Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Menjaga Nilai Agama di Era Digital dan Algoritma

Menjaga Nilai Agama di Era Digital dan Algoritma

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Program Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menggelar Kuliah Umum bertajuk “Agama sebagai Warisan Kultural Milik Bersama: Agama dan Makna Hidup di Era Algoritma” yang berlangsung di Aula Selatan, Lantai 4, Gedung Pascasarjana UIN Bandung.

Dengan menghadirkan dua narasumber utama, Ahmad Gaus AF, dosen Bahasa dan Budaya di Swiss-German University (SGU) dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII); Dr. Ilim Abdul Halim, M.A., Ketua Program Studi S1 Studi Agama-Agama. Diskusi dipandu oleh Dr. Neng Hannah, M.Ag.

Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur III Program Pascasarjana Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, M.A. Dalam sambutannya, Prof. Dindin menekankan bahwa agama tidak semata sebagai keyakinan personal, tetapi juga merupakan warisan kultural yang membentuk cara pandang manusia dalam mencari makna hidup, terutama di tengah era algoritma yang semakin mendominasi.

“Sangat penting memperluas kerja sama antara institusi pendidikan dan lembaga eksternal, khususnya di jenjang S2 dan S3. Agama perlu dipahami sebagai bagian dari identitas kolektif yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegas Dindin dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).

Ketua Program Studi S2 Studi Agama-Agama, Prof. Taufiq Rahman, Ph.D.sangat mengapresiasi kehadiran program Esoterika sebagai ruang pembelajaran lintas nilai.

“Studi agama berperan penting dalam membangun kesadaran lintas nilai di tengah lanskap digital yang terus berubah. Agama perlu merespons dinamika digitalisasi tanpa kehilangan esensinya sebagai sumber nilai dan identitas,” jelasnya.

Direktur Denny JA Foundation, Nita Lusaid, turut hadir dan menyoroti pentingnya memandang agama sebagai warisan budaya bersama, bukan sekadar doktrin personal.

“Tema ini sangat relevan, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural. Agama membentuk nilai, simbol, hingga estetika budaya bangsa. Ia adalah warisan kultural yang menyatukan, bukan memisahkan,” ungkapnya.

Nita menjelaskan bahwa Denny JA Foundation selama ini aktif dalam kerja-kerja kebudayaan, pendidikan, dan penguatan toleransi. Pendekatan interdisipliner dalam studi agama diharapkan dapat mendorong pemahaman agama sebagai kekuatan pembentuk harmoni sosial dan spiritual lintas identitas.

Dalam sesi pemaparannya, Ahmad Gaus AF mengulas transformasi agama dalam era budaya algoritmik. Mengingat pentingnya membangun relasi keberagamaan yang dilandasi saling menghormati dan cinta kasih.

“Mari kita renungkan kembali relasi antara manusia, agama, dan makna hidup di tengah kompleksitas dunia digital,” ujarnya.

Dr. Ilim Abdul Halim mengangkat pentingnya mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam era digital yang cenderung menyeragamkan pengalaman manusia melalui data dan otomatisasi.

Dengan memperkenalkan konsep P3 2S: Personal Relation, Positivity, Passion, Small Winning, serta Spiritualitas & Wellness sebagai pendekatan membangun kehidupan yang seimbang secara emosional, sosial, dan spiritual.

“Konsep ini merupakan respons terhadap tantangan era algoritma yang serba cepat dan kerap mengalienasi nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dan reflektif, dengan partisipasi aktif dari civitas akademika UIN Bandung. Para peserta menyampaikan pandangan kritis dan terlibat dalam sesi tanya jawab yang menggugah.

Paling tidak ada enam mahasiswa dari berbagai jenjang di Program Studi SAA (Studi Agama-Agama) menyampaikan pertanyaan reflektif seputar keberagamaan di era digital:

1. Salsa Syabilah (S1) bertanya, “Apakah makna hidup harus dicari dan ditemukan sendiri, atau sebenarnya sudah tersedia dalam ajaran agama, tinggal kita ikuti dan praktikkan?”
2. Ai Siti Nurlaelasari (S1) menyoroti fenomena konten viral bertema agama di era algoritma. Melalui pertanyaan, “Banyak konten yang viral justru tidak substansial dan jauh dari kebenaran. Bagaimana agar ajaran agama tetap relevan dalam situasi ini?”
3. Ahmad Solihin A. (S1) mengajukan pertanyaan, “Apakah algoritma media sosial berpengaruh pada keimanan seseorang, khususnya Gen Z? Dapatkah itu memperkuat atau justru melemahkan iman? Apa dampaknya bagi generasi ini?”
4. Andi Malaka (S3) menyoroti tantangan Islam dalam menghadapi era algoritma, dengan pertanyaan, “Ketika otoritas keagamaan terasa semakin jauh dibandingkan dengan kemudahan akses ke media sosial dan internet, bagaimana Islam menjawab tantangan ini, terutama jika dikaitkan dengan isu kesehatan mental?”
5. Diran Murtado (S2) bertanya, “Bagaimana konsep Islam rahmatan lil ‘alamin dapat diwujudkan melalui keberagamaan yang dilandasi sikap saling menghormati dan cinta kasih, terutama di tengah maraknya pemahaman agama yang dijadikan dasar radikalisme dan terorisme?”
6. Uchep Hermawan (S2) mengajukan pertanyaan reflektif, “Bagaimana cinta eros dapat ditransformasikan menjadi cinta universal, terutama dalam konteks bangsa Indonesia yang kini tengah menghadapi tantangan sosial dan moral?”

Kuliah umum ini diharapkan menjadi ruang dialog produktif dalam memperdalam pemahaman agama sebagai bagian dari dinamika sosial-budaya kontemporer. “Mudah-mudahan dengan adanya kuliah umum ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru dalam merespons tantangan era digital dengan pendekatan keagamaan yang kontekstual, reflektif, dan inklusif,” pungkas Dr Neng Hannah.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Literasi, Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Eksphoria 2026

    Tingkatkan Literasi, Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Eksphoria 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kabinet Ekselensi menggelar Eksphoria 2026 di Aula Abdjan Soelaeman Kampus I dan Gedung FEBI Kampus II.   Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif dan […]

  • Perkuat Tradisi Akademik, Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Gelar Diseminasi Hasil Riset Dosen

    Perkuat Tradisi Akademik, Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Gelar Diseminasi Hasil Riset Dosen

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN kanal31.com — Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Nasional Diseminasi Hasil Riset Dosen di Auditorium Prof. Dr. Suwito, M.A, Kampus 2 UIN Jakarta, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para dosen untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru sekaligus memperkuat tradisi akademik di lingkungan kampus. Direktur SPs UIN […]

  • Selamat! 8.744 Sanggahan Diterima, 327.958 Lolos Seleksi Administrasi Pasca Sanggah CPNS Kemenag

    Selamat! 8.744 Sanggahan Diterima, 327.958 Lolos Seleksi Administrasi Pasca Sanggah CPNS Kemenag

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Kementerian Agama hari ini mengumumkan hasil pasca sanggah pada Seleksi Administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama 2024 setelah masa sanggah dinyatakan selesai. Total ada 8.744 pelamar yang diterima sanggahnya dan berubah stasus kelulusannya dari tidak memenuhi syarat menjadi memenuhi syarat. Hasil seleksi administrasi CPNS Kementeiran Agama diumumkan pada 17 September 2024. […]

  • Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

    Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu […]

  • Menag: Santri Sekarang Harus Teruskan Perjuangan

    Menag: Santri Sekarang Harus Teruskan Perjuangan

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAl31.COM (Jakarta) — Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menjadi pembina pada Apel Santri 2024. Menag mengharap santri masa kini meneruskan perjuangan para pendahulu yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Apel yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (22/10/2024), ini dihadiri Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Anggota Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, sejumlah […]

  • Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya. Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau […]

expand_less