terputus, dia tetap berangkat ke Jakarta, karena kebetulan ia tengah menjalani kuliah UT di Banda Aceh,” terang Aida.

Menurut Aida Rina, ajang PAI Fair tahun ini menghadirkan cerita tentang keberanian, ketabahan, dan kecintaan pada pendidikan. Anak-anak Aceh hadir bukan hanya untuk membawa prestasi, tetapi juga membawa harapan.

“Ketika kampung halaman mereka masih bergumul dengan air bah, Khaidar dan kawan-kawan berdiri gagah di panggung nasional. Mereka ingin menunjukkan bahwa Aceh kuat, Aceh mampu dan Aceh tak pernah menyerah,” kata Aida.

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Tak Perlu Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid

    Umat Tak Perlu Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid Berdaya Berdampak (BMM Madada) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol). Hal itu dilakukan pada acara Madada Festival yang digelar Subdit Kemasjidan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI. […]

  • Inilah Pengabdian Ala UIN Bandung “Smart Village” di Garut

    Inilah Pengabdian Ala UIN Bandung “Smart Village” di Garut

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-GARUT. Mengabdi kepada masyarakat bagi perguruan tinggi adalah sebuah keniscayaan, dalam rangka mengimplementasikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat. Diperlukan sinergi bersama antara perguruan tinggi dan pemerintahan desa untuk mengurangi ketimpangan angka kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan. Kerjasama dengan perguruan tinggi mampu mendorong untuk mewujudkan pemerataan akses teknologi guna meningkatkan kualitas […]

  • Sambut Masa Depan: 7.503 Maba UIN Bandung Diingatkan Luruskan Niat dan Lulus Tepat Waktu

    Sambut Masa Depan: 7.503 Maba UIN Bandung Diingatkan Luruskan Niat dan Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (25/08/2026).  Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi 7.503 mahasiswa baru (maba) dari sembilan fakultas untuk memulai perjalanan akademis mereka. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum PBAK tahun ini mengusung tema besar: “Merawat harmoni, […]

  • BUKBER MN KAHMI: Ajang Mempererat Silaturahmi Keluarga Besar Alumni HMI

    BUKBER MN KAHMI: Ajang Mempererat Silaturahmi Keluarga Besar Alumni HMI

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat, Fauzan Ali Rasyid, ikut menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama MN KAHMI yang berlangsung di kediaman Rumah Dinas Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustofa, Jumat, (14/3/2025). Acara ini dihadiri oleh sejumlah alumni HMI, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal […]

  • Jadikan Peran Guru Sebagai Jalan Ibadah Menuju Surga

    Jadikan Peran Guru Sebagai Jalan Ibadah Menuju Surga

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Walikota Bandung, Erwin, mengajak para guru menjadikan profesinya sebagai jalan ibadah menuju surga. Seruan ini disampaikan saat membuka Workshop dan Seminar Pendidikan bertema “Memperkuat Peran Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan” di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung Erwin menyampaikan rasa hormat dan harunya terhadap […]

  • Prof. Dudang: FEBI UIN SGD Cetak Calon Pemimpin Kompeten Bidang Ekbis, Berkarakter, dan Berintegritas

    Prof. Dudang: FEBI UIN SGD Cetak Calon Pemimpin Kompeten Bidang Ekbis, Berkarakter, dan Berintegritas

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag mengucapkan selamat datang dan bergabung kepada mahasiswa baru di fakultas yang mendidik insan kompeten bidang ekonomi dan bisnis (ekbis), berkarakter, bermoral, dan berintegritas tinggi. Hal itu disampaikan Prof. Dudang saat membuka acara Pengenalan Budaya Akademik […]

expand_less