Rabu, 1 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Cahaya Kota dan Jiwa

Cahaya Kota dan Jiwa

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
  • comment 0 komentar

JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, kota berkilau seperti samudera cahaya yang mabuk akan dirinya sendiri. Lampu-lampu menari di langit malam, seolah ingin menyaingi bintang—padahal bintang telah lama menyingkir dari pandangan manusia yang tak lagi menengadah. Di bawah sorot neon dan kaca, segalanya tampak hidup, namun entah mengapa, jiwa terasa padam.

 

Aku menapaki jalan-jalan sibuk, diapit deru mesin, tawa hampa, dan bayang reklame yang menjajakan kebahagiaan. Namun semakin terang cahaya di luar, makin gelap relung di dalam dada. Aku mendengar gemuruh dunia, tapi tak lagi mendengar detak hatiku sendiri.

 

Pernah aku iri pada cahaya lampu—pada kilaunya yang tak pernah lelah. Namun aku sadar, di balik gemerlap itu, ia pun perlahan memudar, habis oleh terang yang diciptakannya sendiri. Sedang jiwa, meski redup, menyimpan nyala yang tak pernah padam, asal dijaga dari angin kesombongan dan kerakusan.

 

Keheningan memanggilku. Di sela bising kota, aku mencari celah untuk mendengar-Nya. Di antara langkah tergesa dan raungan mesin, aku belajar berzikir tanpa suara. Sungguh, cahaya sejati tak datang dari pancaran luar, melainkan dari pancaran nurani yang menyala di ruang paling sunyi dalam dada.

 

Namun sulit menjaga nyala itu. Setiap hari kota menawarkanku cermin, agar aku sibuk mencintai bayangan, bukan wajah sejati. Ia menggoda dengan kilau keberhasilan. Sedang suara dari langit dalam diriku berbisik: “Berjalanlah di jalan cahaya, tapi jangan tertipu oleh yang tampak bercahaya.”

 

Antara gemerlap dan sunyi, aku bergulat. Ada tarikan untuk tenggelam, ada panggilan untuk pulang. Dari retakan hati yang letih muncul seberkas cahaya lembut—tak menyilaukan, namun menuntun. Cahaya yang tak bermegah, tapi mengerti.

 

Kini aku tahu, berjalan di jalan cahaya bukan berarti menjauh dari dunia, melainkan menyalakan dunia dari dalam. Agar gemerlap lampu tak lagi memadamkan jiwa, melainkan menemukan cerminnya dalam kedamaian yang diam.

 

Aku pun menengadah—dengan hati berserah dan mata lembut basah: Ya Cahaya di atas segala cahaya, terangilah celah gelap di dadaku, nyalakan kembali api cinta di malam jiwaku, tuntunlah akhir perjalananku di jalan cahaya petunjuk-Mu.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Insentif Mudik Lebaran, Ingatkan THR Pekerja Segera Dibayar

    Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Insentif Mudik Lebaran, Ingatkan THR Pekerja Segera Dibayar

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi kebijakan insentif Lebaran 2025 untuk masyarakat yang diberikan Pemerintah. Ia juga mengingatkan perusahaan-perusahaan untuk segera membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerjanya.   “Banyaknya insentif dari Pemerintah yang dikeluarkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentunya sangat membantu masyarakat yang kebutuhannya pasti meningkat saat […]

  • Siapkan Generasi Qurani, FEBI UIN Bandung Gelar Praktikum Tilawah dan Tahfizh

    Siapkan Generasi Qurani, FEBI UIN Bandung Gelar Praktikum Tilawah dan Tahfizh

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag merasa bangga jika fakultasnya mampu melahirkan alumni yang paripurna; selain menjadi ilmuwan dan wirausahawan profesional, juga terampil membaca al-Qur’an, bisa menjadi Khotib, juga bisa ceramah. Hal itu disampaikan Prof. Dudang saat membuka acara Pembekalan Praktik […]

  • Awal Muharram 1447, Menapaki Waktu Asset Spiritual Menuju Akhirat

    Awal Muharram 1447, Menapaki Waktu Asset Spiritual Menuju Akhirat

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Awal Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan peringatan historis dan spiritual atas Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi juga simbol perubahan arah hidup, perjuangan menegakkan nilai tauhid, dan permulaan kalender umat Islam. Tahun baru Hijriyah menjadi momen penting untuk muhasabah, meninjau kembali perjalanan […]

  • Apakah DNA Bisa Membaca Tabir Takdir Manusia?

    Apakah DNA Bisa Membaca Tabir Takdir Manusia?

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — DNA (Deoxyribonucleic Acid) dipandang sebagai cetak biru biologis manusia dengan takdir hidup. DNA ini memengaruhi kecenderungan fisik, intelektual, dan emosional seseorang. Kemajuan ilmu genetika telah membawa manusia kepada pemahaman bahwa DNA memiliki peran penting. DNA dapat menentukan berbagai aspek potensi kecerdasan, risiko penyakit, hingga sifat kepribadian. Pertanyaan utama yang diajukan adalah sejauh mana […]

  • Lantik Rifqi Ali Mubarok, Perindo Targetkan Kuasai Jabar di Pemilu 2029

    Lantik Rifqi Ali Mubarok, Perindo Targetkan Kuasai Jabar di Pemilu 2029

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Partai Perindo menegaskan posisi Jawa Barat sebagai pusat strategis perjuangan politik menuju Pemilu 2029. Dengan jumlah pemilih mencapai 35,9 juta jiwa, provinsi ini dinilai bukan sekadar target elektoral, melainkan fondasi utama dalam membangun kekuatan politik nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam pelantikan Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang digelar di Bandung, Minggu […]

  • Mama Sempur (KH Tubagus Bakri), Simpul Jaringan Haramyn di Tatar Sunda

    Mama Sempur (KH Tubagus Bakri), Simpul Jaringan Haramyn di Tatar Sunda

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pagi ini, saat udara masih terasa dingin karena Tatar Pasundan telah diguyur hujan semalaman, mari kita menyeduh “kopi sejarah” sebentar, sembari memandangi kabut tipis yang menyelimuti ingatan tentang sebuah kampung bernama Sempur di Purwakarta. Di titik itulah, seorang tokoh bernama Mama Tubagus Bakri, atau yang lebih akrab kita sebut Mama Sempur, berdiri […]

expand_less