Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Belajar dari Nietzsche

Belajar dari Nietzsche

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
  • comment 0 komentar

“Jika ingin berjuang untuk kedamaian jiwa dan kebahagiaan, percayalah! Jika ingin menjadi pengikut kebenaran, bertanyalah!” (F. Nietzsche)

 

BANDUNG kanala31.com — Saya kira, pernyataan Nietzsche di atas bukanlah kalimat untuk memberi kepastian, tetapi mungkin dimaksudkan untuk mengguncang alas tempat kita berdiri.

 

Jika kita menilik, kalimat itu bukanlah kalimat perintah; ia lebih menyerupai bisikan yang mengandung luka dan ironi. Bahwa kedamaian dan kebenaran, dua hal yang sering kita anggap serupa, kadang lahir dari jalan yang berbeda, bersimpang bahkan saling berseberangan.

 

Mungkin saja, percaya adalah tindakan melipat dunia. Ia bisa melahirkan rasa tenteram karena tidak banyak bertanya dan menyoal banyak hal. Ia sejenis keikhlasan dan kerelaan untuk membiarkan malam tetap malam. Cahaya tetap menjadi cahaya, tanpa perlu sibuk bertungkus lumus membedah apa yang membuat keduanya ada. Boleh jadi, percaya adalah sebentuk cinta yang berserah.

 

Seorang yang ingin bahagia. Ingin damai. Tidak akan terlalu lama tinggal dalam kegelisahan pertanyaan —ia akan memilih mendekap, bukan merekonstruksi apalagi mendekonstruksi. Dalam percaya, ada ketenangan. Ada kelegaan. Dalam kelegaan, ada diam. Dan dalam diam, barangkali jiwa bisa istirahat tenang.

 

Tapi tampaknya, kebenaran tidak selalu datang dari sikap diam. Sesekali ia bisa datang dari kegelisahan melalui suara yang bertanya. Boleh jadi suara itu semacam bisikan. Di lain waktu, ia kadang menggema sebagai teriakan di batok kepala yang menuntut untuk diselesaikan. Bagi sebagian orang, bertanya adalah gangguan terhadap kenyamanan dan stabilitas —sebuah tindakan melukai dan merobek kedamaian demi kemungkinan melihat apa yang sesungguhnya tersembunyi.

 

Mungkin saja, kebenaran bukan untuk mereka yang ingin tenang. Ia untuk mereka yang siap dan “rela kehilangan arah”. Meragukan semua, bahkan menggugat dirinya sendiri. Dan dalam pertanyaan, tidak ada jaminan bahwa kebahagiaan akan hadir. Yang ada hanya kemungkinan: bahwa yang semula diyakini kukuh ternyata rapuh. Dan yang tak pernah terpikirkan justru benar.

 

Boleh jadi, pernyataan Nietzsche itu seumpama lorong bercabang: satu menuju taman, satu menuju jurang. Tapi mungkin, hidup bukan soal memilih satu jalan lalu melupakan jalan yang lain. Bagi saya, mungkin juga bagi yang lain, hidup adalah tentang tahu bahwa keduanya ada. Ada yang percaya, ada yang bertanya. Ada yang nyaman dalam diam, dan ada yang menggugat mempertanyakan.

 

Dan barangkali, itulah yang membuat hidup layak untuk dijalani. Allahu a’lam.

Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Wajah Indonesia

    Dua Wajah Indonesia

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut: menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu asing. Kita pandai tersenyum, menjaga perasaan, dan menolong sesama.   Tetapi ada yang ganjil. Kelembutan itu sering berhenti di pagar rumah dan lingkar kelompok sendiri. Begitu memasuki ruang publik, wajah kita berubah. Di jalan orang saling […]

  • Luar Biasa! Masjid Besar Al-Hidayah Bedugul Kembangkan Sentra UMKM dan Agrowisata Berbasis Ekonomi Umat

    Luar Biasa! Masjid Besar Al-Hidayah Bedugul Kembangkan Sentra UMKM dan Agrowisata Berbasis Ekonomi Umat

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bedugul) — Masjid Besar Al-Hidayah di Bedugul, Bali, kini menjadi pusat pengembangan ekonomi umat berbasis masjid. Beberapa usaha yang dikembangkan di antaranya adalah Sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Syariah Indonesia (BSI), homestay, gedung serbaguna, rest area, kafe kopi, serta agrowisata. Sentra UMKM ini bertujuan untuk memfasilitasi pemasaran produk-produk pelaku UMKM binaan […]

  • Implementasi MBKM 2022, UIN Bandung Buka 4 Program Literasi Mahasiswa

    Implementasi MBKM 2022, UIN Bandung Buka 4 Program Literasi Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 14 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuka peluang kerjasama seluas-luasnya dengan mitra strategis. Peluang kerjasama ini diarahkan dalam rangka implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr Wahyudin Darmalaksana MAg menjelaskan “kerjasama yang kami tawarkan berupa Program Literasi Mahasiswa (PLM) untuk sasaran penguatan kompetensi kemampuan keterampilan khusus dalam memenuhi Capaian […]

  • Guru dan Anggota DPR 

    Guru dan Anggota DPR 

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kalau cari kekayaan jangan jadi guru, jadi pedagang saja. Kalau cari kekayaan jangan jadi anggota DPR, jadi pengusaha saja!!   Jadi guru itu berdedikasi untuk mendidik masyarakat, jadi anggota DPR untuk berpolitik mewakili dan membawa suara rakyat. Keduanya pekerjaan mulia dan keduanya digaji, jangan khawatir, tapi mencari kekayaan jadi salah niat.   Dalam […]

  • Rahmatan Lil Alamin Pilar Integrasi Ilmu dan Agama ala UIN Bandung

    Rahmatan Lil Alamin Pilar Integrasi Ilmu dan Agama ala UIN Bandung

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (WMI) kembali menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian diskusi ilmiah dalam rangka memperkuat arah dan prinsip keilmuan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) lantai 2 Gedung Pascasarjana UIN Bandung. Forum yang mengangkat tema Paradigma Rahmatan Lil […]

  • Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

    Top! Terapkan Konsep Ekonomi Biru, UI Beri Pelatihan Literasi Keuangan bagi Nelayan Pesisir Kepulauan Seribu

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebagai negara maritim, Indonesia dapat memanfaatkan peningkatan kualitas ekonomi dengan menyerap konsep blue economy (ekonomi biru). Menurut Bank Dunia, ekonomi biru adalah pemanfaatan sumber daya laut yang berwawasan lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut. Ada berbagai sektor yang termasuk di dalamnya, seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi […]

expand_less