Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » ITB dan BAPPERIDA Pangkep Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Wilayah Kepulauan

ITB dan BAPPERIDA Pangkep Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Wilayah Kepulauan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKAJENE dan KEPULAUAN, kanal31.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. melakukan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya dalam mendukung pengembangan wilayah kepulauan.

Dalam pertemuan tersebut, Amril, S.Pi., M.T., M.A., selaku Kepala BAPPERIDA Kabupaten Pangkep, menyampaikan gambaran mengenai kondisi dan tantangan pembangunan di wilayah Pangkep. Kabupaten Pangkep memiliki wilayah administrasi yang sangat luas, sementara kawasan daratan utama hanya mencakup sekitar 9 persen dari keseluruhan wilayah.

Sebagian besar wilayah lainnya merupakan kawasan kepulauan yang dihuni masyarakat dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, terutama akses listrik, air bersih, dan infrastruktur telekomunikasi.

Menurut Amril, Kabupaten Pangkep memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, keterbatasan pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam mengelola sumber daya tersebut secara optimal menyebabkan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi salah satu prioritas pembangunan. “Penguatan kapasitas masyarakat menjadi penting agar potensi sumber daya alam yang dimiliki dapat dikelola secara berkelanjutan dan pada akhirnya mampu mendorong kemandirian masyarakat kepulauan,” jelasnya, Selasa (25/8/2026).

Selain kebutuhan dasar, kawasan kepulauan Pangkep dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi antarpulau. Beberapa wilayah seperti Pulau Sailus yang berada di kawasan dekat Nusa Tenggara Barat serta wilayah Liukang Kalmas yang berbatasan dengan kawasan Kalimantan Timur memiliki potensi untuk berkembang menjadi wilayah penyangga dan penghubung aktivitas ekonomi. ” “Untuk mewujudkan potensi tersebut, pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting,” tuturnya.

Amril menyampaikan bahwa salah satu komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan di wilayah kepulauan Pangkep adalah rumput laut. Komoditas tersebut tidak hanya dapat dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. “Pemanfaatan teknologi digital, termasuk e-commerce, diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas akses pasar sehingga produk-produk dari wilayah kepulauan dapat dipasarkan kepada konsumen di luar daerah,” ujarnya.

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. menjelaskan sejumlah teknologi yang sebelumnya telah dikembangkan ITB dan berpotensi diimplementasikan di wilayah kepulauan Pangkep. “Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, serta teknologi penjernihan air untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ketersediaan energi listrik juga menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi digital di wilayah kepulauan. Dengan dukungan infrastruktur energi dan telekomunikasi yang memadai, berbagai teknologi digital, termasuk platform e-commerce, dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nana juga berbagi pengalaman mengenai pengembangan teknologi budidaya rumput laut yang pernah dilakukan bersama tim melalui pendanaan hibah Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Teknologi tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat, namun keberlanjutan pemanfaatannya menghadapi kendala karena masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemeliharaan dan perbaikan peralatan,” tegasnya.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa keberhasilan penerapan teknologi di masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh kesiapan dan kapasitas masyarakat sebagai pengguna. “Oleh karena itu, program pengabdian berikutnya perlu dirancang tidak hanya dalam bentuk penyediaan atau implementasi teknologi, tetapi juga disertai dengan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan mengenai pengoperasian, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan,” katanya.

Pertemuan antara ITB dan BAPPERIDA Kabupaten Pangkep diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret dalam bidang penelitian, inovasi teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal serta dapat diterapkan secara berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan souvenir dari ITB kepada BAPPERIDA Kabupaten Pangkep. Penyerahan tersebut menjadi simbol hubungan baik sekaligus harapan agar pertemuan ini dapat menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendorong kemandirian, konektivitas, dan pengembangan ekonomi masyarakat kepulauan.

 

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Nyata FAH UIN Bandung Wujudkan Berbagai Keunggulan

    Langkah Nyata FAH UIN Bandung Wujudkan Berbagai Keunggulan

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG,kanal31.com– Keseriusan pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung dalam memelihara komitmen terpadu dalam langkah nyata. Tekad yang kuat ternyata tidak mementahkan niat dan minat dalam manjalankan ikhtiar. Gayung selalu bersambut. Dan, sambutan nyaring yang terwujud nyata. Upaya pimpinan FAH dalam menata manajemen menekankan kualitas hasil berbasis kinerja sumber daya manusia. Ini dilakukan […]

  • Perebutan Harta Warisan Jadi Malapetaka

    Perebutan Harta Warisan Jadi Malapetaka

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA kanal31.com — Harta warisan adalah harta yang panas, jika tidak dikelola dengan baik. Perebutan warisan orangtuanya yang sudah meninggal dunia sering terjadi. Orangtuanya mungkin sedang ditanya di alam kubur tetapi anak-anaknya ribut soal harta peninggalan orangtuanya. Harta warisan bukan hasil jerih payah anak-anaknya.   Pembagian harta warisan yang tidak adil hanya akan membahayakan bagi orang […]

  • Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

    Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Halo guys! Bukan gaes yang itu, tapi ini gay. Gay yang lagi ramai dibicarakan di negeri ini. Sampai take down-take down-an video segala. Tapi saya mau bahas kata gay saja, tak merembet ke mana-mana. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Guys..! Gay itu sebenarnya cuma istilah keren untuk pria yang tertarik […]

  • Begini Cara Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan dan Ekonomi Digital Ala Mahasiswa UIN Bandung

    Begini Cara Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan dan Ekonomi Digital Ala Mahasiswa UIN Bandung

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG – Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar pembekalan praktikum kewirausahaan bagi mahasiswa semester 5 yang berlangsung di Aula FEBI. Dengan menghadirkan dua narasumber dari Tim OK OCE Indonesia: Hilman Gazali, Manajer Kerjasama Pendidikan; Abba Zubair Al-Awwam Direktur Kerjasama Pendidikan yang membahas tentang “Kewirausahaan Digital: […]

  • Selamat! Kemenag Luncurkan Buku Moderasi Beragama Perspektif Bimbingan Masyarakat Islam

    Selamat! Kemenag Luncurkan Buku Moderasi Beragama Perspektif Bimbingan Masyarakat Islam

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan buku ‘Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam’. Peluncuran dilaksanakan dalam rangkaian International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2022, di Jakarta, Rabu (27/7/2022). Turut hadir dalam peluncuran buku ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Penggagas Moderasi Beragama sekaligus Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Akademisi Bidang Studi […]

  • Pentingnya Validasi Data, Kemenag Proses Pencairan BOS Pesantren Tahun 2022

    Pentingnya Validasi Data, Kemenag Proses Pencairan BOS Pesantren Tahun 2022

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kementerian Agama melakukan validasai data santri penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren tahun 2022 tahap II. Validasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan proses pencairan dan BOS Pesantren. Tahap I sudah dicairkan pada semester awal 2022. Pencairan tahap kedua diupayakan tidak lama setelah dimulainya tahun pelajaran baru bagi santri Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah […]

expand_less