Breaking News:
Beranda » BEWARA » Prof. Dudang Minta Maba FEBI, Asah Nalar Kritis dan Jawab Tantangan Kesenjangan Ekonomi Umat

Prof. Dudang Minta Maba FEBI, Asah Nalar Kritis dan Jawab Tantangan Kesenjangan Ekonomi Umat

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com— Suasana penuh energi dan gemuruh sorak-sorai membahana saat digelar Penenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bandung, Kamis (27/08/2026). Mahasiswa dari setiap program studi menunjukkan semangat luar biasa ketika jumlah amunisi muda mereka diperkenalkan satu per satu di hadapan jajaran pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag menyampaikan pesan tegas bahwa menjadi mahasiswa merupakan pembuka masa keemasan kedua dalam siklus kehidupan manusia setelah masa kanak-kanak. Pada fase ini, nalar kritis dan keberanian berpikir harus dioptimalkan untuk menjawab berbagai persoalan besar, khususnya kesenjangan ekonomi yang masih membelenggu umat.

Ia menyoroti fase transisi kehidupan manusia. Masa keemasan pertama terjadi pada usia 0 hingga 5 tahun, saat anak-anak memiliki kebebasan bertanya secara kritis tanpa batasan. Namun, kebebasan itu kerap meredup selama masa sekolah formal karena siswa lebih banyak dituntut untuk menjadi pendengar.

“Saat masuk fase mahasiswa, Anda kembali menemukan masa keemasan itu. Di sini, Anda dituntut memaksimalkan nalar pikiran sebagai senjata utama. Jangan sampai langkah Anda di FEBI UIN Bandung kehilangan arah hanya karena tidak menentukan tujuan atau ‘oleh-oleh’ yang ingin dibawa pulang sejak awal,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa masa perkuliahan berjalan sangat cepat. Mahasiswa hari ini harus menyadari peran vitalnya sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus fasilitator aspirasi masyarakat.

Kehadiran FEBI, lanjut Prof. Dudang, tidak sekadar mengajarkan transaksi atau keuangan semata, tetapi juga membawa misi besar untuk menegakkan keadilan ekonomi dan menjawab tantangan kesenjangan sosial.

Saat ini, masyarakat mayoritas masih menghadapi ketimpangan akses terhadap ilmu pengetahuan dan sumber daya ekonomi. Ketimpangan ini membuat sebagian besar potensi ekonomi nasional belum terkelola secara merata.

Solusi Nyata demi Kemaslahatan Umat

Prof, Dudang berpesan kepada mahasiswa baru untuk menentukan target dan luaran (oleh-oleh) yang ingin dicapai sejak hari pertama melangkah di kampus, bukan saat menjelang kelulusan. Tidak lupa memaksimalkan nalar kritis, dengan memanfaatkan kebebasan akademik untuk mengasah pemikiran kritis dalam menyelesaikan masalah. Mahasiswa harus bertindak nyata sebagai penyambung lidah masyarakat dan agen perubahan sosial.

Menurut Prof. Dudang, ekonomi bukan sebatas mencari keuntungan, melainkan memperjuangkan keadilan distribusi sumber daya di tingkat nasional maupun global. Dengan potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah, mahasiswa FEBI dituntut untuk tidak hanya meratapi ketimpangan yang ada, tetapi hadir membawa solusi nyata demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Wakil Dekan 3 FEBI, Dr. H. Kadar Nurjaman, MM mengonfirmasi bahwa jumlah mahasiswa baru FEBI sebanyak 1.044. Mereka tersebar di enam program studi unggulan: Managemen 293, Manajemen Keuangan Syariah 270, Ekonomi Syariah 130, Akuntansi Syariah 135, Manajemen Industri Halal 128, dan Bisnis Digital 90.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tugas pokok dan fungsi jajaran dekanat (Wakil Dekan 1, 2, 3). Mahasiswa baru kemudian diajak mengenali lebih dekat jajaran pimpinan jurusan (Kajur/Sekjur), laboratorium, tenaga kependidikan, serta fasilitas penunjang seperti Galeri Investasi Syariah dan Inkubator Bisnis.

Suasana semakin dinamis saat jajaran Organisasi Mahasiswa Intra (Ormawa)—meliputi DEMA, SEMA, dan HMJ— memperkenalkan berbagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Menurut Dr. Kadar, ada hal unik dalam penyambutan tahun ini. Mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga dilibatkan langsung dalam menguatkan citra fakultas di ruang publik digital.

“Untuk penguatan promosi FEBI, secara serempak mahasiswa baru dipandu untuk membuat konten seputar FEBI. Dan menutup rangkaian acara, kita lakukan Pawai Ta’aruf,” terang Dr. Kadar Nurjaman.

Pawai Ta’aruf menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, menciptakan momen keakraban dan menyatukan semangat 1.044 mahasiswa baru dalam memulai perjalanan akademik mereka di FEBI.(nas)

 

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Men Luncurkan Peringatan Hari Santri 2022

    Gus Men Luncurkan Peringatan Hari Santri 2022

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri 2022 di Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (27/9/2022). “Hari Santri yang merupakan anugerah pemberian Presiden Joko Widodo adalah bentuk penghargaan kepada para santri  dan pengakuan terhadap perjuangan para santri dulu membela negeri,” ujar Menag saat memberikan arahannya di […]

  • Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. merasa optimistis Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bisa meraih nilai unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mengapa tidak, semuanya sudah berikhtiar maksimal, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Kata-kata optimisme ini diungkapkan […]

  • Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Kalimantan) — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi dan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi terkait pemberdayaan zakat di daerah. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur, bercerita bahwa program Kampung Zakat bisa menjadi contoh baik dalam penyaluran zakat yang tepat sasaran. Rakor ini dihadiri 50 perwakilan BAZNAS Provinsi dan […]

  • 6 Tips Agar Jurnal Anda Masuk Scopus

    6 Tips Agar Jurnal Anda Masuk Scopus

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SEMARANG Ketatnya persaingan supaya mendapatkan lisensi dari Scopus membuat dosen atau penulis jurnal harus benar-benar memperhatikan detail penelitian yang ditulis. Berikut ini beberapa panduan menulis jurnal supaya jurnal Anda masuk Scopus. Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas […]

  • Waspada Angin Kencang di Sebagian Besar Jawa Barat!   

    Waspada Angin Kencang di Sebagian Besar Jawa Barat!  

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Taliah yang berpotensi memicu angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan siklon tropis tersebut terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah tepatnya di 15,7°LS, 108,2°BT atau sekitar 920 […]

  • Yuk Kenali Creavill Bandung: Pemberdayaan Masyarakat Lewat Literasi

    Yuk Kenali Creavill Bandung: Pemberdayaan Masyarakat Lewat Literasi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Creavill Bandung hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk membangun kreativitas dan kemandirian melalui literasi dan pemberdayaan.   Berdiri sejak 17 Mei 2017, komunitas ini lahir dari inisiatif Co-Founder Rindra Nuriza bersama empat rekannya. Terinspirasi dari pengalaman pribadi Rindra yang melihat ibunya mampu mendidik dirinya melalui rajin membaca, Creavill Bandung kini menjadi ruang bagi anak-anak dan […]

expand_less