Breaking News:
Beranda » BEWARA » Merawat Rasa, Menemukan Makna: Kuliah Lapangan Tradisi Nyangu Penghayat Perjalanan Ala Magister SAA

Merawat Rasa, Menemukan Makna: Kuliah Lapangan Tradisi Nyangu Penghayat Perjalanan Ala Magister SAA

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Sebanyak 15 mahasiswa semester 3 Magister Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti kuliah lapangan mata kuliah Praktik Tradisi Keagamaan di Pasewakan Wangun Sari Jati Mandiri, Sariwangi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24/9/2026).

 

Didampingi dosen pengampu Dr. Neng Hannah, M.Ag., mahasiswa tidak hanya mempelajari tradisi keagamaan melalui buku dan ruang kelas, tetapi hadir secara langsung untuk mengamati, mengalami, dan merefleksikan praktik spiritual masyarakat Penghayat Kepercayaan Perjalanan.

 

Pasewakan Wangun Sari Jati Mandiri merupakan salah satu pusat musyawarah dan kegiatan spiritual masyarakat Penghayat Kepercayaan Perjalanan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Dalam kunjungan ini, mahasiswa diperkenalkan pada salah satu praktik keseharian yang ternyata memiliki dimensi spiritual dan filosofis yang mendalam, yaitu nyangu, atau proses memasak nasi.

 

Dipandu oleh Teh Wiwin (Puanhayati Kota Bandung), para mahasiswa mempraktikkan langsung tahapan nyangu dengan metode nyeupan atau mengukus. Proses dimulai dari mengambil beras dari padaringan/pabéasan di dalam goah, mencuci beras (ngisikan), mengukus hingga setengah matang (ngagigihan), melakukan ngarih, mengukus kembali hingga matang (timus), kemudian ngakeul hingga nasi menjadi pulen dan siap disajikan.

 

Setiap tahapan tidak dipahami semata-mata sebagai teknik memasak. Di dalamnya terdapat tata krama, pantangan (kapamalian), doa, dan penghormatan terhadap beras, makanan, alam, leluhur, serta kehidupan. Bahkan, sejumlah peralatan seperti boboko, dulang, aseupan, sééng, dan hihid memiliki tempat penting dalam keseluruhan proses.

 

Abah Wahyu sesepuh Penghayat Kepercayaan Perjalanan Bandung Barat juga Ketua RT 01/RW012 Sariwangi Parongopng KBB dan Teh Wiwin menjelaskan mitologi yang melatarbelakangi tradisi nyangu. Cerita leluhur ini menjadi bagian dari tradisi oral yang menjelaskan mengapa proses memasak nasi harus dilakukan secara tertib, bertahap, penuh kehati-hatian, dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

 

Mahasiswa diperkenalkan dengan jampé yang secara tradisional dirapalkan dalam proses memasak nasi. Salah satu jampé mengandung ungkapan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Suci, para leluhur, Ibu Agung, Rama Agung, serta Nyi Mas Pohaci Sang Dayang Trisnawati. “Praktik ini menunjukkan bagaimana aktivitas domestik dapat menjadi ruang artikulasi religiusitas dan hubungan manusia dengan yang sakral.”

 

Rangkaian kuliah lapangan ditutup dengan makan bersama. Momen sederhana ini justru menjadi bagian yang sangat bermakna. Setelah mahasiswa terlibat langsung dalam proses mengambil beras, mencuci, mengukus, mengolah, hingga memasak nasi, mereka kemudian menyantap hasil olahan secara bersama-sama.

 

Dalam kesempatan itu, Abah Wahyu mengajak mahasiswa merefleksikan hubungan manusia dengan alam dan makanan yang dikonsumsinya. Menurut penjelasannya, manusia pada dasarnya memiliki hutang budi kepada alam. “Setiap butir nasi yang masuk ke dalam tubuh bukan sekadar makanan, tetapi merupakan hasil dari rangkaian kehidupan: tanah, air, matahari, benih, tumbuhan, kerja manusia, serta berbagai unsur alam lainnya.”

 

Karena itu, makanan tidak dipandang sekadar sebagai sesuatu yang mengenyangkan tubuh. Zat-zat yang masuk ke dalam tubuh diyakini turut memengaruhi kualitas spiritual seseorang. Cara memperoleh makanan, mengolahnya, memperlakukannya dengan hormat, hingga cara menyantapnya menjadi bagian dari hubungan manusia dengan kehidupan dan alam semesta.

 

Refleksi itu membuat makan bersama menjadi lebih dari sekadar penutup kegiatan. Mahasiswa diajak menyadari bahwa setiap suapan memiliki sejarah, kerja, kehidupan, dan relasi ekologis yang panjang. Kesadaran ini mengajak manusia untuk tidak mengambil alam secara berlebihan dan tidak memandang makanan sebagai komoditas semata.

 

Bagi mahasiswa SAA, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting bahwa agama tidak selalu hadir dalam bentuk doktrin, ritual formal, atau institusi keagamaan. Agama dapat ditemukan dalam praktik sehari-hari, makanan, relasi dengan alam, tradisi lisan, tubuh, benda, dan cara manusia memperlakukan kehidupan.

 

“Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa belajar untuk tidak buru-buru menilai sebuah tradisi berdasarkan kategori agama yang sudah mereka miliki. Mereka belajar hadir, mendengar, mengamati, mengalami, dan memahami makna dari sudut pandang komunitas pemilik tradisi,” ujar Dr. Neng Hannah.

 

Dengan demikian, nyangu akhirnya bukan sekadar praktik memasak nasi. menjadi pintu masuk untuk memahami cara sebuah komunitas memaknai Tuhan, leluhur, alam, makanan, tubuh, dan kehidupan. Dari dapur dan tungku sederhana, mahasiswa belajar satu hal yang sangat mendasar dalam studi agama, bahwa pengalaman keberagamaan sering kali justru hidup dan berakar kuat dalam praktik keseharian manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Kurikulum Berbasis Cinta? Jangan Menghajar, Tapi Mengajar

    Bentuk Kurikulum Berbasis Cinta? Jangan Menghajar, Tapi Mengajar

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT kanal31.com — Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) terus digaungkan sebagai upaya menanamkan nilai kasih sayang di lingkungan pendidikan keagamaan di Indonesia.   Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta harus menerapkan prinsip afirmasi positif dalam implementasinya.   “Proses […]

  • Hari Ini Terima Sertifikat, Ini 18 Prodi UIN Yogyakarta Terakreditasi Internasional

    Hari Ini Terima Sertifikat, Ini 18 Prodi UIN Yogyakarta Terakreditasi Internasional

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Yogyakarta KANAL31.COM Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga menjadi universitas pertama di Indonesia dengan 18 program studi yang terakreditasi oleh Yayasan Akreditasi Administrasi Bisnis Internasional (FIBAA). Sertifikat akreditasi akan diserahkan hari ini kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin, dan pejabat lainnya. Sertifikat diserahkan oleh Mag.ª Diane Freiberger, MBA sebagai Managing Director FIBAA dan Viktoria […]

  • PVMBG: Waspadai Pergerakan Tanah di 19 Daerah

    PVMBG: Waspadai Pergerakan Tanah di 19 Daerah

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com –  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan peta wilayah potensi gerakan tanah di Jawa Barat bulan Februari 2025. Dilansir dari jabatprov.go.id, PVMBG membagi dua kategori wilayah yang berpotensi terjadinya bencana pergerakan tanah, yaitu Zona Tinggi untuk daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi […]

  • Akuntansi Syariah UIN Bandung Gandeng Industri dan Regulator untuk Penguatan Kurikulum

    Akuntansi Syariah UIN Bandung Gandeng Industri dan Regulator untuk Penguatan Kurikulum

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Perubahan cepat di sektor keuangan syariah menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).   Sebagai bagian dari upaya memperkuat capaian Akreditasi Internasional dan Akreditasi Unggul, lembaga sertifikasi internasional seperti International Boards of Standards (IBS), Google Certified Associate Cloud Engineer (ACE), Sertifikasi profesional […]

  • IPB Dorong 5 Jurnal Segera Terindeks Scopus

    IPB Dorong 5 Jurnal Segera Terindeks Scopus

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University terus mendorong peningkatan kualitas jurnal agar lebih banyak lagi jurnal IPB terindeks Scopus. Salah satu bentuk upaya ialah menyelenggarakan pendampingan internasionalisasi jurnal. Tahun ini, lima jurnal didampingi untuk proses persiapan menuju indeksasi Scopus. Kelima jurnal tersebut, ialah Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Journal […]

  • 7 Kiat Sukses Penerbitan Artikel Mahasiswa

    7 Kiat Sukses Penerbitan Artikel Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Wahyudin Darmalaksana, pegiat kelas menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memberikan kiat praktis agar mudah menerbitkan artikel ilmiah untuk mahasiswa. Yudi, sapaan akrabnya, menjelaskan saat ini merupakan era penerbitan artikel mahasiswa jenjang sarjana. Tentu ada kiat untuk sukses di bidang ini. Kiat ini pasti berkembang di masa depan seiring dengan ditemukannya strategi yang lebih […]

expand_less