Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Inilah Testimoni Dirjen Pendidikan Islam untuk Kegiatan Kelas Menulis UIN Bandung

Inilah Testimoni Dirjen Pendidikan Islam untuk Kegiatan Kelas Menulis UIN Bandung

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
  • comment 0 komentar

SPI-JAKARTA

Masih dalam suasana Idul Fitri 1443 H, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bekerja sama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sentra Publikasi Indonesia menjadi pioneer mengawali kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah, Selasa (10/05/2022).

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., MT, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. Kegiatan ini adalah bentuk semangat akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menciptakan atmosfir penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Tidak hanya dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, peserta pada kegiatan ini juga berasal dari luar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung pun turut serta menebarkan semangat penelitian dan publikasi ilmiah secara masif.

Rosihon Anwar mendukung penuh kegiatan ini, “Kegiatan ini dapat menghidupkan ilmu-ilmu kita, karena sumber peradaban adalah penelitian.” tuturnya. Yudi, begitu Dekan Fakultas Ushuluddin biasa dipanggil, menyampaikan bahwa penelitian layaknya penambangan data yang perlu diolah, dianalisis, dan diinterpretasi sehingga dapat menghasilkan informasi, insight knowledge, hingga wisdom.

Selaras dengan Rosihon Anwar dan Yudi, Muhammad Ali Ramdhani meyakini melalui kegiatan ini dengan penelitian yang berkualitas akan menghasilkan publikasi yang baik pula, karena publikasi adalah artefak penelitian. Berikut testimoni Muhammad Ali Ramdhani untuk kegiatan ini:

            Research is a justified true believe. Penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi sebuah “kebenaran”. Kebenaran ini dalam berbagai perspektif, kerap kali bergeser sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, misalnya beberapa dekade terakhir planet terluar dari tata surya bimasakti adalah Planet Pluto, sekarang Pluto diyakini adalah sebuah satelit bukan planet. Begitupun dalam dunia pendidikan, dari Project Based Learning bergeser trennya ke Higher Order Thinking Skills.

Mengutip Rene Deskartes yang menyatakan Omnibus Dubitandum. Segala sesuatu harus diragukan, sehingga dalam penelitian perlu poses konfirmasi dan verifikasi yang objektif. Karena penelitian memiliki sifat kebenaran objektif, dimana “Penelitian adalah suatu pemikiran yang sistematis yang mengkaji berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan data dan penafsiran fakta-fakta (bukan sekedar opini atau harapan)”.

Penelitian pun harus terbuka yang dipakai oleh siapa saja, “Penelitian merupakan suatu cara yang sistematik yang bertujuan meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan sehingga dapat disampaikan atau dikomunikasikan serta diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.” Serta harus teruji dimana prosedurnya harus logis dalam memperoleh keputusan.

Karena “Penelitian adalah suatu metode bertujuan untuk menemukan kebenaran yang dilakukan dengan usaha-usaha yang cermat untuk memperoleh fakta atau prinsip, dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data (informasi) yang dilaksanakan dengan jelas, teliti, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.”

Langkah awal penelitian adalah menemukan masalah. Masalah adalah gap antara das sein dan das sollen, kesenjangan antara harapan dan kenyataan, jarak antara praktek dan teori, perbedaan antara yang senyatanya terjadi dengan yang seharusnya terjadi.

Melalui kegiatan ini, saya percaya proses memilih dan memilah masalah penelitian akan diselesaikan dengan baik, karena 50% kegiatan penelitian dipercaya selesai dengan baik jika masalah yang diidentifikasi sudah tepat.

Selanjutnya, publikasi ilmiah merupakan artefak karya peradaban manusia sebagai upaya peyebarluasan gagasan dan/ atau temuan hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan dan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan. Publikasi ilmiah tentu harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, yaitu jelas, akurat, ringkas, dan etis.  Penyusunan publikasi ilmiah umumnya dilakukan melalui tahapan evaluasi beberapa ahli sesuai bidang keilmuannya (peer review) untuk mencapai objektivitas yang tinggi. Publikasi ilmiah memiliki sifat: Objektif adalah fakta dan data yang tertulis dalam publikasi ilmiah berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, karena penelitian boleh salah, tapi harus disampaikan dengan jujur. Thomas Alva Edison pernah meminta sebuah judul berita diganti, dari “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala” menjadi “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala.” Publikasi ilmiah harus bersifat Netral dimana pernyataan tidak mementingkan pihak tertentu baik individu atau kelompok. Selanjutnya Sistematis pola penulisan mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Terkakhir publikasi harus Logis dimana cara menginterpretasi data hasil penelitian harus mengacu pada pola nalar, baik induktif maupun deduktif, serta menyajikan fakta secara terpercaya.

Setelah menyampaikan testimoni, Dirjen Pendis Kemenag RI juga berharap mudah-mudahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lainnya dapat mengikuti pola dan kegiatan yang sama. Kegiatan ini menjadi pola terbaik untuk mengungkit kualitas akademisi, dan mendongkrak prestasi lembaga pada aspek penelitian dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kultur penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas. (DSM)

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

    Yudi Latif : Pendidikan Berkebudayaan dan Kesadaran Keragaman Harus Terus Digaungkan

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pendidikan berkebudayaan dan kesadaran keragaman di kalangan anak-anak muda Indonesia harus terus digaungkan. Ini diperlukan agar masa depan Indonesia tetap diisi nalar sehat dengan penghargaan terhadap kemanusiaan. Demikian disampaikan dua cendekiawan muda, Yudi Latif Ph.D dalam seminar bertajuk Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Muda. Seminar digelar di Gedung FITK UIN Jakarta, Rabu […]

  • Quantum I’tikaf Isyrak Masjid Miftahul Jannah

    Quantum I’tikaf Isyrak Masjid Miftahul Jannah

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      BANDUNG kanal31.com — I’tikaf di masjid hingga waktu isyrak (terbitnya matahari) memiliki banyak keutamaan, terutama karena seseorang terus berada dalam keadaan ibadah, berzikir, dan menyambut aktivitas harian. Beberapa keutamaan tersebut dijelaskan sejumlah hadis. Isyrak Senilai Amalan di Masjidil Haram مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ […]

  • Seruling Kerinduan Ruhani

    Seruling Kerinduan Ruhani

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pada hamparan waktu yang berharga untuk pertemuan, seorang sufi Sang Guru Agung duduk di tepi sungai, memainkan seruling dengan hati yang teriris, suara merdu yang mengguncang jiwa. Ia dikelilingi oleh murid-murid yang dengan setia mendengarkan alunan seruling tersebut, sambil menanti waktu untuk meluapkan hasrat kepenasarannya.   Saat Sang Guru selesai meniup serulingnya, salah […]

  • Mengapa Iran Tak Takut Amerika?

    Mengapa Iran Tak Takut Amerika?

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Kita bicara jernih, tanpa takbir kosong dan tanpa minder intelektual. Siapkan segelas kopi Aroma hitam racikan Banceuy, Bandung ☕🚬 Iran kuat menghadapi Amerika dan Israel bukan karena keras kepala, tapi karena punya fondasi peradaban. Pertama, Negara ini bukan proyek dadakan pasca Perang Dunia, bukan pula negara “kontrakan geopolitik”. Iran berdiri di atas sejarah […]

  • Enjang: Leksam Bedas Berkiprah di 3 Gerakan Literasi Nasional, Ini Sasarannya!

    Enjang: Leksam Bedas Berkiprah di 3 Gerakan Literasi Nasional, Ini Sasarannya!

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM – Anugerah Literasi Leksam Bedas Tingkat SMP/MTs Kabupaten Bandung tahun 2024 digelar di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (11/1/2025). Anugerah Literasi ini diselenggarakan oleh Leksam Bedas untuk memberikan berbagai penghargaan dan anugerah kepada insan literat Kabupaten Bandung. Leksam Bedas ini adalah Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak dan Masyarakat  yang […]

  • Sambangi KPK, Nasaruddin Umar Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

    Sambangi KPK, Nasaruddin Umar Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i hari ini menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan. Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa kedatangannya di KPK bertujuan untuk melakukan konsultasi dan membahas program antikorupsi di Kementerian Agama. “Kami bahagia sekali bisa diskusi secara terbuka apa yang bisa diperoleh, […]

expand_less