Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Baca, Buku, dan Rezeki

Baca, Buku, dan Rezeki

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Des 2024
  • comment 0 komentar

BANDUNG, KANAL31.COM — Sekarang saya cerita tentang buku-buku yang dibaca. Satu di antaranya yang menarik adalah buku berjudul “Islam Aktual” dan “Islam Alternatif” karya Kang Jalal. Buku dari penulis luar yang saya kagumi berjudul (terjemahan) “Islam dan Tantangan Zaman” karya Murtadha Muthahhari dan buku yang ditulis oleh Dr Ali Syariati berjudul “Islam Agama Protes”; yang menguraikan hakikat agama Islam sebagai pembawa perubahan di masyarakat dan menjelaskan filsafat sejarah masa depan. Kemudian buku “Minhajul Abidin” karya Abu Hamid Al-Ghazali dan “Bidayatul Mujtahid” karya Ibnu Rusyd, yang dibaca sampai dua kali khatam.

Dengan membaca buku-buku, saya merasakan ada tambahan ilmu dan pengetahuan keagamaan. Dalam lubuk hati, saya berniat untuk sekolah S2 dan S3 dalam rangka mandalami khazanah ilmu-ilmu agama Islam, khususnya tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. Dikarenakan tidak ada biaya sehingga saya mengurungkan niat. Saya hanya berdiam di rumah sambil membaca buku-buku peninggalan ayah saya. Sayangnya, buku-buku peninggalan ayah saya lebih bernuansa doktrin dan dari segi isi mengulang pelajaran di bangku kuliah.

Selanjutnya seorang tetangga di dekat rumah mengajak saya bergabung kerja dengan sebuah pesantren ternama di Bandung. Saya bekerja sebagai jurnalis kemudian redaktur majalah dan online. Dunia pesantren modern saya alami. Saya pernah dimarahi pejabat pesantren dan diberi pendidikan militer di kawasan Lembang Bandung.

Selain menikmati dunia jurnalis dan pesantren, ternyata Allah mempertemukan saya dengan kawan-kawan yang aktif dalam kajian filsafat dan tasawuf. Sesekali kala ada waktu saya ikut hadir. Maklum di pesantren tempat beraktivitas, kajian yang saya dapatkan hanya pengulangan dari materi kuliah dan pelajaran agama dari SD sampai SMA. Tidak ada hal baru atau yang menyegarkan dari segi pemikiran.

Selepas beres kerja dari pesantren, berhenti pula dalam kajian ilmiah. Maklum saat itu yang dipentingkan urusan mencari uang buat keluarga dan menjalani kehidupan rumah tangga. Dari pesantren kemudian pindah kerja pada penerbitan buku. Saya kerja sebagai editor untuk bidang buku agama dan umum. Dari dunia buku ini juga saya ternyata bertemu dengan aneka pemikiran.

Sembari menjalani aktivitas sebagai editor, sesekali membaca buku-buku karya Kang Jalal dan kadang menyempatkan datang ke UIN Bandung untuk berdiskusi dengan Prof Afif Muhammad (saya menyapanya Ustadz Afif) seorang guru besar pemikiran Islam. Saya biasanya konfirmasi kepadanya tentang kajian pemikiran keislaman yang sulit dicerna. Saat saya mengkaji mazhab Syiah, Ustadz Afif mewanti-wanti agar saya jangan sampai menjadi pengikut Syiah. Kalau perlu tidak bermazhab saja karena agama Islam tidak melihat mazhab seseorang, tetapi pada amal saleh. Itulah yang dinilai Allah dan Rasul-Nya. Dan saya pun mengiyakan.

Dari penerbitan, saya masuk dunia pendidikan. Saya belajar menjadi pengajar. Saya belajar tentang dunia Islam karena di sekolah tersebut saya diamanahi mengajar agama dan bahasa Indonesia. Alhamdulillah, pengetahuan bahasa Indonesia yang saya pelajari dalam dunia jurnalis dan penerbitan terpakai kembali di sekolah. Pengetahuan agama yang saya pelajari juga terpakai karena mengajar agama. Setelah dari dunia pendidikan; apakah saya akan berlabuh lagi? Entahlah, saya coba mengikuti alur gerak dari Ilahi saja.

Antara tahun 2013-2014, saya dihinggapi rasa bosan dalam menghadiri majelis ilmu atau kajian ilmiah. Sebabnya hampir setiap kajian yang dibahas tidak ada yang baru serta membosankan. Karena itu, saya mencukupkan (sementara) dengan membaca buku-buku yang ditulis oleh ulama atau ilmuwan Muslim maupun orientalis. Saat mengkhususkan diri dengan membaca buku-buku, yang membuat saya tersedot untuk terus membaca buku adalah tema biografi Nabi Muhammad saw (Sirah Nabawiyyah).

Inginnya membaca dari buku berbahasa Arab dan Inggris. Sayangnya kemampuan saya dalam kedua bahasa tersebut tidak sanggup mencerahkan saya. Maklum pelajaran bahasa Arab, Inggris, dan Belanda dari bangku kuliah hanya lewat begitu saja. Karena tidak ada tuntutan akademik, saya cukup baca terjemahan sambil sesekali melakukan cek pada buku yang berbahasa Arab dan Inggris. Saya membaca beberapa karya dari orientalis, ulama, dan cendekiawan. Membaca juga ulasan dari internet tentang buku biografi Rasulullah saw.

Pada tahun 2014, saya dapat kabar bahwa Pascasarjana UIN SGD Bandung membuka program studi Sejarah dan Peradaban Islam. Saya coba cari informasi dan bertemu dengan Sang Guru Dr. H. Ajid Thohir, M.Ag. Beliau ini ketua prodinya dan dahulu mengampu matakuliah sejarah peradaban Islam masa klasik. Saya coba tanya tentang beasiswa. Menurut Sang Guru bahwa daftar saja karena nanti rezekinya akan ada dengan sendiri. Setiap makhluk sudah ada rezeki dan setiap perbuatan baik, terutama dalam keilmuan Islam pasti ada rezekinya dari Allah. Dari kalimat itu saya terdorong. Saya ngobrol dengan istri dan seorang teman yang minat dalam kajian Islam. Istri pun mengizinkan dan teman saya memberikan saya uang untuk daftar kuliah. Saya pun ikut ujian dan dinyatakan lulus. Selanjutnya pada awal kuliah teman saya membayarkan uang semesteran. Karena saya kuliah maka kerja di sekolah pun harus dikurangi harinya. Tentu berdampak kurangnya pendapatan (uang) bulanan yang saya terima. Saya dan istri merasakan betapa susahnya mengatur uang untuk kebutuhan buku, kertas dan print out, bensin motor ke tempat kuliah, dan mengatur kebutuhan harian terkait makan, minum, dan anggaran rumah tangga.

Saat menjalani masa kuliah, saya coba mencari beasiswa pada Kementerian Agama. Memang ada kabar beasiswa. Saya pun melakukan pengajuan. Dalam pengumuman yang terpampang di papan Pascasarjana UIN Bandung, nama saya tidak tercantum. Seorang kawan mengatakan coba meminta bantuan pada lembaga atau ormas Islam. Saya sampaikan dahulu saat menyusun skripsi pun pernah dilakukan dan tidak satu pun yang membantu. Daripada minta pada manusia atau lembaga sulit diberinya, lebih baik minta kepada Allah dan Rasulullah Saw. Kemudian saya pun menitip doa dalam bentuk surat melalui orang-orang yang umrah agar dibacakan depan pintu makam Rasulullah Saw. Saya yakin Allah akan senantiasa membantu dan memudahkan jalan orang-orang yang mencari ilmu.

Alhamdulillah beres kuliah S2 sampai wisuda tahun 2016 meraih predikat cum laude dengan tesis berjudul Sirah Nabawiyah di Indonesia: Studi Historiografi karya Sejarah. Yang tidak mengerti dalam proses kuliah, begitu mudah menyelesaikan tugas dan menyusun tesis pun tidak sulit. Pencarian sumber terasa mudah dan cepat sesuai dengan waktu perkuliahan yang ditentukan pihak Pascasarjana UIN Bandung.

For your information… Meski sudah tingkat magister, tetap saja urusan rezeki keluarga belum ada perubahan. Saya berasumsi bahwa urusan rezeki harian keluarga dan kebutuhan personal tidak berhubungan dengan tingkat pendidikan. Saya percaya bahwa Allah yang menentukan rezeki. Manusia hanya menjalani kehidupan sesuai dengan alur hidup dari-Nya, termasuk dalam menyusun tulisan ini pun bagian dari alur hidup. ***

AHMAD SAHIDIN, Penulis Buku Tanda-tanda Kiamat Mendekat.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Perjuangan Calon PPPK, Ikuti Tes SKTT dalam Suasana Duka Kematian Suami

    Kisah Perjuangan Calon PPPK, Ikuti Tes SKTT dalam Suasana Duka Kematian Suami

    • calendar_month Sen, 30 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MAROS, KANAL31.COM –Ada banyak cerita perjuangan para calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kemenag. Salah satunya adalah Hasanah, calon peserta seleksi calon PPPK Maros, Provinsi Sulsel. Dia harus mengikuti Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) calon PPPK dalam suasana duka karena dari titik lokasi ujian mendengar kabar bahwa suami meninggal. Hasanah selama ini bekerja sebagai […]

  • Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

    Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Suweg (Morphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian. Tanaman ini pernah populer bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, khususnya pada era 60 – 70an. Namun sekarang, keberadaan suweg tidak banyak dikenal oleh generasi setelahnya. Dalam kajian akademis, literatur mengenai suweg juga belum banyak. Padahal, jika dibarengi dengan penelitian komprehensif, suweg berpotensi bersaing dengan umbi porang. […]

  • 5 Tips Wajib untuk Jemaah Haji yang Baru Tiba di Tanah Suci

    5 Tips Wajib untuk Jemaah Haji yang Baru Tiba di Tanah Suci

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    ARAB kanal31.com –bSudah dua pekan masa operasional haji berlangsung, masih kerap dijumpai jemaah yang kebingungan ketika tiba di Bandara Arab Saudi. Untuk mengatasi hal tersebut, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyampaikan sejumlah tips penting agar proses kedatangan berjalan lancar. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan jemaah: 1. Pastikan Paspor Selalu […]

  • 7 PTKIN Resmi Jadi Lembaga Pemeriksa Halal, UIN Bandung No 2

    7 PTKIN Resmi Jadi Lembaga Pemeriksa Halal, UIN Bandung No 2

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) resmi mendapat sertifikat akreditasi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari Kementerian Agama (Kemenag). Peresmian LPH baru ini menambah daftar LPH yang siap beroperasi di Indonesia menjadi berjumlah 30 LPH. “Alhamdulillah dalam satu tahun BPJPH telah menambah LPH. Semula hanya tiga lembaga, menjadi 30 LPH. Bahkan tujuh di antaranya […]

  • Puan Maharani: Semoga Danantara Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

    Puan Maharani: Semoga Danantara Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Peluncuran Danantara digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). “Selamat atas peluncuran Danantara yang dilakukan Pemerintah. Semoga bisa menggerakkan perekonomian nasional,” kata Puan. Peluncuran Danantara ini ditandai dengan dikeluarkannya aturan baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Danantara menjadi badan pengelola […]

  • Di Usia 56 Tahun, UIN SGD Harus Jadi Kiblat Peradaban Dunia

    Di Usia 56 Tahun, UIN SGD Harus Jadi Kiblat Peradaban Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Tasyakur Dies Natalis ke-56 dan Halalbihalal di Aula Anwar Musaddad, Selasa (23/4/2024). Dalam kegiatan ini Rektor Prof. Rosihon Anwar  mengundang para rektor sebelumnya, para penggagas IAIN/UIN Bandung, lembaga instansi pemerintah sekitar, perwakilan pemerintahan dan masyarakat sekitar, rekanan, serta para purnabakti. Dalam kesempatan itu, Rektor  mengucapkan apresiasi kepada […]

expand_less