Sabtu, 31 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » KLENIK » Ini Soal Kebertubuhan. Apa Maksudnya?

Ini Soal Kebertubuhan. Apa Maksudnya?

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
  • comment 0 komentar

 

Dr Radea Juli A Hambali, MHum, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

Dalam arus kehidupan normal sehari-hari, kita jarang menyoal, menyadari bahkan memikirkan keberadaan tubuh kita. Tangan. Kaki. Kepala. Mulut, dan bagian-bagian lainnya, seluruhnya seumpama bergerak secara mekanis. Baru ketika bagian tertentu tubuh kita sakit, kita mulai menyadari dan memberikan perhatian kepadanya.

Apa artinya memiliki tubuh? Bagi Merleau-Ponty, kebertubuhan, atau kesadaran akan tubuh merupakan pengalaman primer dan utama eksistensi manusia sebagai pengada bertubuh (embodied human existence). Dengan ini, ia menampik secara tegas keyakinan dualism Descartes yang menganggap kesadaran (cogito) manusia seperti roh murni (pure spirit) yang padat (compact) dan tak terbagi (indivisible). Bagi Ponty, akal budi dan rasionalitas tidaklah berada di atas pengalaman fisik atau sensorik, seolah tubuh hanyalah objek belaka.

Yes. Seturut Ponty, pengalaman kita atas dunia dibangun di atas hakikat kebertubuhan kita. Dengan kata lain, hakikat kebertubuhan adalah sebagai cara “berada-dalam-dunia”.

Fakta bahwa tubuh bukan sekadar objek belaka terlihat ketika ada bagian tubuh kita yang terganggu atau sakit. Dalam situasi itu, kita tidak mengatakan bahwa rasa sakit itu disebabkan oleh bagian tubuh tersebut melainkan bahwa rasa takit itu datang dari bagian tubuh tertentu. Peristiwa ini memperlihatkan secara jelas tentang tidak adanya pemisahan antara eksistensi saya dan kebertubuhan saya.

Melalui kebertubuhan inilah interaksi antar manusia terjadi. Dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa kita adalah tubuh kita. Kelalaian dalam menyadari tubuh sebagai pintu masuk ke dalam diri seorang manusia, bukan sebagai objek belaka, membuat keberadaannya yang khas dalam dunia menjadi terabaikan juga.

Kesadaran keberadaan tubuh ini pula yang menginsyafi saya. Dalam kemeriahan pesta 17 Agustus, saya ditantang untuk tiba-tiba menjadi bagian dari peristiwa tersebut. Kesadaran kebertubuhan menuntun saya untuk menyadari bahwa tingginya umur bukanlah pertanda keperkasaan, tingginya umur sejatinya adalah lutut yang goyah dan nafas yang tersenggal-senggal.[]

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    • calendar_month Kam, 7 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz. Ini disampaikan di acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Ushuluddin untuk pelaksanaan Wisuda ke-94 dan 95 UIN Bandung. Acara berlangsung di Aula Anwar Musaddad Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, (6/12/2023). Seluruh penerima anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz merupakan […]

  • Jadikan Peran Guru Sebagai Jalan Ibadah Menuju Surga

    Jadikan Peran Guru Sebagai Jalan Ibadah Menuju Surga

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Walikota Bandung, Erwin, mengajak para guru menjadikan profesinya sebagai jalan ibadah menuju surga. Seruan ini disampaikan saat membuka Workshop dan Seminar Pendidikan bertema “Memperkuat Peran Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan” di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung Erwin menyampaikan rasa hormat dan harunya terhadap […]

  • Hore! Kemenag Bekali Kewirausahaan bagi Calon Pegawai Purnabhakti

    Hore! Kemenag Bekali Kewirausahaan bagi Calon Pegawai Purnabhakti

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan Pembinaan Pegawai Purnabakti. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada pegawai yang akan purna tugas. Acara dilaksanakan tanggal 20-22 September 2022 di Bogor. Rohmat Mulyana Sapdi, selaku Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam dalam sambutannya menyampaikan untuk selalu bersyukur karena bisa sampai di penguhujung Batas Usia Pensiun (BUP) masih diberikan […]

  • Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Jangan bilang kalian tidak tahu MiChat. Terutama kalian para laki-laki hidung belang. Aplikasi MiChat ini terkenal mampu memberikan teman dengan sekejap. Hmm.. Kok bisa? Fitur-fitur yang ada di dalamnya berhasil menarik sebuah komunitas besar, terutama mereka yang bergerak di dunia malam. Masih penasaran? Jadi begini, yang membuat aplikasi ini menarik bagi saya adalah tidak […]

  • Stafsus Menag: Pesantren, Pusat Pendidikan Unggulan dengan Tantangan dan Harapan Baru

    Stafsus Menag: Pesantren, Pusat Pendidikan Unggulan dengan Tantangan dan Harapan Baru

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Pesantren, sebagai lembaga pendidikan yang telah melahirkan individu-individu luar biasa, semakin mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Hal demikian ditandaskan Staffsus Menteri Agama, M Nuruzzaman saat membuka Rapat Kordinasi Nasional Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) pada Senin, (13/5/2024). Dalam rapat yang dihadiri oleh para Kabid PD Pontren dari seluruh kantor wilayah […]

  • Jari dan Kebenaran

    Jari dan Kebenaran

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Ini zaman “post truth”, begitu para pemikir menyebutnya. Sebuah zaman ketika emosi lebih dipercaya ketimbang fakta. Kebenaran objektif dikesampingkan, ukuran benar dan salah disepelekan. Dalam lanskap ini, budaya “berbagi” (share) menemukan lahannya yang paling subur. Hanya dalam hitungan detik, sebuah informasi bisa tersebar luas, bukan karena ia benar, tapi karena ia menyentuh […]

expand_less