Integrasikan Ilmu dan Agama, PBAK Psikologi UIN Bandung Perkuat Karakter ‘Berilmu, Islami, Berdampak’
- account_circle Sungkawa Abdisunda
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, kanal31.com — Suasana penuh keberkahan dan semangat mewarnai pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Psikologi UIN Bandung tahun 2026. Acara, yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa baru S1 dan S2, ini menjadi momentum krusial dimulainya perjalanan akademik para insan akademis muda.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi UIN Bandung Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si menyampaikan rasa syukur dan selamat datang kepada 325 mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa Fakultas Psikologi terus menjadi salah satu fakultas favorit dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
”Pada jalur Computer Based Test (CBT) di tahap akhir saja, pendaftar mencapai lebih dari 1.800 orang. Kuota yang diterima hanya 88 orang. Ini membuktikan bahwa Anda semua yang hadir di sini adalah orang-orang pilihan yang patut bersyukur dan bangga,” tegas Dekan.
Menurut Prof. Ulfi, Fakultas Psikologi UIN Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan. Hal ini terbukti dari keberhasilan meraih predikat Unggul dari BAN-PT pada awal tahun 2025, yang kemudian disusul dengan pembukaan resmi Program Studi Magister (S2) Psikologi pada tahun 2026.

PBAK tahun ini, lanjut Prof. Ulfi, mengusung tagline ‘Berilmu, Islami, dan Berdampak’, yang bermakna mencetak mahasiswa cerdas, berakhlak mulia, serta berdaya guna bagi masyarakat.
Ia juga menjelaskan, PBAK difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, Ta’aruf, saling mengenal diri, lingkungan kampus, fakultas, serta membangun kesadaran hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam.
Kedua, Tafaqquh yakni pendalaman ilmu-ilmu agama yang diintegrasikan secara selaras dengan ilmu psikologi akademik. Dan ketiga, Taqwim: Pembentukan karakter mahasiswa yang disiplin, bertanggung jawab, kolaboratif, serta menjunjung tinggi budaya anti-kekerasan dan anti-bullying.
Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada lima nilai utama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu spiritualitas, intelektualitas, humanisme, kebangsaan, dan kewirausahaan. Integrasi nilai-nilai keislaman seperti tradisi shalat Dhuha bersama dan pembacaan Al-Qur’an (Surah Yasin, Al-Waqi’ah, dan Al-Mulk) turut menjadi ciri khas yang menguatkan dimensi spiritualitas para mahasiswa.
Mengakhiri arahannya, Dekan berpesan agar seluruh mahasiswa S1 dan S2 dapat menjalani proses perkuliahan dengan bahagia dan mampu lulus tepat waktu—yakni target kelulusan tahun 2030 bagi mahasiswa S1 angkatan 2026. Ia berharap para mahasiswa mampu menjaga marwah almamater dan siap berkhidmat untuk masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tugas pokok dan fungsi jajaran dekanat dan prodi: Wakil Dekan I Dr. H. Irfan Fahmi, S.Th.I, M.Psi; Wakil Dekan II Dr. Rosleny Marliani, M.Si; Ketua Prodi S1 Psikologi Nisa Hermawati, M.Psi, Psikolog; dan Ketua Prodi Magister (S2) Psikologi Dr. Elis Anisah Fitriah, S.Psi, M.Si. Mahasiswa baru kemudian diajak mengenali lebih dekat jajaran pengurus ormawa: Dema dan Sema F-Psikologi. (nas)

- Penulis: Sungkawa Abdisunda
