Minggu, 24 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » 4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
  • comment 0 komentar

SPI-JAKARTA

Bagi sebagian dosen, menulis jurnal bukan hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena membuat jurnal harus dengan sistematis. Sehingga susunan setiap bab harus berurutan serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Bahkan, untuk melakukan penelitian sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Sebagai seorang peneliti, untuk membuat jurnal, kita harus experiment selama satu, dua tahun, bahkan ada yang beberapa tahun. Memang membuat jurnal bukan pekerjaan 1 hari langsung jadi,” Ungkap Assoc.Prof. Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D Dosen dari Universitas Trunojoyo Madura, Peraih Australian Grant Scheme 2018 & 2019, dalam Webinar SEVIMA bertajuk Strategi Tembus Publikasi SCOPUS dan SINTA.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Arif Muntasa, S.Si., M.T. Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura, serta Reviewer Hibah Nasional DRPM Dikti Kemdikbudristek yang memberikan tips dan trik bagaimana menulis artikel yang baik untuk publikasi ilmiah.

Arif dalam presentasinya menyampaikan tentang “Penulisan peper untuk Publikasi Yang Terindex di Scopus” Menurut Arif, sebelum melakukan publikasi jurnal ilmiah, seorang penulis harus memahami beberapa hal, agar jurnal yang ditulis dapat meyakinkan reviewer dan terindex Scopus.

Cara Menulis Jurnal untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

1. Akademisi perlu pandai dalam memilih jurnal dan penerbit

Banyak penerbit yang menyediakan secara gratis. Ada juga kegiatan hibah penelitian yang memberi dana untuk melakukan penulisan jurnal, dan mengikuti konferensi internasional.

Peluang-peluang ini tersedia luas dan bisa dengan mudah ditemui di internet. Walaupun demikian, memang perlu ketekunan dan ketelitian dalam mengumpulkan informasi tersebut.

“Beberapa publikasi gratis terindeks SCOPUS, bisa kita coba. Diantaranya seperti International Journal of Technology dari Universitas Indonesia (UI), International Journal on Electrical Engineering and Informatic dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta beberapa penerbit jurnal internasional Elsevier, Taylor and Francis, Sage, dan lainnya. Kesempatan itu sangat banyak, tapi tidak jarang karena terlalu banyak informasi, kita menjadi bingung,” kata Arif yang sudah menulis 44 artikel jurnal internasional.

2. Belajar dari penolakan

Mirip dengan menerbitkan opini di media massa, penerbitan jurnal juga bisa ditolak. Arif menjelaskan bahwa hal ini  sangat wajar. Setelah ditolak, akademisi harus bangkit dan refleksi diri. Anda harus belajar dari kenapa jurnal Anda ditolak.

“Biasanya terdapat beberapa alasan kenapa jurnal sering ditolak. Misalnya saja seperti naskah di luar area jurnal, unsur naskah kurang lengkap, tata bahasa yang digunakan tidak layak, hingga pembahasan tersebut terlalu dangkal. Itu kita jadikan pelajaran dan perbaikan,” jelas Arif yang di Kementerian Pendidikan (Kemendikbudristek) juga dipercaya sebagai reviewer (penyeleksi) hibah penelitian.

3. Memilih target jurnal yang tepat dan sesuai kemampuan

Lagi-lagi, mirip dengan media massa dimana kolom opini di koran nasional ternama tentu lebih sulit ditembus dibanding media lainnya, hal yang sama juga terjadi untuk jurnal.

Akademisi harus mengetahui bagaimana target jurnal yang dipilih. Mulai dari tingkat kesulitannya, gaya selingkung, preferensi redaksi, hingga batasan-batasan yang ada dalam jurnal tersebut.

Jangan sampai misalnya, penelitian terkait Teknologi, dikirimkan ke jurnal web yang membahas seputar tanaman.  

“Akademisi sebagai penulis ibaratnya anak tangga, kita bisa coba dulu jurnal yang peringkatnya lebih rendah, sambil bertahap meningkatkan kualitas tulisan kita dan profil kita. Nantinya pasti akan terbiasa sendiri,” ungkap Arif.

Tips-tips tersebut, sambung Wahyudi, dapat dipelajari dan diasah para akademisi seiring waktu. Ada banyak forum, sistem akademik, dan platform pembelajaran, yang bisa digunakan akademisi untuk meningkatkan diri. Termasuk dari SEVIMA, seperti Webinar pada Selasa (28/12) sore tersebut.

“Yang penting, ada kemauan kuat dari akademisi untuk belajar. Menulis jurnal ini memang sulit, tapi inilah kewajiban kita di kampus: untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban dengan cara ditulis!,” pungkas Wahyudi.

Dalam sebuah penulisan jurnal, penulis harus benar-benar mengetahui target jurnal yang diberikan. Target jurnal ini meliputi lingkup jurnal, jurnal target, fitur aksesibilitas, hingga jenis artikel yang dibutuhkan,” ungkapnya.

4. Menyiapkan paper dan menyusun manuscript

Ketika menulis sebuah jurnal, memang tak sama saat menulis buku pada umumnya. Penulisan sebuah paper atau jurnal harus disiapkan dengan baik. Terutama dalam penulisan abstrak dan penyusuan manuscript.

“Ketika menulis jurnal, abstrak biasanya ditulis di akhir. Abstrak sendiri berfungsi sebagai miniatur paper. Oleh karena itu, penulisan abstrak harus diselesaikan dengan baik agar jurnal tersebut layak digunakan,” ungkapnya.

Susunan Manuscript Jurnal

Menurut Prof. Arif, untuk mendapatkan jurnal yang baik, ada beberapa bagian penting dari jurnal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Judul artikel, Untuk menulis judul harus menarik atensi dan bersifat provokatif, menggambarkan isi atau temuan, tidak berupa singkatan dan nama peraturan, dan tanpa nama objek atau lokasi penelitian.
  • Abstrak, merupakan bagian paling penting di dalam sebuah jurnal. Abstrak bisa dikatakan sebagai intisari dari penelitian tersebut. Para reviewer akan membaca bagian tersebut pertama kali.
  • Keyword, selain abstrak, terdapat keyword yang harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Keyword ini sangat penting untuk mengetahui arah perbincangan jurnal yang akan dibuat.
  • Pendahuluan, merupakan bagian awal di dalam sebuah jurnal. Di bagian ini akan terlihat jelas, bagaimana pembahasan jurnal tersebut.
  • Metode penelitian, bagian penting selanjutnya adalah metode penelitian. Pada metode penelitian ini, Anda harus memastikan bahwa metode yang Anda gunakan di dalam penelitian tersebut sudah sesuai.
  • Hasil dan pembahasan, Dalam menuliskan jurnal, hasil dan pembahasan sangatlah penting untuk mengetahui arah penelitian tersebut. Selain itu, hasil dan pembahasan ini juga sangat penting untuk mengetahui hasil penemuan di penelitian tersebut.
  • Diskusi, pembahasan pada bagian diskusi ini sangatlah penting untuk membuat jurnal tersebut lebih mudah dipahami. Untuk itu, diperlukan uraian yang jelas di bagian tersebut.
  • Simpulan, dalam sebuah jurnal tentunya juga diikuti dengan simpulan. Penulisan simpulan ini harus benar-benar diperhatikan agar jurnal tersebut mudah diserap oleh pembaca.
  • Ucapan terima kasih, selain simpulan, ucapan terima kasih juga dituliskan di sini. Ucapan terima kasih biasanya berisikan beberapa pihak yang sudah ikut membantu dalam proses pembuatan jurnal.
  • Referensi, tak kalah penting dari yang lain. Bagian referensi juga sangat penting untuk membuat jurnal yang ditulis lebih trusted. Jadi Anda bisa menyertakan beberapa referensi yang sudah digunakan untuk menulis jurnal tersebut.

Arif mengatakan hal lain yang perlu diperhatikan untuk memudahkan dalam menulis dan melakukan publikasi ilmiah. Yakni, dapat menggunakan tools untuk membantu menulis paper. “Saya menyarankan empat tools untuk membantu menulis jurnal yaitu: Mendeley, Grammarly, Turnitin, Word (Comparing).” Pungkasnya

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Rosihon Lantik Seribu Wisudawan

    Prof. Rosihon Lantik Seribu Wisudawan

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Bandung, Prof.  Rosihon Anwar melantik 1.000 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-97, di Gedung Anwar Musaddad kampus itu, Sabtu (27/4/2024). Acara yang bertajuk “Menjadi Pribadi yang Tangguh, Berprestasi dan Bakti untuk Negeri” itu, disiarkan langsung melalui kanal Youtube UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ke-1.000 Wisudawan ini […]

  • Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    Problem Beragama di Kalangan Umat: 

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    Antara Ajaran dan Persepsi   BANDUNG kanal31.com — Ajaran dan persepsi adalah dua wilayah yang berbeda. Dalam agama Islam, ajaran itu wilayah Allah dan Rasul-Nya, persepsi itu wilayah manusia.   Salah satu problem umat dalam beragama adalah sering tak memisahkan mana ajaran dan persepsi, dalam ilmu pengetahuan antara fakta dan opini, antara ayat Alquran hadits dengan […]

  • Daftar 7 PTKIN Masuk 100 Besar Versi EduRank 2024. UIN Bandung No 3!

    Daftar 7 PTKIN Masuk 100 Besar Versi EduRank 2024. UIN Bandung No 3!

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM – Lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia, EduRank, baru-baru ini merilis ranking universitas terbaik di dunia untuk tahun 2024, termasuk di Indonesia. Sebanyak tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam 100 besar universitas terbaik di Indonesia, semuanya merupakan Universitas Islam Negeri (UIN) yang berada di bawah Kementerian Agama RI. Tujuh PTKIN yang […]

  • Top! Perdana Ikut, Bayucaraka ITS Sabet Tiga Juara Sekaligus di Singapura

    Top! Perdana Ikut, Bayucaraka ITS Sabet Tiga Juara Sekaligus di Singapura

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SURABAYA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional dalam bidang robotika. Kali ini, tim robot terbang Bayucaraka ITS berhasil meraih tiga gelar juara sekaligus dalam kompetisi Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2022 yang diselenggarakan oleh Defence Science Organization (DSO) National Laboratories and Science Centre yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan […]

  • Hore! Seleksi PPPK Kemenag Tahap I Dibuka 21 Oktober 2024. Begini Cara Daftarnya

    Hore! Seleksi PPPK Kemenag Tahap I Dibuka 21 Oktober 2024. Begini Cara Daftarnya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibuka mulai 21 Oktober – 4 November 2024. Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani mengatakan, sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2024, seleksi PPPK 2024 tahap I ini diperuntukkan bagi dua kategori pelamar Pertama, Eks Tenaga Honorer Kategori […]

  • Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pasewakan Kerta Tataning Hirup Linuwih, Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/9/2025).   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga sore hari ini melibatkan mahasiswa S2 SAA bersama komunitas Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), salah satu penghayat kepercayaan […]

expand_less